Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

BtyrQqJCIAMH6eL.jpg large

Bagaimana rasanya memilik 14 kakak? Menyenangkan kah? Mungkin tidak bagi seorang Kim Hyunhwa.

Kim Hyunhwa atau Henry Kim adalah putra bungsu dari Kim Youngmin, seorang pengusaha properti dan kontraktor terbesar di Korea. Kim Youngmin mempunya dua orang istri yang cantik, mereka adalah Lee Yeonhee dan Zhang Liyin.

Dari Yeonhee, Youngmin mendapatkan 12 putra, sementara Liyin memberinya 3 putra yaitu Hangeng, Zhoumi dan Henry. Hangeng dan Zhoumi lahir dan besar di China, saat orang tua Youngmin meninggal keduanya ikut pindah ke Korea dan mulai mengenal nama Korea mereka, Hankyung dan Joomyuk.

Sementara Henry lahir dan besar di Kanada karena pertengkaran hebat antara Liyin dan Youngmin. Henry tak mengenal ibu tiri dan saudara tirinya, dia hanya beberapa kali bertemu dengan sang ayah dan menyapa kedua kakak kandungnya lewat telepon.

Hari ini, Liyin -seperti janjinya terhadap sang suami, membawa Henry pulang ke kediaman Kim. Suasana tegang dan canggung begitu jelas terasa, terutama dari mereka para putra Yeonhee.

Hi everyone, I’m Henry Kim, nice to meet you all!” sapa Henry dengan gugupnya, umurnya baru 16 tahun tapi tetap saja ia merasa sangat terlambat untuk mengenal saudara-saudaranya.

“Cih! Dia pikir ini English Club?”

Seorang remaja pria berpipi tembam menyindirnya, Henry hanya tersenyum lantaran ia tak mengerti betul apa yang dibicarakan saudaranya.

“Youngwoonie jaga bicaramu!” tegur Yeonhee merasa tak enak.

Gwaenchanayo, Youngwoon kau dan yang lainnya harap maklum, Henry tak bisa bahasa lain selain Inggris dan Prancis!” jelas Liyin, gantian merasa tak enak.

“Aku sudah menyuruhmu untuk mengajarinya bahasa Korea dan Cina!” tegur Youngmin.

Mianhae, tapi Henry tak punya teman untuk berbicara kedua bahasa itu selain aku, itu akan sangat sulit baginya.”

Liyin menjelaskan dengan sabar, wanita yang merupakan cinta pertama Youngmin ini memang begitu penyabar, bahkan ketika Youngmin memilih menikahi Yeonhee untuk membahagiakan hati sang Ibu.

Jwoseohamnida, kapan kita bisa memperkenalkan diri? Aku ada banyak tugas dari sekolah yang harus ku kerjakan!”

Ryeowook si etrenal magnae menginterupsi, Youngmin mengangguk paham dan mempersilahkan mereka untuk memperkenalkan diri.

.

.

.

Henry and Hyungs

Cast: Super Junior OT15, Kim Youngmin, Zhang Liyin, Lee Yeonhee and others.

Genre: Drama, Family, Brothership

Rating: PG-13

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya, FF ini hasil ‘plot bunny’ saya.

Summary: Henry adalah seroang anak yang lahir terpisah dari ayah dan saudara-saudaranya, apa yang terjadi saat ia datang ke kehidupan keluarganya yang penuh masalah dan menolak kehadirannya?

Warning: akan ada beberapa karakter yang OOC, mild-language dan multiple partners

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.

.

.

Enggan, itulah yang kini mewarnai benak keempat belas putra Kim, rasa malas untuk bertemu saudara baru lagi, mereka kini benar-benar seperti anak dari peternakan ayam yang ibunya punya banyak sekali telur dan setiap saat akan menetas.

“Hyunhwa, I’m Lee Yeonhee, your step-mother, you can call me umma from now on!”

Yeonhee membuka perkenalan, sadar akan keengganan para putranya.

“Oh okay!”

