Tags

, , ,

Poster Hujan

Cast: Kim Kibum as Fem!Kim Kibum, Henry Lau as Fem!Ryu Hyunhwa, Zhoumi as Joomyuk, Choi Siwon and himself

Genre: Romance, Friendship

Rating: T

Disclaimer: Terinspirasi dari kisah cinta seorang teman bernama Olivia. Sama sekali tidak menjiplak siapapun.

Summary: Kibum jatuh cinta pada pria di tengah hujan di dalam sebuah pos ronda. Sialnya pria bernama Andrew tersebut malah jatuh cinta sama teman dekatnya, Hyunhwa. Kibum tidak tahu kalau Andrew yang lain lah yang sebenarnya menyukainya.

.

.

.

Hari itu hujan lagi, maklumlah saat ini memang sedang musim hujan tapi hujan yang turun di musim kali ini benar-benar tidak bersahabat. Bayangkan saja saat angin bertiup kencang membawa air hujan, membuat bajumu basah meski telah menggunakan payung, langit yang gelap meski hari masih terbilang siang karena waktu menunjukkan pukul 3 sore, juga petir yang bersahutan di atas kepalamu seolah siap menjilat rambutmu sewaktu-waktu.

Tidak ada yang mau keluar di saat seperti ini -tentu saja jika mereka sedang tidak ada kegiatan- tapi Kibum bukan tipe gadis yang suka menghabiskan waktu di luar, jadi saat bel pulang sekolah berbunyi gadis cantik bersurai sehitam langit malam itupun bergegas pulang.

Kibum hanya sendiri, temannya pulang memilih naik angkutan umum untuk menghindari hujan, bukannya pelit tetapi rumah Kibum sudah dekat jadi belum perlu naik kendaraan umum menurutnya.

“Sial! Seragamku basah lagi, ngapain sih ada angin segala?” umpat Kibum.

Belum selesai umpatannya soal angin, matanya menangkap cahaya kilat yang begitu terang, maka dengan cepat kaki-kaki jenjangnya berlari menghampiri sebuah pos ronda di hadapannya.

“Alamak! Petir itu mau ngejar-ngejar aku juga ya, kayak cowok-cowok sok kecakepan di sekolah!”

Kibum terus mengumpat hingga tidak sadar kalau dirinya tengah menjadi pusat perhatian seorang yang juga tengah berteduh di pos ronda.

Remaja pria itu baru saja datang saat Kibum membuka jaketnya yang basah, wajahnya sudah dihiasi senyuman saat tanpa sengaja mendengar umpatan gadis asing di hadapannya.

“Huh?”

Kibum kaget bukan main setelah sadar ada seorang di hadapannya. Mata besarnya sudah membulat sempurna untuk kemudian melirik ke arah lain karena malu.

“Sedang berteduh?”

Deg. Kibun ngga nyangka sama sekali kalau yang pertama kali di ucapkan orang itu bukanlah kalimat rayuan gombal seperti yang sering ia dapatkan dari pria-pria lainnya.

“Iya.” balas Kibum singkat.

Dalam hatinya ia mengumpat lagi menganggap kalau pertanyaan itu benar-benar bodoh.

“Anginnya kencang ya? Pakai payung pun percuma.”

Orang itu duduk di tempat yang sama dengan Kibum. Ada jarak yang cukup untuk dua orang lainnya duduk di antara Kibum dan orang itu, Kibum mulai was-was sebenarnya, sedang hujan, sepi dan gelap. Bagaimana jika pria itu melakukan hal yang tidak-tidak, pikirnya.

“Mau pinjam payungku?”

Siang itu kelas Kibum sedang berolahraga, beberapa temannya mengeluh tentang betapa teriknya matahari dan malas berolahraga. Kibum malah mendadak girang saat tahu langit begitu cerah. Dia sudah lompat-lompat di lapangan, lupa kalau sebentar lagi ada tes voli.

“Hujan bakal turun lagi nanti sore.” gumamnya yakin, wajarnya saja karena beberapa hari ini saat matahari bersinar dengan terangnya di siang hari pasti akan turun hujan setelahnya.

