Tags

, , , ,

BuNeHQHCIAATcT4.jpg large

Evil and Snowy

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin and others

Genre: Fluff, Romance

Rating: PG13

Disclaimer: Semuanya punya Tuhan, tetapi alur cerita ini milik saya dan Kibum akan segera jadi suami saya #evillaugh

.

.

.

Minggu pagi yang cerah dengan angin sejuk dan nyanyian burung yang merdu terdengar, dua orang pria yang baru beranjak dewasa tengah sibuk merapihkan barang-barang mereka. Cho Kyuhyun dan Kim Kibum, keduanya adalah sahabat sejak SMA, berada di kelas yang sama dan lahir di tahun yang sama, Kyuhyun yang lahir di bulan Februari dan Kibum yang lahir di bulan Agustus, jarak yang tidak terlalu kentara kecuali jika kau menyadari betapa tuanya wajah Kyuhyun. Setidaknya itulah yang dikatakan teman-temannya, si old-face, begitulah julukannya.

“Huft selesai!”

Kibum menyandarkan tubuhnya di sofa, mereka baru saja pindah ke Seoul setelah berhasil lolos tes masuk Universitas Seoul yang menjadi idaman para calon mahasiswa di negerinya.

Kyuhyun memasuki dapur, pria tinggi kurus itu terlihat sibuk dengan perlengkapan masak dan sayur-mayur segar di tangannya. “Kibum-ah lebih baik kau mandi sana, supaya bisa bergantian denganku!” suruhnya saat mengintip kegiatan bermalas-malasan yang dilakukan sahabatnya.

“Ah… belum apa-apa aku sudah merindukan Busan!” jawab Kibum, ngga nyambung,

“Aku akan mandi setelah selesai memasak, kalau kau tidak mandi, aku tidak akan memberimu sarapan!” ancam Kyuhyun sembari mengiris bawang merah.

“Aish iya cerewet banget sih kayak ahjumma-ahjumma!”

Kibum berlarian menuju kamarnya saat Kyuhyun menatapnya sangar. Kibum memang tidak bisa masak, dia takut benda tajam, takut api dan parahnya lagi tidak tahu bagaimana caranya menyalahkan kompor, lain halnya dengan Kyuhyun. Kyuhyun dan Kibum memang sama-sama anak bungsu, tapi latar belakang keluarga keduanya berbeda, Kibum punya orang tua yang lengkap, seorang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan. Kibum juga berasal dari keluarga kaya raya.

Sementara Kyuhyun, dia yatim-piatu sejak SMP, kedua orang tuanya meninggal karena sebuah kecelekaan, yang ia punya kini hanya Cho Hankyung, kakaknya yang sibuk mencari uang untuk kehidupan mereka berdua. Jadi jelaslah mengapa Kyuhyun bisa begitu mandiri sebagai seorang pria jika dibandingkan dengan Kim Kibum, ya meskipun ia juga seorang pria.

“Ini apa Kyu?” tanya Kibum dengan telunjuk terarah ke mangkuk besar, Kibum baru saja selesai menonton saat Kyuhyun mandi tadi.

“Itu sayur bayam, babo!” Kyuhyun segera duduk di bangku dan mengambil makanan yang sudah dengan susah payah di buatnya.

“Aku bukan Popeye!” Kibum merajuk.

“Terus kamu mau makan apa Snowy?” Kyuhyun mendesah kesal.

“Kenapa tidak ada daging?” rengek Kibum membuat Kyuhyun memutar kedua bola matanya, “Aku akan beli daging nanti, kita tidak mungkin makan sayur terus kan?”

“Ya ampun Kibum kita baru sampai semalam, dan semalam kita makan ramyun bukan sayur! Sudah jangan cerewet, hargai aku yang sudah memasak untukmu!” omel Kyuhyun, jengkel.

Kibum menggaruk kepalanya yang tak gatal, “Aku bisa kurus sepertimu kalau makan sayur tanpa daging terus-menerus!”

“Kau akan lebih kurus lagi kalau aku tidak memasak untukmu!”

Kibum merengut, Kyuhyun kembali memakan sarapannya dalam diam. Kyuhyun benar, mereka tinggal di sebuah rumah sewaan sekarang, hanya berdua dan tanpa ada pelayan, Kibum si bungsu Kim yang kaya raya itu hanya bisa mengandalkan Kyuhyun untuk memasak sekarang, jika tidak ia akan kelaparan karena tidak bisa memasak. Oh sungguh malang nasibmu Kibum.