Sahut Henry dengan senyum lebarnya, manis, itulah yang dikatakan Yeonhee dalam hati, nampaknya ia mulai jatuh cinta terhadap si bungsu.

“Kim Jungsoo imnida, panggil aku Leeteuk!” kata si sulung terpaksa.

Ia bahkan menggunakan bahasa Korea sebagai wujud keengganannya. Tapi Liyin dengan sabar berbisik memberi tahu Henry tentang apa yang dikatakan Leeteuk dan bocah itu hanya mengangguk sembari tersenyum tulus.

Annyeonghaseyo Kim Heechul imnida, kau harus memanggilku Hyung karena aku yang tertua kedua di sini, aku dan Leeteuk kembar jadi kau harus menghormati kami!”

Heechul langsung duduk lagi tanpa menunggu respon si bungsu sementara Liyin kembali menjelaskan kalimat yang dibicarakan Heechul kepada Henry.

Hi, I’m Hankyung, we err…”

We already know each other, I know you and Zhoumi!” kata Henry berusaha mempermudah sang kakak.

“Dia memanggilmu Zhoumi?” bisik Kyuhyun yang dijawab anggukan singkat oleh si jangkung yang selalu duduk di sampingnya itu.

“Baiklah-baiklah! I am Kim Jongwoon but you can call me Yesung Hyung!” kata pria berambut ungu itu semangat.

Henry tersenyum senang menyadari ada seorang yang begitu bersemangat untuk mengenalnya, “Yes, I’ll call you Yesung Hyung!” jawab Henry tak kalah bersemangat.

“Aku malas, Mama langsung jelaskan saja siapa aku!”

Youngmin dan Yeonhee melempar tatapan tajam ke arah Kangin, anak ini memang selalu ceplas-ceplos seenaknya.

“Henry, he is Kim Youngwoon, Jongwoon‘s twin! Eum your brothers usually called him Kangin!”

Liyin kembali menjelaskan, wanita itu tahu bahwa kejadian ini pasti terulang, dulu mereka juga menolak kehadiran Hangeng dan Zhoumi dan sekarang bukan hal yang mengejutkan jika mereka menolak kehadiran Henry.

“Aku juga, Mama tolong katakan padanya kalau aku bodoh dalam berbahasa Inggris!” pinta Shindong dengan wajah memelas tapi setidaknya ia berbicara lebih sopan dari sang kakak.

He is Kim Donghee or Shindong, he can’t speak english!” kata Liyin.

Oh it’s okay, I’ll learn hanggul as soon as possible!” sahut Henry penuh semangat.

“Dia bilang dia akan segera mempelajari hanggul!”

“Baguslah!”

Celetuk beberapa dari mereka membuat Yeonhee tak sabar untuk menjewer telinga mereka satu per satu.

I’m Kim Sungmin!”

Henry mengerjapkan matanya bingung, pria itu hanya menyebutkan namanya lalu kembali fokus dengan gitar pink miliknya.

Hi! Nice to meet someone who can playing guitar!” kata Henry berusaha mencarikan suasa canggung yang tercipta tak lama setelah Sungmin memperkenalkan dirinya.

“Apa-apaan dia!” gumam Kyuhyun kesal, sepertinya dia takut jika kakak kesayangannya direbut oleh bungsu baru itu.

“Kim Hyukjae aka Eunhyuk!” kata seorang berambut pirang acak-acakan.

“Kim Donghae!” sahut si priang panjang.

Liyin tersenyum simpul melihat keduanya, “They are twin!”

I have so many twin hyung!” kata Henry dengan mata berbinar.

Yeah of course!

Hi, I’m Kim Siwon, welcome to the Kim mansion bro from another mother!” kata Siwon ramah, ya dia adalah putra Kim yang paling ramah.

That’s very kind of you, thank you Hyung eum I think you look bit similar with Zhoumi!

“Oh hahaha yeah but we’re not twins!” sahutnya dengan tawa renyah.

“Eum!” Henry menangguk paham.

