Tags

, , , ,

IMG-20140607-WA0001

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Minho, Lee Jonghyun and others
Genre: Romace, Comedy
Rating: AU
Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya
Summary: Kim Kibum seorang namja introvert yang terpaksa tinggal dengan Cho Kyuhyun yang dingin dan ketus. Kehidupannya yang datar berubah ketika para kingka mengelilinginya.
Pairing: KyuBum, ChangBum, SiBum
p. s Pairing lain menyusul seiring berjalannya cerita

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.
.
.

Suasana makan malam terasa canggung, Kibum yang pada dasarnya tak pintar bergaul memilih diam, Kyuhyun tak jauh berbeda, pria itu hanya diam saja dan bahkan sejak kejadian tak mengenakan beberapa waktu lalu ia seperti menghindari Kibum. Changmin duduk di samping Kibum, sementara Minho duduk di seberangnya, Jonghyun sendiri memilih duduk di tengah, setidaknya itu masih cukup dekat dengan Kibum.
“Tadi aku mendengarmu berteriak, kau tidak apa-apakan?” tanya Jonghyun membuka permbicaraan karena sejak tadi mereka tak saling berbicara.
Mwo? Apa yang dilakukan setan ini padamu?” tanya Changmin posesif, ia bahkan menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun membuat Kyuhyun jengkel.
“Apa dia menciumu?” Minho menaikkan sebelah alisnya. Kyuhyun menghela napas kasar, tega sekali teman-temannya menuduh yang bukan-bukan padanya demi seorang yang baru dikenal mereka di SMA beberapa minggu ini.
Aniya~” Kibum menggeleng dengan kepala tertunduk, rasanya jadi tak enak kalau Kyuhyun dituduh yang tidak-tidak karena kecerobohannya.
“Oh~” Jonghyun mengangguk, dia bukan seorang yang suka asal tuduh dan berpikir negatif. Tidak seperti Minho yang selalu mencurigai orang, Changmin yang asal menuduh dan Kyuhyun yang gampang naik darah. Jonghyun adalah yang paling tenang di antara keempatnya.
Jinja?” tanya Minho tak percaya.
Jeongmaleh Minho.
“Eum!” Kibum mengangguk cepat.
“Aish kalian mau makan atau tidak?” Kyuhyun membanting sumpitnya kesal, jelas-jelas ia tak melakukan apapun pada Kibum dan Kibum membenarkannya kenapa teman-temannya malah menudingnya. Minho langsung diam Changmin tak menghiraukannya sementara Jonghyun tersenyum geli.

Ya ampun Kim Kibum kau harus tinggal seatap dengan Kyu-Line selama dua hari ke depan, Kibum mengusap-ngusap dadanya.

“Kau kenapa?” tanya Jonghyun menyadari keanehan Kibum tetapi anak itu hanya menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan makan malamnya.

Yaa! Kita akan melakukan apa setelah makan malam?” tanya Changmin antusias, padahal dia sendiri yang mengajak berlibur tapi malah tidak tahu akan melakukan kegiatan apa.

“Main Go Stop saja!” kata Jonghyun, mencoba memberi saran.

“Tidak ada kartu di sini, memangnya kau bawa?” Jonghyun menggeleng, Changmin mendesah kecewa.

“Main PS saja!” kali ini Minho bersuara, ya Kyu-Line memang terkenal maniak game sejak mereka masih kecil.

“Seingatku di sini hanya ada beberapa kaset game saja dan lagi semuanya sudah berhasil kita tamatkan!” keluh Changmin.

“Membosankan!” sahut Minho dengan wajah masam. Suasana hening kembali menyelimuti kelima remaja pria itu, sepertinya tengah berpikir apa yang akan mereka lakukan.

“Permainan tradisional.” gumam Kibum ragu-ragu.

“Kuno!” sahut Kyuhyun ketus. Oh Kyuhyun kau tidak ingat kalau pria berkacamata itu lahir dan besar di LA, mana mungkin ia tahu permainan tradisional Korea, jadi wajarkan kalau ia tiba-tiba penasaran dan ingin tahu.