Kibum benar, hujan memang turun lagi, kali ini bahkan lebih deras dari hari sebelumnya Kibum membawa payung milik Andrew -orang yang ditemuinya di pos ronda kemarin- hendak menukarnya dengan payung lipat miliknya sesuai janjinya kemarin

Payung milik Andrew lebih besar, memang bukan payung lipat dan repot membawanya saat tidak dipakai tapi Kibum tidak mau mengambil resiko tidak bisa pulang jadi ia menerima tawaran Andrew kemarin, lagi pula hujan tak juga reda setelah setengah jam ia berteduh.

Kibum tersenyum, kenapa baru setelah sampai di rumah ia menyadari bahwa Andrew punya wajah yang begitu tampan untung saja ia punya alasan untuk bertemu lagi dengannya.

“Hei!”

Andrew sudah duduk di pos ronda menunggu Kibum. Tapi sepertinya hari ini payung tersebut belum bisa ditukar pasalnya Kibum bisa basah kuyup lagi seperti kemarin.

“Makasih An,” Kibum mengulurkan tangannya, hendak mengembalikan payung.

“Bawa aja Bum, masih deres tuh, kalo pake payung kecil lagi nanti keujanan lagi lho!”

Kibum terkekeh, Andrew tidak bersikap formal lagi, rupanya pria itu justru terlihat lebih keren saat berbicara santai, lebih keren dari Max temannya yang jagoan kelas.

“Iya deh, makasih ya An.” kata Kibum senang, dia bisa ketemu Andrew lagi besok.

Kibum sibuk memandangi Andrew sekarang, Andrew sangat tinggi saat ia berdiri, Kibum tebak tingginya mungkin di atas 180 cm, hidungnya mancung sempurna, matanya tajam seperti burung elang, bibirnya tipis, ada lesung pipit di kedua pipinya dan senyumnya benar-benar menyilaukan mata.

Dari rambutnya yang pirang dan kulitnya yang putih Kibum berani menjamin kalau si ganteng yang duduk di sampingnya ini pasti punya darah campuran, lagi pula jarang ada orang Korea yang tampan alami sepertinya.

“Andrew kamu tuh blasteran ya?” tanya Kibum berusaha memecahkan keheningan.

Andrew terkekeh sebelum menjawab, “Ya gitu deh, aboji orang Belanda makanya nih badannya kayak galah hahaha!”

Kibum tergelak, hujan kali ini terasa hangat dengan perbincangan akrab mereka, entah sejak kapan Kibum berani membalas lelucon Andrew dan tertawa bersamanya.

Primadona sekolah yang benci pada hujan itu kini tengah jatuh cinta pada hujan dan tentu saja pada sosok yang duduk di sampingnya, dengan jarak yang tak begitu jauh dan dalam suasana yang begitu hangat walau hujan turun dengan derasnya.

“Suwer ya Hyun, itu orang caaaakeeeep banget, dia juga keturunan Belanda kayak loe!”

Jam kosong seperti biasanya malah jadi ajang bergosip murid-murid di kelas 11 B, salah satunya adalah Kibum dan teman sebangkunya yang cantik dan pintar, Ryu Hyunhwa.

“Oh ya? Tinggi ngga? Putih? Pirang? Yakin kamu kalo dia Belanda? Ngga taunya Buceri lagi!”

“Apaan tuh Buceri? Siapanya Bruce Lee?” tanya Kibum polos.

“Hahaha bukan siapa-siapanya, maksud aku kali aja dia Bule ngecet sendiri! Hahahaha.”

Kibum mendengus kesal mendapati ejekan dari Hyunhwa, belum melihat saja sudah berani menghina, bisa-bisa nanti jatuh cinta, apalagi sama-sama keturunan Belanda.

“Eh Hyun, gimana kalo nanti kamu pulangnya lewat kompleks perumahan aku, nanti kamu liat deh gimana gantengnya cowok yang aku temuin!”

Kibum mencengkram kedua bahu Hyunhwa. Hyunhwa mengangguk pasrah, seruan Kibum benar-benar terdengar heboh dan membuat teman laki-laki yang menyukainya melirik sebal. Kibum memang primadona sekolah, tapi pilih-pilih dan galak. Jarang-jarang dia memuji pria setinggi langit seperti itu.

Jadi sudah diputuskan sepulang sekolah Hyunhwa benar-benar pulang bersama Kibum. Hari ini cuacanya cerah, secerah hati Kibum. Padahal Kibum bilang Andrew itu Pangeran Berpayung tapi kalau tidak hujan masa iya dia juga akan membawa payung seperti banci kepanasan, membuat Hyunhwa tertawa geli saja membayangkanya.