“Kenapa dia tidak memanggilmu Hyung?” tanya Kyuhyun heran.

“Bahkan kami hanya berbicara hi, atau good morning saat ditelpon!” jawab Zhoumi malas.

“Zhoumi!” panggil sang ayah, terang saja membuat si jangkung terkejut.

“Ya appa?” tanya Zhoumi kaget.

“Setidaknya sapalah adikmu!” perintah Youngmin.

Zhoumi tersenyum kecut menyadari dirinya tengah di sindir sang ayah.

Hi, good morning!” sapa Zhoumi, malas.

Morning!” balas Henry. Kyuhyun melongo mendengar jawaban Henry yang begitu singkat.

Hi, I’m Kim Kibum the boy beside me is Kim Ryeowook my twins, nice too meet you!” kata Kibum seraya memamerkan senyum mematikan andalannya.

Nice too meet you and your twins too!

Henry tersenyum ke arah Kibum dan Ryeowook, sayangnya Ryeowook memilih untuk mengobrol dengan Sungmin.

“Kim Kyuhyun, I’m the youngest son of Kim, before you born, I’m the youngest brother before you come, so I tell you that you can’t steal my hyungs!”

Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan ruangan itu, wajah Youngmin mengeras mendengarnya, Yeonhee menatap Henry dan Liyin khawatir. Satu per satu putra Kim pergi menyusul Kyuhyun menyisakan Henry yang dia membisu di tempatnya.

I feel tired, can I know where’s my room?” tanya bocah itu memecah keheningan.

Yeonhee menjadi sangat gugup, semua kamar sudah terisi maka ia meminta Kyuhyun berbagi dengan adiknya tapi melihat sikap kasar Kyuhyun, ia ragu untuk membiarkan keduanya tidur dalam satu kamar yang sama.

“Yeonhee-ah di mana kamar Hyunhwa?” tanya sang suami membuatnya terkejut.

“Kamar K-Kyuhyun.”

Liyin tersenyum hambar, “Gwaenchanayo, Henry your room is Kyuhyun’s room, do you-”

It’s okay!” sahut Henry cepat, sepertinya ia tipe anak yang patuh, beruntung Liyin memiliki anak sepertinya.

.

.

.

Liyin membantu Henry merapihkan barang-barangnya, sementara di luar kamar Yeonhee tengah memaksa Kyuhyun untuk mau berbagi kamar dengan adiknya, walau sekeras apapun Kyuhyun menolak toh pada akhirnya anak itu menuruti kemauan sang ibu tentu saja ditambah dengan gertakan dari sang ayah.

Thanks mom!

Henry mengecup pipi Liyin sebagai rasa terimakasih, Liyin membalasnya dengan kecupan di kening lalu membiarkan anaknya beristirahat dari jetlag yang tengah menderanya.

Mommy will take a rest too, you can call me anytime when you need something!

Okay mom!

Liyin meninggalkan kamar itu, di luar nampak Kyuhyun berdiri dengan wajah kesalnya, sepertinya karena ia harus berbagi kamar dengan Henry.

Onni, kau pasti lelah, beristirahatlah!” kata Yeonhee tulus.

Wanita yang baru menginjak kepala empat itu memang tak pernah merasa iri pada Liyin, justru ia merasa sangat berterimakasih kepada Liyin yang mau membiarkan Youngmin menikahinya.

Ye, kamsahamnida Yeonhee-ah!” seru Liyin berterimakasih, “Kyunnie, Henry anak yang baik, memang cukup manja tapi dia anak yang patuh, kalian pasti akan menjadi akrab!”

Liyin mengusap punggung putra tirinya, sementara yang dilakukan Kyuhyun hanya tersenyum palsu dan mengangguk paksa. Bocah itu tak sadar rupanya, bahwa sang ayah dan sang ibu tengah menatapnya kecewa. Hanya Liyin yang memakluminya, ini juga pernah terjadi saat Siwon dan Zhoumi dipaksa tidur bersama dulu.