“Bukankah kau lahir dan besar di LA?” ya Jonghyun yang hangat memang selalu mengerti situasi dan kondisi sekitarnya, setidaknya itulah yang tengah dipelajari Kibum dari sikap para member Kyu-Line.

Ne,” Kibum mengangguk, Minho menepuk jidatnya, ya ampun anak ini sama iritnya dengan Kyuhyun kalau berbicara, pikirnya.

“Kau pasti tidak tahu bagaimana cara bermain permainan tradisional Korea!” Changmin tersenyum lebar, “Mari aku ajarkan!” dan malam itu mereka habiskan dengan mengajari Kibum permainan-permainan tradisional Korea, meskipun Kyuhyun hanya duduk di sofa sembari memainkan PSP kesayangannya tapi setidaknya ia menunggu Kibum untuk kembali ke kamar bersamanya.

.
.
.

Suara kicauan burung menemani kesejukan Jeju dipagi hari, Kyuhyun duduk di bagian kiri ranjang king size di samping Kibum yang tengah tertidur, keduanya tertidur dengan posisi saling memunggungi tapi saat mereka terbangun tadi posisi keduanya telah berubah menjadi berhadapan, untunglah ada sebuah guling yang membatasi ruang gerak mereka.

Kyuhyun memperhatikan wajah Kibum seksama, napasnya naik turun dengan teratur, terlihat sangat tenang, ah bukankah Kibum memang pribadi yang tenang? Tapi kejadian kemarin, sejak Siwon menyeretnya hingga sikap kekanakan Kibum yang meminta ketiga temannya mengulang permainan tradisional hingga larut malam sungguh merusak pencitraannya selama ini, Kyuhyun tersenyum simpul menyadari bahwa Kibum bukanlah seorang individualis, hanya seorang introvert yang tak tahu bagaimana harus bergaul.

“Manis.” gumam Kyuhyun, wajah Kibum tanpa kacamata dengan mata terpejam benar-benar manis dan terlihat polos. Mata sipit Kyuhyun terus menelusuri setiap lekuk wajah Kibum, pipi bulat yang kenyal, Kyuhyun hampir saja mencubitnya sebelum akhirnya ia sadar akan membangunkan ‘teman’nya.

Blush… pipi Kyuhyun memerah mengingat kejadian petang kemarin, saat tanpa sengaja handuk milik Kibum melorot di depannya, seumur hidupnya belum pernah ia melihat pemandangan seperti itu bahkan ia selalu menolak mandi bersama Changmin, Minho dan Jonghyun saat mereka kecil.

“Aish!” Kyuhyun beranjak menuju kamar mandi, kenapa ia malah merasa malu sendiri memikirkannya padahal bukan tubuhnya yang terekspos kala itu.

Kibum bangun beberapa waktu kemudian, Kyuhyun bersiap turun untuk sarapan, tanpa menyapa Kibum terlebih dahulu pria berkemaja putih itu langsung turun meninggalkannya, “Hoammhh kenapa dia tak membangunkanku?” katanya seraya menahan kantuknya, ia lalu turun dari ranjangnya dan bersiap mandi, “Sial! Kemarin itu benar-benar memalukan!” rutuknya teringat kejadian kemarin.
Tak mau membuang-buang waktu ia lalu pergi untuk mandi dan memilih untuk melupakan kejadian kemarin.

.
.
.

Sabtu pagi di resort keluarga Shim, kehebohan sudah sangat terasa dalam resort yang berisikan 5 pemuda tersebut. Mereka terlihat menggunakan pakaian dan topi khas pantai, sesuai rencana kelimanya akan berkeliling ke pantai yang berada dekat dengan resort pribadi tersebut.

“Kau pernah ke Jeju sebelumnya?” tanya Changmin pada Kibum, yang ditanya hanya menggeleng sembari mengekor Kyuhyun dan Jonghyun, Minho berada di belakangnya dan Changmin.

“Tapi aku pernah ke Hawai!”

“Kami juga pernah ke Hawai!” sambar Minho tak mau kalah.

“Apa kau tidak pernah belibur ke Korea? Setidaknya ke Seoul?” heran Jonghyun.

