Tags

, , , , , , , , , , ,

IMG-20140607-WA0001

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Minho, Lee Jonghyun, Lee Sungmin, Kim Jungmo and others

Genre: Romace, Comedy

Rating: AU

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya

Summary: Kim Kibum seorang namja introvert yang terpaksa tinggal dengan Cho Kyuhyun yang dingin dan ketus. Kehidupannya yang datar berubah ketika para kingka mengelilinginya.

Pairing: KyuBum, ChangBum, SiBum, JungMin

p. s Pairing lain menyusul seiring berjalannya cerita, mulai part ini akan banyak flashbacknya ^^v yang dibold itu bagian flashback ya soalnya kalau hanya cetak miring di ponsel tidak terdeteksi ^^

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.

.

.

Drap…

Drap…

Drap…

Suara hentakan kaki terdengar di seluruh penjuru Neul Paran High School, ribuan siswa berlari menuju lapangan hijau yang luas di depan sekolah. Tak jarang terlihat para siswa berdesakan seperti hendak mengantri pembelian tiket konser artis kesukaan mereka.

“Ehm,” Choi Siwon si Kingka nomor 1 sekolah berdehem, dilihatnya Kibum yang masih berdiri seperti patung dengan ekspresi datar di depannya, “Jadi bagaimana Kibummie?” tanyanya membuat beberapa anak mendesah kecewa.

Ada yang merasa kecewa karena terlambat datang ke lapangan dan ada juga yang menyayangkan sikap sang kapten tim basket Paran tersebut.

“…”

Kibum menggaruk kepalanya yang tak gatal, menggemaskan, itulah yang Siwon tangkap dari ekspresinya sekarang.

“Bummie, aku mencintaimu!”

Siwon mengulang kalimatnya tadi membuat beberapa siswa yang baru mendengarnya terkejut, siapa sangka pria tertampan di sekolah mereka adalah seorang gay, terlebih dia gay untuk seorang nerd yang culun dan kaku seperti Kim Kibum.

Kibum menggelengkan kepalanya membuat senyum yang merekah di bibir Siwon menghilang, “Maaf Sunbaenim, aku tidak bisa!” katanya tegas, ia lalu membungkuk hormat tanda penyesalan dan berlalu meninggalkan Siwon yang payah hati.

“A-apa dia baru saja menolak Siwon oppa?” tanya seorang gadis berambut pirang.

“D-dia menolak Pangeran Choi?” tanya gadis berambut ikal di sampingnya.

“Dasar nerd tidak tahu diri!” sahut gadis paling tinggi di antara mereka.

Tak butuh waktu lama untuk mendengar gunjingan-gunjingan lain, Siwon tak memperdulikannya, ia memilih kembali ke kelasnya dengan diikuti Zhoumi dan Donghae yang prihatin dengannya.

.

.

.

“Bagus Bummie, kau memang harus menolaknya!” Changmin menepuk-nepuk bahu Kibum bangga.

“Hn.” sahut Kibum.

“Nekat banget sih dia, pagi-pagi gini nembak kamu, di tengah lapangan pula! Ngga sadar kalau jadi tontonan!” kata Changmin berapi-api, “Lagi pula harusnya dia tahu Kim Kibum itu diciptakan untuk siapa!”

“Memangnya untuk siapa?” tanya Minho yang sedari tadi duduk di meja milik Changmin dan Kibum.

“Tentu saja untukku!” jawabnya percaya diri.

“Hahaha.” Minho tertawa hambar sementara Kibum menggelengkan kepalanya heran.

“Aku ini pria normal, kau carilah pria lain Changmin-ssi!”

Kibum menutup bukunya, dengan kaki yang terhentak keras ia meninggalkan kelasnya, berpapasan dengan Kyuhyun dan Jonghyun tapi ia tak peduli. Ia memilih keluar kelas meski sebentar lagi bel masuk berbunyi.

Kibum berjalan menuju atap sekolahnya, tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Ia kesal, kenapa Siwon dan Changmin seenaknya saja memperlakukannya seperti seorang gadis. Meskipun Kibum belum pernah mempunyai hubungan yang special dengan seorang gadis bukan berarti ia tidak normal, Kibum hanya belum menemukan gadis yang menarik untuknya.

“Dasar gila!” keluhnya mengingat perkataan Siwon dan Changmin.

“KIM KIBUM MATI KAU!”

Tiba-tiba saja terdengar teriakan seorang wanita di telinganya, Kibum merasakan kepalanya berat dan pandangannya buram sebelum ia sempat memalingkan tubuhnya.

.

.

.

Flashback

Kibummie kau sedang apa?” tanya seorang anak dengan kaos bergambar Tom and Jerry, Kibum menolehkan kepalanya dan tersenyum lalu melambaikan tangannya, mengisyaratkan temannya untuk menghampirinya. “Kucing?” Kibum mengangguk.