Cepat atau lambat mereka pasti akan menerima Henry di rumah ini, sebagai anggota keluarga.

.

.

.

Makan malam tiba, Yeonhee dan Liyin tengah menatap kudapan malam yang lezat bersana seorang ahjumma yang tak lagi muda.

“Aku senang kau kembali, aku sungguh kerepotan dan kesepian!” ujar Yeonhee di tengah-tengah kesibukannya.

“Salahmu punya anak begitu banyak tapi tidak ada satu pun yang perempuan!”

Liyin setengah mengejek, ya Yeonhee begitu menginginkan anak perempuan, itulah mengapa ia terus menerus mencoba untuk hamil dan melahirkan setiap tahunnya.

“Mereka semakin besar semakin sibuk dan jarang di rumah!” Yeonhee mengerucutkan bibirnya lucu.

“Di Kanada saat aku bekerja Henry tak pernah meninggalkan apartement, sepulang sekolah kalau tidak disuruh belanja atau mencari buku referensi untuk tugas sekolahnya dia pasti akan selalu berada di rumah!” kata Liyin sedikit membanggakan putranya.

“Benarkah? Apa saja yang dilakukannya di rumah?” tanya Yeonhee takjub.

“Banyak, tapi terkadang ia lupa membuang sampah atau sekedar membereskan kamarnya, yang paling membuatku pusing adalah-”

Yaa dia belum mandi, dasar jorok!”

Liyin dan Yeonhee menoleh serempak, keempat bungsu tengah berjalan menuju dapur, Kibum seperti biasanya berjalan dalam diam, sementara Ryeowook berlari setelah mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kyuhyun apa yang kau katakan?” tanya Yeonhee merasa anaknya kembali bersikap tidak sopan.

“Aku bicara benar kok setelah bangun tidur dia langsung bermain biola dan tidak mandi, hanya ganti baju saja!” jelas Kyuhyun, jujur.

“Jorok!” cibir Kangin.

“Aku jadi tidak napsu makan nih!” keluh Shindong.

Henry hanya terdiam menatap saudaranya yang datang satu per satu melingkari meja dengan 20 kursi itu.

Henry I’ve told you for not bring your violin!” tegur Liyin membuat Kibum mengernyit, bukankah seharusnya Liyin menegurnya karena tidak mandi.

Sorry Mom, I can still life but I’m not survive without my violin!” balas Henry tegas, ini pertama kalinya mereka melihat Henry berbicara keras dengan ekspresi kecewa

What if I don’t allow you?

Youngmin entah sejak kapan berada di sana dan menegur putra bungsunya.

I’m sorry Dad… but I can’t promise you that I won’t touch my violin any longer!” elak Henry membuat wajah Youngmin mengeras.

Liyin dan Yeonhee menahan napas mendengarnya, Kibum, Siwon dan Kyuhyun hanya mengernyit heran sementara yang lain hanya diam tak peduli, karena dasarnya mereka memang tak mengerti bahasa negeri Ratu Elizabeth itu.

Yeobo, bisakah kita mulai makannya?” tanya Yeonhee berusaha mencairkan ketegangan yang terjadi antara si bungsu dan ayahnya itu.

Makan malam akhirnya berlangsung, dengan celotehan beberapa anak terutama Shindong, Eunhyuk dan Kangin yang berebut makanan. Henry yang memilih duduk di antara Liyin dan Kibum tak sedikitpun mengeluarkan suaranya lagi.

“Kau benar-benar tidak mandi?” tanya Kangin dengan tatap mengintimdasi.

Sepertinya Henry salah untuk meilih tempat duduk yang bersebrangan dengan si mulut besar. Henry menoleh ke sampingnya di mana Liyin tengah sibuk memotongkan steak untuknya, “Dia tidak biasa mandi malam, dia benci dingin!” kata Liyin.

“Aku menyuruhnya mandi tadi sore tapi dia malah tidak mau!” pancing Kyuhyun.