Kedua gadis cantik itu duduk di pos dekat rumah Andrew, berniat menukar payung.

“Mana Bum? Lama banget, keburu sore nih! Bisa dimarahin mami, mana udah di sms lagi.”

Kibum tersenyum saat melihat tampang asam temannya yang protes menunggu Pangeran Berpayung.

“Nah! Nah! Itu dia!” seru Kibum dengan mata yang berpendar-pendar.

“Buset, udah punya anak?”

Mata sayu Hyunhwa melotot ke arah bocah perempuan di seberangnya. Kibum mengangkat bahunya, rasanya Andrew bilang dia seumuran dengannya mana mungkin tiba-tiba sudah punya anak, ya walaupun mungkin saja dia nikah muda ah tapi masa iya.

“Hai! Udah lama ya?”

Andrew berjalan menghampiri pos sembari menggandeng tangan kecil bocah perempuan di sampingnya.

“Hai An! Ngga kok!” bantah Kibum.

Hyunhwa memutar bola mata bosan, jelas-jelas sudah lima belas menit lebih mereka duduk di pos dan cacing-cacing perutnya sudah berteriak kelaparan lantaran tidak makan siang.

“Oh iya, ini Hyunhwa temanku!”

Kibum mulai mengenalkan Andrew pada Hyunhwa, Hyunhwa akhirnya melihat Andrew dengan jelas.

Glek. Hyunhwa menelan ludahnya saat berjabat tangan dengan Andrew. Pria itu sungguh sangat tampan, batinnya memuji.

“Ini Nayara, keponakanaku.”

“Wuah lucunya~”

Kibum sudah sibuk dengan bocah perempuan berumur 2 tahun, sementara Andrew dan Hyunhwa sedang saling pandang.

“Belanda ya?” tanya Hyunhwa santai.

Half, kenapa?”

“Sama dong!”

“Oh ya? Wow bisa kebetulan gitu, Belanda dari siapa?”

Papi.”

“Sama dong!”

Kibum sudah ditarik Nayara ke lapangan dekat pos, menyisakan Hyunhwa dan Andrew di sana yang saling bercengkrama.

Kibum memang hobi pamer tapi setelah ini dia pasti akan menyesal sudah memamerkan pria tampan yang belun jadi apa-apanya kepada temannya sendiri.


 

Rinai hujan basahi aku~

Temani sepi yang menendap~

Kala aku mengingatmu~

Dan semua saat manis itu~

“Segalanya seperti mimpi~”

“Pssttt berisik!”

Kibum melipat wajahnya sebal, Hyunhwa ini tidak bisa mengerti perasaan Kibum yang tengah berbunga-bunga karena jatuh cinta.

“Hyun, nanti temenin ke toko mainan anak-anak ya.”

“Ngapain?” tanya Hyunhwa acuh tak acuh.

Gadis paling pintar di kelas itu tengah mengerjakan soal-soal di buku LKSnya.

“Beli hadiah buat Nayara.”

“Ulang tahun?”

“Iya!”

Hyunhwa geleng-geleng kepala, Kibum ini jatah jajannya lumayan tapi masa buat ngasih kado orang asing sih sebegitu naksirnya kah?

Hyunhwa mengigit penanya, tiba-tiba ia ingat telah bertukar nomor dengan Andrew bahkan sudah saling berkirim pesan. Padahal Kibum yang kenal lebih dulu saja belum punya nomornya, seperti mengkhianati saja, batinnya tak enak.

“Ya Hyun?”

“Hah?”

“Temenin!”

“Iya.”

Sepulang sekolah Hyunhwa menemani Kibum membeli hadiah, mengingat harga mainan cukup mahal pada akhirnya Kibum hanya membeli boneka beruang pink dengan hati bertuliskan “I Love You” di pelukannya.

Kibum tertawa melihat boneka yang menggambarkan perasaannya kepada Andrew, biarlah boneka ini yang menyampaikan perasannya lewat keponakan cantik Andrew. Siapa tahu nanti Andrew sadar dan nembak Kibum duluan.

“Udah Bum?”

“Ah? Hahaha udah yuk!”

Jarak toko mainan dan rumah Andrew tidak begitu jauh sebenarnya jadi dalam waktu kurang dari 15 menit keduanya sudah sampai di depan rumah berpagar hitam milik Andrew.