Manis ya?” tanya Kibum meminta pendapat.

Tidak!” tolak temannya.

Wae? Kucing itu kan manis sekali Kyunnie~” Kibum mengerucutkan bibirnya dengan kepala tertunduk.

Karena menurutku, kau lebih manis dari kucing itu!”

Blush~

Kibum menoleh dengan mata membola, “Kyunnie~” cicitnya.

Ini!”

Kyuhyun menyerahkan kucing berbulu hitam dan putih dalam gendongannya.

Gomawo!” kata Kibum seraya mengelus kucing dalam dekapannya.

.

.

.

“Kenapa dia tak juga kembali?” gumam Changmin kecewa, bagaimana tidak ini sudah jam istirahat dan pria Kim di sampingnya tak juga kembali.

“Bodoh!” Jonghyun memukul kepalanya dengan cukup keras, “Dia pasti marah denganmu!” katanya kesal.

“Bukan hanya itu dia pasti akan membencimu!” Minho memanas-manasi.

“Kyu, menurutmu dia gay atau bukan?” tanya Changmin dengan wajah tanpa dosanya.

“Aish anak ini!”

Jonghyun mengepalkan tangannya kesal dan memilih meninggalkan kelas.

“Kau tuli atau bodoh? Tadi kan dia mengatakannya sendiri!” kata Minho lalu mengejar Jonghyun. Changmin mendengus kesal, padahalkan ia bertanya pada Kyuhyun bukan Jonghyun dan Minho.

Molla.”

Kyuhyun berjalan meninggalkan Changmin dan tak mempedulikan teriakan Changmin.

“Kenapa semua orang meninggalkanku?” tanya Changmin frustasi. Tak lama setelahnya Changmin juga keluar, perutnya yang lapar sudah tidak bisa diajak kompromi lagi rupanya.

Berjalan sendirian ke kantin sungguh sangat membosankan terlebih ketika sudah sampai di sana tak seorangpun dari ketiga temannya berada di sana. Mungkin ia akan makan sendirian hari ini. Changmin selesai dengan kegiatan mengambil makan siangnya, si tukang makan itu lalu mencari tempat duduk di pojok kantin yang tanpa sengaja menemukan Siwon dan teman-temannya.

“Hai!”

Changmin berlari menghampiri Siwon yang sedang makan bersama Zhoumi, Donghae, Hyukjae dan Henry.

“Mau apa kau ke sini?” tanya Henry sewot.

Mereka memang musuh sejak masa orientasi sekolah, penyebabnya karena mereka merasa malu mendapat tantangan berciuman dari kakak kelas.

“Diam kau pipi besar, aku tidak berbicara denganmu!” sahut Changmin ikut-ikutan sewot.

“Tapi barusan itu kau berbicara denganku perut kuali!” balas Henry semakin sewot.

“Yaa! Yaa! Sudah jangan bertengkar!” lerai Hyukjae.

“Chagi jangan cemberut dong aku jadi mau menciummu nih!” kata Zhoumi gemas.

“Cih!”

Changmin berdecih melihat adegan lover dovey sang musuh di depannya.

“Hehehe kau baru saja ditolak Kim Kibum, bagaimana rasanya?” tanya Changmin tanpa rasa bersalah.

Henry melotot kesal, Zhoumi ternganga, sumpit yang dipegang Donghae terlepas sementara Hyukjae tersedak susu stoberinya.

“Tertantang!”

“Eh?”

Siapapun pasti heran mendengar jawaban Siwon, mana ada yang merasa tertantang setelah ditolak cintanya tapi sepertinya Changmin mengerti. Bukankah ia juga baru saja ditolak Kibum, sepertinya ia pun ikut merasa tertantang.

“Baiklah! Kita akan bersaing secara sehat dimulai dari sekarang!” tantang Changmin yang dibalas seringain oleh Siwon, sungguh ini pertama kalianya Henry melihat Siwon melakukan hal seperti itu.

.

.

.

Kyuhyun hendak mengeluarkan harmonikan dari sakunya ketika ia mendengar beberapa suara di sekitarnya.

“Dia ada di atap sekolah!”

Terdengar suara cempreng khas gadis Korea, Kyuhyun menggelengkan kepalanya, entah apa yang akan dilakukan gadis-gadis itu bersama teman-teman prianya, ia tidak peduli.

“Baiklah, apakah kami boleh sedikit bermain-main dengannya?” tanya seorang pria berambut hijau, sungguh bukan warna yang tepat untuk seorang pelajar sepertinya.

“Terserah, bawa di ke gudang bawah tanah agar tak seorang pun tahu!”

“Gudang bawah tanah…” gumam Kyuhyun, salahkan telinganya yang terlalu tajam hingga ia penasaran dan terus mendengarkan.