Liyin menutupi mulutnya dengan tangan, menahan tawa, “Sebenarnya selain benci dingin dia juga tidak terlalu suka mandi!”

“Ewh jorok!” pekik Sungmin yang kemudian menyingkirkan piringnya.

“Itu tidak akan terjadi lagi saat dia tinggal di sini!” sela Youngmin.

“Kau tida bisa memaksa anak-anakmu untuk menjadi disiplin, kau pikir yang tinggal bersamamu adalah yang terbaik?” tanya Liyin, menyindir.

Suasana kembali menegang, inilah salah satu hal yang membuat mereka tak suka Liyin kembali, selain karena dugaan perselingkuhannya dengan Junsu hingga mengandung Henry juga karena pertengkaran yang sering terjadi di antara Youngmin dan Liyin.

“Kau sudah memberitahunya tentang sekolahnya kan?” tanya Youngmin mengalihkan pembicaraan.

“Ya, aku juga sudah memberitahunya bahwa ia akan mengulang kelas!” jawab Liyin setengah hati.

“Maksudnya dia akan mengulang masa SMP-nya?” tanya Yeonhee yang dijawab anggukan oleh Liyin.

“Memang berapa umurnya?” tanya Donghae penasaran.

“Bukankah dia hanya beda satu tahun dengan Kyuhyun?” sahut Eunhyuk tak kalah penasaran.

“Benar, harusnya kan sudah di grade 10!” sahut Donghae sok tahu.

Liyin dan Yeonhee tersenyum mendengar celotehan keduanya, “Memang benar, tapi Henry lahir di bulan Oktober!” Liyin membenarkan.

“Oh berarti beda 2 tahun menurut penanggalan Korea!” kata Kibum dengan senyum jahilnya.

“Tsk!” Kyuhyun berdecak kesal, tahu bahwa mantan magnae itu tengah menyindirnya.

“Ngomong-ngomong kapan Henry akan mulai sekolah?” tanya Yeonhee lagi.

“Dia akan mulai senin ini, dia sudah sangat siap, meskipun harus mengulang kelas 9-nya!” jawab Liyin bangga.

“Tapi dia kan ngga bisa bahasa Korea!” cibir Kangin.

“Dia bisa belajar!” sahut Liyin santai, ia tak pernah menanggapi cibiran Kangin, sejak awal anak itu memang yang paling nakal di antara semuanya.

“Mana mungkin bisa belajar hanya dalam waktu satu hari?” tanya Sungmin setengah meremehkan.

“Kalau Kibum aku percaya!” bisik Ryeowook di telinga Sungmin membuat sang kakak tersenyum.

“Aku se-dikit m-mengerti hangul.”

Henry tiba-tiba berbicara dalam bahasa Korea dengan gagap dan dialeg yang terdengar aneh. Tapi rupanya hal itu cukup membuat para saudaranya tercengang sementara Liyin hanya tersenyum simpul.

“Kibum, kau bantu Henry belajar hangul!” perintah Youngmin, Kibum hanya mengangguk patuh, dia memang yang paling pendiam di antara putra Kim.

“Kenapa harus Kibum, appa? Kan Siwon hyung dan Kyuhyun juga pintar bahasa Inggris!” Ryeowook menolak, dia memang posesif terhadap adik kembarnya.

“Aku? Mengajarinya? Tidak akan!” tolak Kyuhyun telak.

“Kyunnie, jaga bicaramu!” tegur Yeonhee.

“Kibum bukan hanya pintar tapi dia juga tahu bagaimana caranya mengajar.” jawab Youngmin, Ryeowook hanya bisa diam sembari menatap Henry kesal.

.

.

.

Don’t playing your violin again, that’s noisy and since appa warned you for not playing those thing anymore!

Kyuhyun memberi peringatan, sebenarnya siang tadi Henry tidak benar-benar memainkan biolanya, dia hanya menatap biolanya dalam diam. Jadi seharusnya Kyuhyun tidak terganggu dengan suara yang dianggapnya berisik itu.