.

.

.

“Lagu berikutnya adalah sebuah lagu debut yang manis dari 5 Dewa tampan, Hug!”

Jemari itu mengatur beberapa tombol, sebuah headphone yang bertengger di telinganya kini sudah terlepas, dengan senyum ala Jokernya pria bermata elang yang berstatus sebagai DJ dari radio kampus itu menyapa seorang pria bergigi kelinci.

“Itu lagu yang lama sekali!” ejek Lee Sungmin, si pria bergigi kelinci.

“Ini lagu kenangan kita Min!” balas Choi Siwon, si DJ Kampus yang tampan.

“Lebih tepatnya lagu yang kau gunakan untuk menyatakan cintamu di depan murid-murid Kirin, ah sungguh memalukan!” hina Sungmin dengan rona merah di pipinya, Siwon hanya terkekeh dengan sindiran kejam dari kekasihnya.

“Tapi kau tidak berpikir dan langsung menerimaku saat itu, sebenarnya kau lah yang lebih memalukan Minnie!” balas Siwon tak kalah kejam.

“Oh sungguh pengalaman yang memalukan…” cicit Sungmin dengan senyum mengejek.

“Dan menyenangkan!” bisik Siwon tepat di telinga Sungmin, titik sensitif yang selalu berhasil membuat Sungmin mendesah, ah baiklah ini bukan adegan YAOI, ini baru Shonen Ai, jadi jangan berharap banyak tentang ‘making love‘ dalam cerita ini.

“Besok para mahasiswa baru datang!” kata Sungmin mengalihkan pembicaraan, “Ku harap tidak ada uke cantik di antara mereka!” sindir Sungmin.

Siwon sepenuhnya gay, dia tidak pernah tertarik pada wanita cantik bahkan pada si Primadona kampus Im Yoona, tapi Sungmin beberapa kali memergoki Siwon tebar pesona kepada uke-uke di sekitarnya.

“Tenang saja, bahkan aku tidak pernah tertarik pada Yoona!” kata Siwon, santai.

“Yoona punya level yang tinggi, dia tidak mungkin mau dengan DJ serabutan sepertimu,” ejek Sungmin, ia mengambil script milik Siwon dan membacanya dalam hati, “Dan lagi mana mungkin kau tertarik pada wanita?”

Siwon menggaruk kepalanya sembari tertawa malu, “Iya, iya aku minta maaf!” katanya.

Ah andai saja Siwon tahu bahwa Sungmin selalu bersiap memukulnya dengan tongkat saktinya setiap kali melihat Siwon tebar pesona pada uke-uke di kampus. Tapi sebagai pasangan yang sama-sama jago bela diri, akan sangat mengerikan jika mereka bertengkar dengan membawa tongkat. Ah tidak usah dibayangkan.

.

.

.

Kyuhyun dan Kibum sudah sampai di lapangan parkir Universitas Seoul. Kibum turun terlebih dahulu sementara Kyuhyun memarkirkan motornya, Kyuhyun tidak punya mobil, dia hanya punya sebuah sepeda motor yang dibelikan kakaknya saat masuk SMA. Jangan tanyakan Kibum, ia tidak bisa membawa motor ataupun mobil, dia hanya bisa naik sepeda saja karena selalu di antar dan di jemput oleh supir atau kakak-kakaknya.

“Huwaaaa bagus sekali kampusnya!” pekik Kibum norak.

Kyuhyun hapal betul sikap Kibum yang norak, tapi bukan berarti ia sudah terbiasa, sesungguhnya ia malah malu dengan sikap ajaib pria betubuh kecil itu. Sungguh orang kaya sepertinya tidak pantas bersikap norak layaknya anak kampung seperti itu. Ya meskipun memang mereka orang kampung.

“Hush berisik!”

Kyuhyun memukul kepala Kibum dengan cukup keras membuat pria yang lebih muda dan lebih pendek darinya itu meringis.

“Ih sakit tau! Aku kan cuma mengekspresikan kegembiaraanku aja!” Kibum membela diri.