“Habisi saja dia! Dia sudah berani merebut perhatian Pangeran Choi dan menolak cintanya!”

Kyuhyun membelalakan matanya, apakah Choi Siwon yang mereka maksud dengan Pangeran Choi.

“Tidak seorangpun boleh menyentuh Choi Siwon atau dia akan hancur di tanganku!”

“Kim Kibum?”

Mata Kyuhyun membulat sempurna, dipandanginya gerombolan siswa urakan dan putri-putri sekolah itu dengan tajam, “Gadis-gadis itu penggemar Siwon-ssi rupanya… apa yang akan mereka lakukan?” tanyanya pada diri sendiri.

Para pria yang diduganya sebagai kakak kelas itu berlari meninggalkan gadis yang memerintah mereka. Kyuhyun masih diam di tempatnya memperhatikan gadis-gadis itu pergi dengan arah yang berlawanan setelah memberikan sejumlah uang kepada pria-pria urakan itu.

“Apa yang akan mereka lakukan?”

.

.

.

“Aku belum siap Jungmo-ah!”

Sungmin mematikan kompornya, di letakannya panci dengan air yang mendidih itu di atas meja makan milik Jungmo.

“Ini bukan masalah kau siap atau bukan Ming tapi kau mau atau tidak?” kata Jungmo yang kini sibuk menghirup aroma sup buatan Sungmin.

“Huft!”

Sungmin duduk sembari bertopang dagu di atas meja.

“Aku kan sudah bilang padamu, Minho sudah memaafkanmu!”

“Bagaimana dengan yang lainnya?”

Jungmo mengangkat bahu, “Minho terus menanyaimu tapi yang lain… terus terang saja tidak!”

“Hahaha…”

Sungmin tertawa hambar, “Sepertinya kau antusias sekali mempertemukanku dengan anak-anak itu!”

“Ayolah, selain aku siapa lagi alasanmu datang ke Korea?” Sungmin mengerucutkan bibirnya, “Bagaimana jika kau mengikuti rencanaku?” Jungmo mengangkat sebelah alisnya, ekspresi yang menyebalkan bagi seorang Lee Sungmin.

“Rencana apa?”

“Kemari!”

Jungmo memberi isyarat dengan tangannya, Sungmin berdiri lalu membungkukan badannya di hadapan Jungmo sementara pria berambut abu-abu itu membisikan rencana-rencana yang entah sejak kapan berkeliaran di otaknya.

.

.

.

Sekelompok siswa dengan penampilan yang urakan berjalan menuju atap sekolah, dengan hati-hati mereka menggendong seorang pria yang tergeletak di sana lalu membawanya ke gudang bawah tanah tanpa disadari seorang sudah menguntit kegiatan mereka sejak tadi.

BRUK

Dijatuhkannya pria berkacamata hitam yang tengah pingsan tersebut, membuat kacamata yang digunakannya terpental, andai saja mata itu tengah terbuka pastilah mereka bisa melihat bola kelereng indah dibalik kelopaknya yang terpejam.

“Apa yang akan kita lakukan sekarang Rex?” tanya pria berambut hijau kepada temannya berambut merah menyala, sementara seorang lagi yang berambut pirang panjang dengan tindikan di telinga dan lidahnya sibuk mengikat tangan si pria manis.

“Dengar, apapun yang kita lakukan, bocah ini tak boleh mati!” ujar Rex yang disambut anggukan kedua temannya.

“Mumpung dia sudah pingsan dan Luo juga sudah mengikatnya, bagaimana kalau kita mulai permainannya sekarang?” ajak si hijau tak sabaran.

“Tenanglah Shin, kau akan melakukannya setelah aku dan Luo, ingat kau adalah yang termuda!” katanya diakhiri seringaian mengejek, Shin hanya mendengus tanpa bisa menolak.

.

.

.

“Apa yang mereka lakukan?”

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya di tangga menuju ruang bawah tanah, hanya ada gudang tempat penyimpanan barang-barang yang tak terpakai di sana. Tempat yang siapapun enggan mengunjunginya jika bukan karena terpaksa.

Kyuhyun kembali naik ke atas saat merasa tak mendapatkan sinyal yang bagus di sana, “Mereka mengunci pintunya, mereka kira aku tak bisa mendobraknya?” Kyuhyun mengeluarkan kembali smartphone di saku celananya, “Tunggu sebentar,” ditekannya nomor Jonghyun yang menghiasi layar dalam genggamannya, “Bawalah guru pembimbing, wali kelas dan kepala sekolah ke gudang bawah tanah!”

Mwoya?” terdengar suara panik di sebrangnya.

“Aku butuh bantuanmu untuk membereskan para pengacau!”

Ne.”