Arayo hyung!” jawab Henry.

And sleep in the couch!

Kyuhyun menunjuk sofa yang berada tak jauh dari ranjang king sizenya.

Umma told me that we must share, it meant you and me can sleep together in one bed!” bantah Henry membuat Kyuhyun kesal.

“Tsk sejak kapan anak ini jadi berani padaku?” umpatnya kesal, “I don’t care what my umma told to you, it’s my room, it’s my bed so whatever I do that is none of your business! Now I will sleep, so YOU don’t BOTHER me, again!

Kyuhyun menyelimuti tubuhnya lalu berbalik badan tanpa sedikitpun menghiraukan Henry.

Henry tersenyum hambar, “Arayo, arayo hyung!” katanya pasrah, ia dengan terpaksa tidur di sofa itu, tapi rasanya sangat tidak nyaman tidur di tempat sesempit itu, jadi ia turun dan tidur di lantai setelah sebelumnya mengambil bantal sofa untuk alas kepalanya.

.

.

.

Pagi hari di kediaman Kim, beberapa putra Kim telah bangun dan bersiap melakukan aktivitas di Minggu pagi yang cerah ini, tak terkecuali Kyuhyun. Ia dengan sigap melompat dari kasurnya saat mengingat janji Zhoumi dan Eunhyuk untuk mengajaknya ke game centre.

“ARGH!”

Kyuhyun menoleh perlahan saat didengarnya teriakan mirip anak kecil yang diikuti umpatan kasar berbahas asing, “Aish baboya! Disuruh tidur di sofa malah tidur di lantai tsk merepotkan! Yaa wake up!” selesai memaki pada adiknya yang tengah tertidur, si rambut ikal kecokelatan itu dengan seenaknya menendang bokong bocah malang di bawahnya.

No Mom it’s sunday and I wanna sleep for the entire day!” gumam Henry dengan mata tertutup, mungkin ia masih tidur.

Aish micheoso!” umpat Kyuhyun, tak ingin berlama-lama ia pun pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

Sementara di sudut lain rumah Kangin dan Donghae sedang berebut menguasai kolam renang yang sebenarnya sangat luas, di sudut kolam Siwon tampak melakukan pendinginan setelah sebelumnya melakukan lari pagi, sit up dan beberapa olahraga lainnya, itulah mengapa tubuhnya terbilang cukup bagus meskipun usianya masih muda.

Yeonhee, Liyin dan rumah tangga seperti biasanya sedang membuat sarapan untuk anggota keluarga mereka.

“Aku merindukan suasana pagi hari di saat liburan seperti ini!” ujar Liyin saat melihat Sungmin, Heechul dan Ryeowook turun dari lantai 2 di mana hanya ada kamar anak-anak saja.

“Siapa yang paling kau rindukan?” tanya Yeonhee yang masih sibuk berkutat dengan bumbu-bumbu dapur.

“Jujur saja, Hankyung dan Zhoumi…” jawabnya menggantung.

“Tentu saja, mereka putramu, saat Kibum melakukan pertukaran pelajar di LA selama 3 bulan, aku rasanya seperti akan mati padahal aku masih punya banyak anak yang harus ku urusi hahaha.” celoteh Yeonhee.

“Kau benar, tidak ada satu pun Ibu di dunia ini yang mau terpisah jauh dari anaknya!” Liyin tersenyum lalu melanjutkan kembali kegiatan memasaknya.

Umma kapan masakannya matang? Aku lapaaar!” pekik Shindong seraya berlari ke arah dapur.

Jamkaman, kau tunggulah di meja makan bersama saudaramu yang lain!” ujar Yeonhee memberi pengertian.

“Mereka sibuk bermain-main, aku malas, aku tunggu di meja sendirian saja!” katanya kemudian berjalan menuju meja makan.

“Apa hubungan mereka baik?” tanya Liyin sesaat setelah Shindong pergi.