“Sepanjang jalan ke kampus tadi kau sudah melakukannya!”

yuhyun menyindir, bagaimana tidak Kibum terus berkomentar tentang Seoul yang begitu indah, Gangnam yang begitu elit, gadis-gadis Seoul yang cantik dan modis juga tentang gedung-gedung pencakar langit dengan desain luar biasa.

“Aku kan belum pernah ke Seoul sebelumnya Evil!” protes Kibum.

Oh iya benar si norak itu selalu terkurung di istananya, dia baru bisa pergi ke luar kalau kelurganya atau Kyuhyun mengajaknya jalan-jalan dan yah itu sangat jarang.

“Hahaha…” Kyuhyun tertawa, “Menyedihkan!” lanjutnya, menghina.

“Yaa! Apa kau bilang?”

Kibum berlarian mengejar Kyuhyun, Kyuhyun tentu saja lebih unggul darinya dengan kaki-kaki jenjangnya. Keduanya terlihat seperti anak kecil yang tengah bermain lomba lari, sungguh manis hingga menyita perhatian seorang gadis berkepang dua.

Gadis itu menatap kagum dengan mata berbinar, jantungnya berdebar-debar sementara telinganya mendengar nyanyian indah tentang cinta. Bukan sekedar halusinasi, nyatanya seisi kampus ini tengah ramai dengan lagu bertema cinta yang diputar oleh si DJ serabutan yang tampan, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.

“Memalukaaaan!”

Sungmin mengepalkan tangannya saat lagu Romantic St. dari SNSD yang begitu disukainya diputar oleh sang kekasih dan memenuhi setiap ruang kampus. Oh jangan lupakan bahwa radio kampus ini juga dapat dijangkau oleh orang di luar kampus tepatnya oleh semua penduduk Seoul yang berminat mendengarnya.

Sementara Siwon yang merasa sudah selesai melakukan tugasnya melenggang keluar dari ruang siaran, sesekali ia mendapat pujian tentang bagaimana romantisnya ia, “Oh tentu saja, aku memang SEME yang sangat romantis!” pujinya pada diri sendiri.

“KYUHYUUUN!”

BRUK!

Siwon terjengkang dengan sangat tidak elitnya, tubuh kekarnya sepertinya akan remuk, bagaimana tidak setelah sukses menyapa lantai, tubuh itu harus –dengan pasrahnya, tertimpa sebuah beban, yang cukup berat. Siwon mendesah kesal, mata elangnya sudah siap memberikan deathglare andalannya ketika ia melihat seorang pria manis berkulit putih bersih dan kenyal layaknya bayi tengah menatap takut ke arahnya.

“Mi-mianhaeyo sunbaenim.”

Kibum menunduk takut, dalam hatinya ia sudah bersumpah serapah untuk Kyuhyun yang lari begitu jauh darinya dan membawanya ke peristiwa tidak mengenakan dengan seorang seorang senior.

“G-gwaenchanayo…” jawab Siwon, ekspresinya melunak, bibirnya terasa kelu dan matanya menjadi teduh, Kibum seolah menghipnotisnya dan menghapus amarah di hatinya. Wangi vanila yang manis tercium jelas di hidungnya, “Manis.” Siwon menggumam sangat pelan membuat Kibum tak sadar akan pujian yang baru saja di dapatnya.

“Ehem!”

Suara deheman yang menganggu itu menyadarkan Siwon dari belenggu pesona Kim Kibum, sesungguhnya ia masih betah memandangi Kibum, demi Tuhan, Siwon ingin sekali merobek mulut siapapun yang sudah berani menganggu waktu berharganya.

“Aigoo pelan-pelan bodoh!” rengek Kibum saat Kyuhyun menarik tangannya agar ia bisa berdiri dan meninggalkan tubuh kekar Siwon.

“Siwon!”

Ah siapa lagi sekarang, Siwon bangun dengan sewot, ia sudah mengepalkan tangan demi menonjok pengganggu berikutnya tapi, “Bodoh! Kenapa memutar lagi itu, sungguh memalukan!” protes Sungmin dengan wajah malu-malu.

“Ya Tuhan!” ucap Siwon membuat Sungmin melongo, ‘Hampir saja! Untung saja dia tidak melihat adegan romantisku dengan anak manis itu, bisa habis dibantainya aku!’ batin Siwon.

