Tags

, , ,

BuNeHQHCIAATcT4.jpg large

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin and others

Genre: Fluff, Romance

Rating: PG13

Disclaimer: Semuanya punya Tuhan, tetapi alur cerita ini milik saya dan Kibum akan segera jadi suami saya #evillaugh

.

.

.

Hari-hari yang sibuk mulai datang, pengenalan pada dunia baru, teman baru, juga lingkungan baru menjadikan jarak di antara Kyuhyun dan Kibum. Kyuhyun lebih sering pergi di pagi hari dan pulang di sore hari, sementara Kibum lebih sering pergi di siang hari dan pulang di malam hari. Pada awalnya sangat sulit, Kyuhyun bagaimanapun tetap harus memasak lebih banyak di pagi harinya agar Kibum sarapan, saat pulang pun ia tetap memasak untuk makan malam Kibum, sialnya terkadang Kibum malah sudah makan di luar bersama teman-temannya.

Tapi tidak biasanya Kibum tidak pulang, mereka sudah hamper 3 bulan berada di Seoul dan baru kali ini Kibum pamit untuk menginap di flat temannya yang tak jauh dari kampus. Memang tugas praktik anak seni sepertinya jauh lebih banyak, wajarlah jika ia lelah dan memilih untuk menginap. Tapi demi Tuhan, Kibum belum pernah menginap di rumah temannya selain Kyuhyun, sebelumnya, jadi jelas saja kalau Kyuhyun merasa terkejut mendengarnya.

Kyuhyun menatap sup daging buatannya yang sudah mendingin, padahal baru beberapa menit yang lalu ia selesai memasak dan menghidangkannya di meja makan. Sup itu adalah makanan kesukaan Kibum, Kyuhyun mendapatkan resepnya langsung dari juru masak keluarga Kim saat Kibum marah dengannya dulu, dulu saat mereka SMA, Kyuhyun tidak sengaja melanggar janjinya pada Kibum untuk menemaninya datag ke pesta ulang tahun anak rekan bisnis ayah Kibum. Selama satu minggu Kibum diam dan tak mau di ajak bicara, hingga Kyuhyun membawakan sup kesukaannya, entah bagaimana caranya, sup itu dengan mudahnya meluluhkan hati Kibum.

“Huft…”

Kyuhyun menghela napasnya kesal, ia mengambil sup daging itu dan memasukannya ke lemari es, “Setidaknya aku bisa memanaskannya untuk sarapanku besok.” katanya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamarnya, masih sempat ia melongok jendela, barangkali Kibum tiba-tiba pulang karena merasa canggung, tapi nyatanya tidak. Kecewa, sedikitnya perasaan itu terselip di relung hatinya ah tapi Kibum juga sudah besar, mana mau dia diatur-atur oleh sahabatnya.

“Aku pulang~”

Kibum melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah setelah mengunci kembali pintu rumahnya.

Ruangan itu hanya di sinari oleh lampu meja yang temaram, Kibum menatap lampu itu, ada ikan-ikan yang berenang memutarinya, sedikit terkekeh saat sadar kalau lampu itu adalah kado ulang tahun ke 16 tahun Kyuhyun yang ia berikan, Kyuhyun mati-matian menolaknya, tapi Kibum malah menangis, jadi mau tak mau Kyuhyun menerimanya, “Evil!” umpatnya kala mengingat kejadian itu.

Kibum tahu pasti sekarang Kyuhyun tengah tertidur pulas, wajar saja mengingat ini sudah pukul 11 malam, Kibum juga tidak menyangka bahwa tugasnya selesai lebih cepat sehingga ia bisa pulang ke rumah. Bagaimanapun ini adalah hari Jumat dan Kibum ingin menghabiskan akhir pekannya bersama Kyuhyun.

Ya… karena hanya di hari itu saja mereka sama-sama punya banyak waktu luang.

.

.

.

“Coba tebak ini apa?”

Sungmin menyodorkan 2 lembar kertas di hadapan Siwon dengan cepat, Siwon yang sedang fokus pada majalahnya langsung menoleh ke arah Sungmin, sayangnya ia hanya bisa melihat dua lembar kertas, sekilas. Tak jelas apa yang sedang dipamerkan pria bergigi kelinci itu padanya.

“Mwoya ige?” tanya Siwon dengan tampang datarnya.

“Ck, babo!” Sungmin memukul kepala Siwon kesal, “Ini tiket nonton konser bodoh!”

“Konser bodoh?” tanya Siwon lagi, masih dengan tampang datarnya.

“Aish!”

Sungmin menghela napas, jengkel. Siwon memang hobi bermain-main dengannya tapi bukan berarti Sungmin senang dengan perlakukannya.

Siwon tersenyum jahil lalu mengambil lembaran kertas tersebut dan membacanya, “Oh tiket konser!” katanya sembari menganggukan kepalanya, “Tapi kenapa konsernya 4Men sih?” tanyanya dalam nada mengeluh.

“Emangnya kenapa?” tanya Sungmin heran.

“Kenapa ngga nonton SNSD atau Hyunah aja?” tanyanya yang langsung mendapat tamparan gratis dari Lee Sungmin, “ADAAAW!”

“DASAR MESUUUM!”

Sungmin meneruskannya dengan memukul dan menendangi Siwon, entah bagaimana nasib tubuh atletis si Kingka kampus itu.

.

.

.

“Kok makan sendiri?” tanya Kibum dengan kepala yang tertutup handuk putih.

“HUWAAAAAA!”