“Tidak!” Kibum melenggang santai mendahului Kyu-Line, ini kali pertama ia datang ke Jeju, masih terasa sangat alami dan juga sangat bersih. Pantas saja pulau Jeju masuk dalam kategori terbaru 7 Keajaiban Dunia.

Kibum terus berkeliling hingga menjauh dari pantai, untunglah Kyu-Line masih setia mengikutinya, bisa-bisa ia tersesat di pulau cantik ini.

Sepanjang jalan Changmin tersenyum senang, kaki-kaki panjangnya dengan mudah menyamai langkah Kibum yang berlari-lari kecil. Kalau dilihat-lihat Kibum lebih mirip anak kecil yang sedang pergi bertamasya dengan kakak-kakaknya.

Hari semakin siang ketika mereka memutuskan untuk kembali ke resort untuk makan siang. Sudah ada beberapa menu yang tersaji di meja makan, sungguh menggugah selera, terutama bagi Changmin yang tukang makan. Tapi Kibum memasang tampang muramnya, lalu berkata, “Apa tak ada makanan lain selain seafood?”

“Wae?” tanya Changmin heran, bukankah seafood adalah ‘surga’ kenapa masih menanyakan makanan lain? Masih kurangkah?

“Dia tidak makan seafood!” ujar Kyuhyun yang langsung pergi menuju ruang tamu.

“Eh dia tahu?” gumam Kibum nyaris tak terdengar.

“Benarkah? Tapi seafood sangat enak jika disantap dipinggir pantai!” kata Changmin layaknya food taster yang sedang mempromosikan makanan.

“Aku tidak suka.” balas Kibum, enggan.

“Tapi rasanya sangat enak!” lagi-lagi Changmin ‘mempromosikan’ seafood tersebut.

“Sudahlah Changmin, aku baru saja menyuruh pelayanmu membawa makanan lain untuknya!” kata Kyuhyun yang baru saja memasuki dapur, rupanya tadi ia menelepon pelayan dapur resort keluarga Shim.

“Iya, tapi kan-”

“Ah sudahlah, kapan kita makannya!” protes Minho, pusing juga mendengar suara Changmin yang cerewet.

“Kibum-ah aku akan menunggu sampai makananmu sampai!” kata Changmin membuat para member Kyu-Line tercengang, Changmin sangat gila makanan, bahkan akan menjadi sangat egois jika sudah berhubungan dengan makanan.

Gwaenchana, makanlah lebih dulu!” pinta Kibum tak enak, meski tak terlalu dekat, sebagai teman sekelas Kibum cukup tahu kalau Changmin adalah penggila makanan.

“Ah kau tenang saja, aku belum lapar!” katanya dengan senyum lebar. Kibum tak menggubrisnya, ketiga temannya sudah asik dengan makanannya. 15 menit saat makanan milik Kyuhyun, Minho dan Jonghyun hampir habis, seorang pelayan mengantarkan beberapa jenis makanan dengan sebuah meja.

Changmin sepertinya yang paling senang, karena ia sudah menahan laparnya selama 15 menit, padahal biasanya sedetikpun ia tidak akan menunda kegiatan ‘menyantap makan yang tersaji di depannya’ sementara Kibum kembali bergumam heran kenapa ada makanan Amerika di pulau Jeju.

“Mari makan!” pekik Changmin senang, Kibum makan dengan tenang sementara yang lainnya pergi meninggalkan meja makan karena memang sudah selesai makan.
Kyuhyun dan yang lainnya memilih pergi bermain billiard yang terletak di dalam resort tersebut. Ketimbang tak ada kegiatan, pikir mereka.

“Sepertinya kau cukup mengenal bocah manis itu?” Kyuhyun yang tengah membidik itu tahu kepada siapa Jonghyun bertanya dan siapa yang ditanyakannya tetapi ia terlalu malas untuk menjawabnya.

“Dia memang manis, sayangnya pakai kacamata!” Jonghyun berdecak, ya ampun bukankah Minho kemarin ikut merebutkannya, kenapa sekarang ia malah mengatai-ngatai Kibum.

“Menurutmu begitu?” tanya Kyuhyun yang baru saja memasukan sebuah bola hijau dengan mudahnya.