Wae?” tanya Sungmin bingung.

“Ayo kita ke kelas, sebentar lagi kelas kita dimulai!”

Siwon menyeret paksa Sungmin, ia melupakan keinginannya berkenalan dengan mahasiwa baru yang manis itu, ia tidak mau Sungmin marah, jadi sebelum Sungmin bertanya ini dan itu Siwon berinisiatif membawa kekasihnya itu kembali ke kelas mereka.

“Senior yang aneh!” kata Kibum yang bingung,

“Genit!” umpat Kyuhyun yang untungnya tidak di dengar si kepo Kibum.

.

.

.

Kyuhyun dan Kibum berpisah setelah mendapatkan denah lokasi kampus mereka, Kyuhyun akan masuk fakultas Bisnis sementara Kibum akan memasuki fakultas Seni. Jaraknya sungguh jauh, mereka mungkin berada di kampus yang sama tapi belajar di gedung yang berbeda.

“Hai!”

Kibum menoleh dan mendapati seorang gadis berkepang dua tengah tersenyum sangat manis kepadanya, “Bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanyanya meminta izin.

“Oh tentu saja, silahkan!” kata Kibum sembari tersenyum, senyuman yang dijuluki senyuman pembunuh oleh teman-teman SMA-nya, entah siapa yang sudah terbunuh oleh senyumannya sampai dapat julukan semengerikan itu, membuat risih saja.

“Gomawo!” gadis itu duduk lalu mengulurkan tangannya yang rupanya lebih panjang dari milik Kibum, “Lee Donghae imnida, bangapseumnida!” ujarnya memperkenalkan diri, dengan senyuman tulus di wajahnya, sungguh gadis yang ramah.

“Kim Kibum imnida, bangapseumnida!” balas Kibum seraya mengulurkan tangannya dan menjabat tangan gadis yang sama halusnya dengan miliknya.

Jangan pikir mentang-mentang Kibum pria lantas tangannya kasar, Kibum kan selalu merawat kulitnya dengan telaten, belum lagi kerjaannya di rumah hanya makan, tidur dan belajar.

“Ngomong-ngomong, Donghae-ssi orang desa ya?” tanya Kibum entah terlalu polos atau memang kurang ajar.

Bola mata Donghae membola, “Bu-bukan, aku lahir dan besar di Seoul kok!” bantah Donghae sedikit tersinggung, dia kan gadis kota kenapa malah dibilang orang desa.

“Oh? Tapi rambutmu seperti gadis desa hahaha…” sanggah Kibum dengan tawa yang renyah, sungguh tidak sopan, untunglah Donghae sudah jatuh hati padanya, jika tidak pastilah ia sudah menjejali mulut Kibum dengan paprika.

Oppaku bilang aku terlihat cantik dengan rambut seperti ini!” Donghae menjelaskan, malu juga kalau pria yang ia suka mengatainya gadis desa.

“Siapa yang bilang kau jelek? Aku hanya takjub saja melihat penampilanmu yang berbeda, rambutmu hitam dan di kepang, kau sungguh cantik!” Kibum meralatnya, “Ngomong-ngomong di sini aku lah yang orang desa, aku dari lahir dan sampai sebesar ini tinggal di Busan kalau bukan karena kuliah mungkin seumur hidupku aku tidak akan pernah melihat ibu Kota hahaha…”

Kibum memegangi perutnya sambil terus tertawa, dia tidak sadar bahwa kini bukan hanya Donghae saja yang jatuh hati padanya tapi semua gadis yang berada di kelasnya. Kim Kibum, sepertinya kau akan menjadi bintang baru di Universias Nasional Seoul.

TBC

Masih prolog, mohon reviewnya, boleh saran dan kritik tapi ngga terima flame ya 😛

Pairingnya adalah KyuBum, SiMin, SiBum dll yang lain-lainnya tebak aja sendiri xD

Rencananya mau bikin Kyuhyun melarat eh merana di cerita ini, terus maaf ya kalau judul dan ceritanya agak –sangat dan memang, norak. Ini diketiknya lebih cepat dari 2 FF sebelumnya, entah kenapa… #curcol

P.S Maaf karena mereka semua saya bikin OOC *innocentface

Nah! Mohon tanggapannya *bowing

Advertisements