Kyuhyun berteriak hingga terjatuh dengan tidak elitnya dari kursi makannya, bagaimana tidak penampilan Kibum yang aneh, suara bassnya yang mengerikan di tambah kehadirannya yang tiba-tiba sudah pasti membuat siapapun yang berada sendirian di rumahnya merasa terkejut.

“Gwaenchanayo?”

Kibum melempar handuknya asal kemudian menghampiri tubuh Kyuhyun yang terjengkang.

Glek.

Kyuhyun menelan ludahnya saat menatap Kibum, rambutnya masih basah, tetesan airnya membasahi wajah mulus Kibum, Kibum juga hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada. Sungguh seksi, andai saja penulis mau merubah ratingnya.

“Kyu…” cicit Kibum.

“Yaa!”

Kyuhyun mendorong tubuh Kibum dengan kasar, “Apa yang kau lakukan sepagi ini di rumahku?” Kyuhyun merapihkan bangku yang ikut jatuh bersamanya, meregangkan otot-ototnya yang sakit akibat pendaratan tak wajarnya, mungkin tulang pinggangnya kini sudah retak, mungkin.

“Dih, ini kan rumahku juga Kyu.” Kibum menatap Kyuhyun dengan pandangan tak suka.

“Ngapain di sini? Katanya mau nginep?” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Wuah ini kan sup daging kesukaanku!” seru Kibum yang langsung mengendus-ngendus aroma sup tersebut.

Deg… Deg… Deg…

‘Sial, deket banget sih jaraknya! Mana ngga pake baju lagi!’ batin Kyuhyun, berteriak.

“Minggir sana!” Kyuhyun mendorong pinggang Kibum dengan tangannya.

“Ih ngga mau!” Kibum balas menoyor kepala Kyuhyun, “Kalo makan tuh bagi-bagi bro!” katanya lalu mengambil semangkuk sup daging milik Kyuhyun.

“Heh terus aku makan apa?” protesnya, Kibum melengos masuk ke kamarnya, meninggalkan Kyuhyun yang kelaparan.

‘Kalo aja dia pake baju, udah aku ikutin tuh ke kamarnya.’

Kyuhyun lagi-lagi membatin, dengan pasrah, pada akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk memasak ramen saja, berhubung perutnya sudah tak bisa lagi di ajak berkompromi.

Selang 15 menit kemudian, baik Kibum maupun Kyuhyun telah menyelesaikan sarapan mereka, Kibum yang bagusnya sudah memakai bajunya kini berjalan menghampiri Kyuhyun yang baru saja selesai mencuci piring.

“Sekalian ya!”

Kibum dengan seenaknya meletakan mangkuk dan sendok miliknya di bak cucian, Kyuhyun cuma bisa nyinyir di belakang, membiarkan Kibum menenggak jus jeruk botolan miliknya. “Ngga usah nyiyir, ntar aku kasih hadiah deh!” goda Kibum yang lagi-lagi melengos, kali ini ke ruang tv.

Kyuhyun mengusap dadanya, mencoba tuk bersabar yang setidaknya lebih mudah dari pada mencoba tuk bertahan seperti 5Minutes. ‘Dia pikir aku ini pembantunya apa?’ untuk kesekian kalinya Kyuhyun membatin.

Tapi bukan Kyuhyun namanya, kalau tidak bisa membalas dendam, sembari tersenyum evil, bungsu keluarga Cho itu memasukan garam sebanyak-banyaknya di jus jeruk botolan milik Kibum, ‘Rasakan kau!’ kali ini ia membatin dengan senyum evilnya.

“Huwaaah!”

Kyuhyun menatap dua lembar tiket konser ekslusif 4Men yang disodorkan oleh Kibum, sungguh Kyuhyun mengidolakan mereka sejak SMP tapi tak pernah sekalipun beripikir bisa menyaksikan konsernya.

“Dapat dari mana kau?”

Kyuhyun mengambil tiket itu, mengusapnya dan memperhatikan detailnya, sama persis seperti yang ia lihat di internet.

“Teman sekelasku-”

“Baik sekali temanmu!”

“Dia menjualnya padaku.”

“Oh…” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Ngga usah diganti, itu ngga ada apa-apanya dibandingin pengorbanan kamu, masakin aku setiap hari!” mata Kibum berkaca-kaca.

“Membersihkan rumah!” Kyuhyun menambahkan, sepertinya tidak rela jika jasanya dilupakan.

“Dan membersihkan rumah!” tambah Kibum.

“Merawat taman!” tambah Kyuhyun lagi.

“Ya, dan juga merawat taman!” Kibum memutar bola matanya, bosan.

“Merapihkan kamarmu!” Kyuhyun lagi-lagi menambahkan.

“Termasuk itu!” Kibum memajang tampang masamnya.

“Membangunkanmu tidur di detik-detik sebelum aku berangkat kuliah!” Kyuhyun mulai mendata semua jasa yang telah diberikannya kepada Kibum selama mereka tinggal serumah.

“Iya Cho, lalu kau juga yang berbelanja, mengurus tagihan listrik, tagihan air, kau juga yang menata setiap sudut rumah ini, lalu apa lagi Cho?” Kibum menghela napasnya kesal.

Kyuhyun tertawa puas, “Gomawo Snowy!” tangannya terulur demi mengusap helaian rambut milik Kibum, Kibum malah mengerucutkan bibirnya kesal.

“Dasar Evil!” keluhnya.

Kyuhyun tersenyum hangat, bukan karena tiket tersebut tetapi karena Kibum berada di sampingnya hari ini. Di hari yang Kyuhyun ingat sebagai hari pertemuan pertama mereka 3 tahun yang lalu.

TBC

Advertisements