Pengasuh Nayara tampak tersenyum saat menyambut Kibum dan Hyunhwa, saking seringnya Kibum bersama Hyunhwa mampir ke pos ronda di depan rumah Andrew mereka jadi kenal pengasuh Nayara.

“Oh ini temannya Andrew? Cantik-cantik ya.”

Seorang ibu paruh baya keluar, ibu itu tidak terlihat berdarah campuran, Kibum pikir itu pasti ibu Andrew karena bagaimana pun wajahnya masih terlihat cantik dan ada garis kesamaan di wajahnya dan Andrew.

“Hai, aku bikinin minum dulu ya!”

Kibum dan Hyunhwa saling bertukar pandang, belum sempat berbicara Andrew sudah masuk duluan ke dalam rumahnya.

“Ayo duduk.”

Ibu Febri mempersilahkan, mereka terlibat perbincangan canggung dalam beberapa saat sebelum Febri keluardengan tiga gelas es sirup jeruk.

“Widih segarnya, siang-siang begini!” seru Hyunhwa girang.

“Bikinan sendiri nih, ayo dicobain!”

Hyunwa punya sikap yang riang dan supel tidak seperti Kibum yang mudah merasa canggung dan tidak tahu bagaimana caranya membuka topik pembicaraan, bahkan saat memberikan hadiah pun Kibum harus dibantu Hyunhwa berbicara.

Thanks ya!”

Kibum mengangguk dengan senyum yang sangat manis, senyum yang dijamin bisa bikin semua cowok di sekolahnya kleper-kleper tapi Andrew malah mengalihkan pandangannya demi melihat Hyunhwa.

Bye!”

Mereka berpisah, Kibum menatap Hyunhwa curiga, dia juga curi-curi pandang ke belakang melihat Andrew yang tengah mengunci pagar. Mata bulat Kibum bergerak gelisah, sepertinya ia sadar apa yang tengah terjadi.


 

“Bum, si Victoria lagi nyanyi Utopia tuh!”

“Terus kenapa?”

“Itu lagu Hujan, kesukaan kamu tuh!”

Kibum memutar mata bosan sebelum mendengus kesal.

Thanks ya Hyun atas pengumumannya tapi aku udah ngga suka lagi sama tuh lagu. Kenapa? Karena cowok yang aku sukain sukanya sama kamu.”

Hyunhwa membeku di tempatnya, Kibum sudah keluar kelas menyusul Max temannya dengan senyum sumringah yang dipaksakan. Seenggaknya ajakan makan siang gratis dari Max bisa ngurangin rasa sedihnya saat ini.

Hyunhwa tiba-tiba ingat kalau ponselnya tadi dipinjam Kibum, gadis berkulit putih susu itu menepuk jidatnya dan mendesah kecewa.

“Hyunhwa! Betapa cerobohnya kamu!” rutuknya pada diri sendiri.

Hujan kembali turun, kali ini Kibum lupa membawa payung dan terpaksa berteduh di pos. Beberapa hari yang lalu Hyunhwa jujur padanya tentang perasannya dan Andrew.

Mau bagaimana lagi, berbohong pun salah. Toh Kibum sudah melihat pesan-pesan cinta yang dikirimkan Andrew. Kibum memang patah hati tapi mau marah pun percuma, malah akan membuatnya terlihat murahan karena berusaha merebut pria yang menyukai teman dekatnya sendiri.

“Huft…”

Dari pada kehilangan teman lebih baik kehilangan cinta monyetnya.

“Huft…”

“Mendesah itu bikin sial loh!”

Kibum menoleh, bisa-bisanya orang asing cadel berkomentar jahat tentang prilakunya.

“Loh?”

Mata Kibum membesar dua kali lipat, jelas-jelas tadi Hyunhwa bilang mau nonton bareng Andrew. Ngga mungkin dong Hyunhwa nyuruh Andrew menghibur Kibum yang tengah patah hati dan meratap diri di tempat bersejarahnya, khayalan gila.

“Andrew?”

“Kok tahu?”

Tanya pria berambut ikal kecoklatan itu. Kibum memperhatikan pria itu lekat-lekat, rambutnya ikal seperti puddel dan bicaranya cadel.

“Ih kamu siapa?” tanya Kibum horor.

“Andrew. Tadi kamu tau sekarang nanya, aneh kamu padahal aku kan ngga kenal sama kamu masa kamu kenal aku?”

Kibum menelan ludahnya, Andrew tidak berbicara seperti ini, Andrew sangat sopan dan tidak suka berbicara dalam nada tinggi dan nyolot.