“Memang bagaimana wajahnya saat tak menggunakan nerdnya?” Minho mengampiri Kyuhyun penasaran.

“Jadi karena itu kau mau tidur dengannya?” ejek Jonghyun seraya meminum sojunya, ya itulah mengapa Kyu-Line lebih senang menghabiskan liburannya di tempat yang jauh seperti Jeju, kebebasan meminum arak di bawah usia 20 tahun adalah salah satu penyebabnya.

“Memang apa alasanmu?” balas Minho sinis, seperti biasanya Minho memang selalu bersikap sinis.

“Bukan apapun, hanya saja dia lebih aman denganku dari pada denganmu dan Changmin!” jawab Jonghyun jujur, tentu saja Jonghyun adalah pria baik, mana mungkin ia melakukan yang tidak-tidak kepada teman barunya.

“Tapi kan ada Kyuhyun!” kata Minho ngotot.

“Tapi kan kelihatannya Kyuhyun risih sekali berada di dekat bocah malang itu.”

“Bocah malang?” Minho terkikik geli, ya mungkin benar Kibum itu bocah malang, bagaimana tidak malang masa sebesar itu masih dititipkan di keluarga orang, di keluarga super sibuk pula.

“Kalian masih ingin bermain atau tidak?” sungut Kyuhyun. Kesal juga melihat kedua temannya bergosip tentangnya dan Kibum di hadapannya, sungguh tak tahu etika bergosip, pikirnya.

.
.
.

Sore harinya mereka memutuskan untuk bermain voli pantai tapi Kibum menolak karena mereka hanya berlima tapi Changmin memaksanya untuk menjadi teman setimnya. Kibum berjaw-drop ria karena Minho dan Jonghyun berada dalam tim Kyuhyun. Bahkan jika Changmin sangat ahli dalam bidang olahraga tetap saja tidak akan mengalahkan tiga orang dengan mudah terlebih jika bersama Kibum yang sangat payah dalam olahraga.

“Changmin-ah kau dengan Minho saja, Jonghyun dengan Kyuhyun. Biar aku yang menonton saja ya!” kata Kibum memelas.

“Ayolah Bummie kau temani aku ya~” Minho terkikik geli tadi saat keluar dari ruang billiard bersama kedua temannya ia sudah mendengar Changmin memanggilnya Bummie. Padahal yang dipanggil sempat uring-uringan dengan panggilan manis bak puppy tersebut.

Shireo!”

“Ayo!” Changmin menyeret paksa Kibum, sungguh Minho merasa bahwa Kibum benar-benar seorang bocah malang.

Permainan di mulai, Minho terkenal ahli dalam berolahraga, ia adalah saingan terberat Changmin sejak masih kecil, Minho yang baru beberapa kali mengikuti latihan basket di SMA ini di pastikan akan menjadi kapten tim selepas mundurnya Siwon yang berada setingkat di atasnya tersebut. Sementara Jonghyun dan Kyuhyun juga tak bisa dianggap remeh, keduanya bahkan masuk tim basket sekolah dengan sangat mudah.

Yang Kibum belum tahu adalah keempatnya masuk tim futsal andalan sekolah saat SMP itu dan selalu memboyong piala-piala selepas pertandingan. Lain halnya dengan Kibum, meski sangat pintar dalam pelajaran tapi ia sama sekali tak pandai berolahraga, dia tidak bisa bermain bola jenis apapun, saat di adakan tes lari selalu berada di barisan paling akhir dan yang paling memalukan adalah ia tak bisa berenang.

Sungguh memalukan, pantas saja Yoona sepupunya suka sekali mengejeknya karena bahkan gadis itu sudah bisa berenang sejak umur 3 tahun.

BUK!

Entah karena tidak fokus atau pada dasarnya memang tak niat bermain, Kibum tak menyadari saat smash keras dari Minho melayangkan bola besar itu ke arahnya.

“Bummie!” pekik Changmin panik, Kibum tak menjawab, ia telanjur jatuh terjungkal dengan tidak elitnya kemudian pingsan.

Andwe! Yaa Choi Minho, kau melukainya!” kesal Changmin dengan tangan yang terkepal.

TBC

Advertisements