Yeonhee mengela napas, “Kyuhyun bilang dia paling menyayangi Sungmin tapi dia selalu menjahili kakaknya, setiap hari semuanya terkena kejahilannya, sementara Sungmin mendapat hari khusus di hari sabtu!”

“Kemarin?” mata sipit Liyin membulat.

“Karena kalian datang ia tak sempat menjahili Sungmin, dia itu manja sekali tidak mau tidur dengan siapapun tapi saat bangun tidak pernah lepas dari Zhoumi!”

“Aku senang melihat mereka dekat!”

“Kecuali saat Zhoumi ikut-ikutan jahil sepertinya!”

Liyin tersenyum menahan tawa, “Lalu?”

“Leeteuk dan Heechul sudah setua itu masih saja egois, sebentar-sebentar membuat keributan, Hankyungmu anak yang baik, dia yang lebih pantas menjadi anak sulung!” puji Yeonhee apa adanya.

“Syukurlah jika Hankyung tidak merepotkanmu!”

“Tapi aku masih punya banyak anak yang merepotkan! Kangin itu trouble maker, walau ayahnya sering menghukumnya tapi ia tak pernah jera, Yesung tingkahnya aneh, membuat yang lain tidak pernah nyaman berada di dekatnya.”

“Kau harus bersabar mengasuh mereka!”

“Ya aku tahu.”

“Bagaimana dengan si Kembar EunHae dan RyeoBum, Shindong, juga Sungmin?”

“Eum~” Yeonhee tampak berpikir untuk memulai lagi ceritanya, “EunHae yang paling kompak, meraka tidak terpisahkan, berbeda dengan RyeoBum, Kibum suka kesendirian tapi Ryeowook begitu posesif padanya!”

“Posesif?” tanya Liyin terkejut.

“Kibum tidak pernah cemburu ataupun marah saat Ryeowook bermain dengan Sungmin, Kyuhyun atau yang lainnya, tapi bagi Ryeowook tak ada satupun yang boleh menyentuh Kibumnya hah entahlah aku bingung dengan sikapnya!” ujarnya pasrah.

Liyin nampak termenung, sepertinya ia tengah memikirkan Henry, pantas saja Ryeowook tak senang dengan keputusan Youngmin mengajari Henry.

“Shindong pernah melakukan diet karena jatuh cinta pada teman kampusnya, tapi baru turun 10 kg berat badannya sudah naik 15 kg!”

“Benarkah?” kekeh Liyin.

“Mungkin salahku memberikannya banyak coklat dan permen saat dia masih kecil tapi Kangin dan Ryeowook saja berhasil melakukan diet!” keluhnya sembari mencicipi makanan yang tengah dibuatnya.

“Kau malu?” tanya Liyin serius.

Mwo?”Yeonhee menelan kimbap yang belum sempat dikunyah olehnya bulat-bulat, “A-aniyo!”

“Kalu begitu biarkanlah!” kata Liyin bijak, Yeonhee mengangguk pelan, “Lalu bagaimana dengan Sungmin?”

“Dia seperti Heechul dan Kyuhyun, ketus dan jutek tapi dia yang paling menakutkan! Aku menyesal membiarkannya berlajar martial art!”

Wae?”

“Siwon dan Hankyung tidak pernah berbuat ulah tetapi Sungmin sudah sering mengirim teman-temannya ke rumah sakit!”

MWO?”

“Ah onni kau tidak bertanya tentang Siwon?”

“Aku mengobrol cukup lama dengannya semalam, dia juga satu-satunya putramu yang selalu memberi kabar padaku, dia anak yang baik!” katanya seraya menepuk pundak Yeonhee.

“Onni, I’m sorry-”

No need! Even Hankyung and Zhoumi thought I was a traitor!

Liyin tersenyum demi mengatakan bahwa ia baik-baik saja, sementara Yeonhee kini dihantui rasa bersalah atas kejadian 16 tahun lalu.

“Nyonya Jang, nyonya Lee semuanya sudah siap!” ujar bibi Han menginterupsi keheningan yang menyelimuti kedua ibu cantik itu.