“Kok kamu cadel?”

“Ish aku bisa ngomor R aku ngga cadel!”

“Tapi ngga jelas…”

Andrew menggaruk tengkuknya dan terkekeh, memang benar saat berbicata huruf R suaranya akan terdengar aneh seperti cadel.

“Kamu…”

“Andrew tapi nama tengahku Krisoijn yang berarti berambut keriting bukan Dwight yang berarti berambut pirang!”

“Hah?”

Andrew tertawa keras, Kibum masih menatap dengan tampang bodohnya.

“Lebih mudahnya aku adalah Choi Siwon, jika kau melihat seorang yang mirip denganku tapi lebih mancun, lebih tinggi, rambutnya lurus dan pirang itu adalah Choi Joomyuk.”

Kibum baru sadar kalau yang duduk di sampingnya ini saudara kembar Joomyuk tapi pria itu tidak pernah bercerita kalau dia punya saudara kembar.

Untung Siwon dan Joomyuk sudah sering mengalami kasus seperti ini jadi Siwon dapat memakluminya.

“Makanya jangan kebanyakan menghela napas, jadi bodoh nanti!”

Siwon mengejek, agaknya kakak yang lahir 6 menit sebelum Joomyuk ini memang hobi mengejek.

“Emang iya ya?”

“Ya ngga tau sih!”

Hujannya makin deras, petirnya makin banyak, tapi Kibum tidak sadar sama sekali karena sekali lagi sang primadona sekolah terjerat dalam cinta pria Belanda.

“Kenapa hujan-hujan di sini?”

“Aku suka hujan, kamu sendiri? Neduh? Makanya bawa payung!”

Kibum merajuk dan mengundang tawa orang di sampingnya karena tampang masamnya. Kibum juga suka hujan, mungkin besok dia tidak akan membawa payung lagi supaya bisa berteduh di pos harinya. Siapa bilang kalau Kibum patah hati, Kibum sekarang sedang jatuh hati lagi kok sama Andrew yang lainnya.

“Eh kok aku baru liat kamu sih?”

“Oh ya? Emang suka ke sini?”

“Beberapa kali sih.”

“Ngapain? Nyamperin Joomyuk? Dasar genit!”

“Enak aja, neduh tau!”

“Ya kan sekali dayung dua pulau terlampaui, sambil menyelam nemu mutiara.”

“Ih ngaco tau!”

Dan begitulah, percakapan itu terus berlangsung sampai menjelang malam, pasalnya hujannya benar-benar awet dan setiap kali Kibum berniat akan pulang pasti ditahan oleh Siwon, sepertinya Siwon juga naksir sama gadis cantik di sebelahnya itu.

End

OMAKE!

Hyunhwa dan Joomyuk berlarian menghindari gerimis kecil dengan hanya sebuah jaket milik Joomyuk. Keduanya sudah berada di depan pagar rumah Joomyuk ketika mendengar gelak tawa dari arah pos ronda yang berada persis di depan kediaman Choi.

“Itu yang namanya Choi Siwon?”

“Hahaha iya, dia naksir tau sama Kibum.”

“Yakin banget kamu!”

“Soalnya tempo hari waktu kalian bawain boneka buat Nayara dia ngintip terus nanya-nanya Kibum.”

“Eh?”

Joomyuk menyeret Hyunhwa masuk ke dalam rumahnya, “Jangan ganggu orang pedekate!”

REAL END /?

Well ini sebenarnya cerita yang Kira buat kilat untuk dibaca teman, diangkat dari kisah nyata seseorang. Kibum sebenarnya adalah Olivia, Hyunhwa sebenarnya adalah Tania, Joomyuk sebenarnya adalah Febrizal Dwight dan Siwon adalah Febrian Krisoijn.

Kira lagi dilanda kemalasan jadi cuma ganti-ganti nama aja dan bikin pemainnya OOC total! Maaf ya xD

FF ini dihapus oleh admin FFN jadi Kira berinisiatif untuk membuat wp sebelum semuanya habis tak bersisa, Kira akan memindahkan cerita Kira ke sini tapi masih akan tetap mempublish di FFN karena ngga semua readers Kira nyaman baca di wp ada juga lebih nyaman di FFN tapi yah gimana pelanggar harus dihukum dan Kira sudah dapat hukumannya (/.\)

Advertisements