Ne!” sahut keduanya.

.

.

.

Good morning!

Henry tersenyum lebar hingga kedua mata sipitnya membentuk garis tipis yang lucu, ia lalu duduk di sebuah kursi tunggal di ujung meja yang bersebrangan dengan sang ayah.

“Apa-apaan dia, sudah terlambat sekarang malah duduk di kursi itu!” ketus Sungmin.

“Hei jangan duduk di situ!” cibir Kangin yang dibalas tatapan polos oleh Henry.

“Biarkan!” bela Youngmin membuat semua kepal menoleh ke arahnya, padahal selama ini tak ada satupun yang berani duduk di sana karena larangan Youngmin dan sekarang ia malah membiarkan Henry duduk di kursi yang ‘setingkat’ dengannya.

Henry tersenyum polos, “Eum baegopah!” katanya sambil memandangi hidangan yang tersaji di meja panjang itu.

“Cih aku juga lapar menunggunya dari dari tadi!” umpat Shindong.

“Ayo kita mulai makan!” perintah Youngmin akhirnya.

Selesai kegiatan sarapan bersama Youngmin mengajak Liyin dan Yeonhee menemaninya ke acara perilisan kantor cabang milik rekan bisnisnya, sementara anak-anak mereka sudah mempunyai jadwal kegiatan sendiri, hanya Henry dan Kibum yang berdiam diri di rumah. Atau lebih tepat di katakan sebagai, ‘belajar-mengajar di rumah’.

Tik! Tok! Tik! Tok!

Suara denting jam di ruang perpustakaan tampaknya menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan tersebut sejak 15 menit lalu, ketika Kibum dan Henry memasuki ruangan yang harusnya digunakan untuk belajar dan mengajar itu.

Kibum menatap Henry dan Henry menatap Kibum, saling diam tanpa melepas pandangan. Kibum tersenyum dengan senyum khasnya seraya berkata, “Aku tahu kau bisa berbahasa Korea!” Kibum menutup kamus yang sejak tadi terbuka di hadapannya.

Henry tersenyum polos, seolah tak merasa tersudut dengan perkataan Kibum barusan, “Dan aku tahu kau jenius!” katanya, memuji.

“Kenapa berbohong? Kau pikir aktingmu bagus?” tanya Kibum, datar.

“Menurutmu ibuku tahu atau tidak?” tanya si bungsu, mengalihkan pembicaraan.

“Menurutmu ibumu bisa dibohongi atau tidak?” Kibum balik bertanya, seingatnya ia belum pernah berbohong pada ibunya, terlebih karena sifat tertutup dan pendiamnya.

“Menurutku… iya!” kata Henry santai.

“Menurutku… tidak!” Kibum menatap Henry tajam, “Aku memang tidak mengenal ibumu, tidak seperti saudaraku yang lain, tapi jika semua ibu sama maka ibumu akan melakukan apa yang sering ibuku lakukan, berpura-pura tidak tahu saat anaknya berbohong!” jelasnya telak menyindir bocah berwajah tanpa dosa di hadapannya.

Kibum berdiri dan berjalan meninggalkan Henry tapi sebelumnya ia menoleh dan memperhatikan si bungsu.

Wae?” tanya Henry galak.

“Huh! Aku hanya mau bertanya, kau putra Kim yang mana? Kau benar-benar anak bungsu atau… anak tunggal?” Kibum menyeringai, kemudian berlalu meninggalkan Henry seorang.

TBC

Annyeong… Kira datang dengan FF baru bertemakan drama keluarga, ada yang tanya Kim Youngmin siapa? Itu loh CEO barunya SMEnt, penggantinya Lee Sooman. Kalau Lee Yeonhee dan Zhang Liyin itu mantan calon member SNSD, terus Yeonhee jadi aktris kalau Liyin aka Jang Riin jadi penyanyi solo.

BTW ini versi yang sudah Kira perbaiki ya ^^v

Komen juseyo *bow

Advertisements