TUT~

Kyuhyun tersenyum puas lalu melangkah kembali menuju gudang bawah tanah. Sementara itu di dalam gudang yang terkunci Rex tengah menjamah tubuh Kibum yang lebih kecil darinya, ditemanin tatapan iri dari Luo dan Shin yang menunggu giliran. Kibum mendesah dalam tidurnya, membuat ketiga kakak kelasnya semakin bergairah.

“Akh!”

Kibum mengerjapkan matanya saat merasakan sakit.

“Psstt!”

Rex mendekati wajahnya lalu menciumi wajah manisnya membuat Kibum sadar seutuhnya.

“Ugh! Nuguseoyo?” tanya Kibum panik, ia berusah berontak dibawah Rex namun tangannya terikat.

“Tenanglah manis, aku tidak akan menyakitimu, kami hanya ingin bermain-main sebentar denganmu!” tukas Rex membuat Kibum merinding.

“A-apa yang mau kalian lakukan?”

“Menurutmu?”

Shin berjongkok memperhatikan wajah ketakutan Kibum.

“Tenanglah manis,” Luo menghapus keringat yang mengalir dari kening Kibum, “Rex baru melakukan pemanasan, kita belum ke inti permainan!” lanjutnya.

MWO? LEPAS!” pekik Kibum seraya meronta.

Yaa! Tenanglah, jangan memekik seperti itu, lebih baik kau mendesah lagi seperti tadi!” kata Rex lalu melumat bibir Kibum.

“Mmmphhht~”

Kibum terus meronta meski Rex tak memepedulikannya.

BRAK!

Mwo?”

Shin dan Luo mengalihkan pandangan mereka kea rah pintu gudang, Rex dan Kibum bisa merasakan cahaya memasuki ruangan gelap itu.

“Ada penyusup.” gumam Luo.

“Mau apa kau pahlawan kesiangan?” tegur Shin, dengan bertolak pinggang ia berjalan menghampiri seorang namja yang diketahuinya sebagai adik kelasnya.

“Ahhh~ TOLONG!” pekik Kibum saat Rex melepaskan tautan bibirnya.

“Bereskan dia!” perintah Rex kepada Luo, setelahnya pria keturunan Amerika itu kembali menjamah tubuh Kibum dengan lebih kasar karena Kibum semakin seriang melakukan perlawanan.

.

.

.

Jonghyun pada akhirnya berhasil membujuk orang-orang panggilan Kyuhyun setelah berputar-putar dengan alasan temannya dalam keadaan darurat, siapa juga yang mau ke tempat itu, pikir Jonghyun, jangankan wali kelasnya, guru pembimbing dan kepala sekolanya, dirinya pun tak sudi sebenarnya jika bukan mengkhawatirkan Kyuhyun.

“Tsk!”

Jonghyun berdecak menyadari bahwa yang dikhawatirkannya adalah orang paling jahil sedunia, bagaimana jika saat sampa di sana Kyuhyun malah mengurung ketiga gurunya di sana.

“Lee Jonghyun, kau yakin temanmu ada di sana?” tanya Park Jinyoung sang kepala sekolah.

‘Entahlah!’ batin Jonghyun menjawab, “Suaranya begitu serius dan meyakinkan Juyohan!” jawab Jonghyun jujur, setidaknya itulah yang membawanya kemari bersama ketiga orang yang begitu dihormatinya tersebut.

“Dengar, terakhir kali aku ke sana adalah 5 tahun yang lalu saat ada murid yang mencoba bunuh diri karena depresi!” kata Shin Bongsun, guru pembimbing.

Yaa! Siapa yang mengatakan kau boleh berbicara seenaknya Shin Sonsaengnim?” tegur kepala sekolah membuat Choi Jina –wali kelas X-1 menggelengkan kepalanya heran.

“Sudahlah! Dari pada bertengkar lebih baik kita ke sana sekarang!” pinta Jonghyun yang mulai tersugesti perkataan guru Shin.

“Aish anak ini,” kepala sekolah memukul kepala Jonghyun dengan gulungan buku yang entah sejak kapan di pegannya, “Choi Sonsaengnim, tolong beritahu muridmu untuk bersikap sopan pada orang lain!”

Ne!” sahut Jina.

Matanya memberi isyarat kepada Jonghyun untuk beridi di sampingnya dan tak lagi membuat masalah, untunglah Jonghyun bukan tipe murid jahil seperti ketiga temannya sehingga Jina dengan mudahnya memberinya perintah.

.

.

.

BUK!

BUK!

Kyuhyun melempar Shin dan Luo seraya menyeringai penuh kemenangan, ‘Menendang pintu gudang saja bisa kulakukan sendiri, apalagi hanya melempar dua pecundang?’ batinnya bangga, “Bagaimana, sunbaenim? Masih ingin bermain denganku?” tanyanya angkuh.

“Aish sh*t yaa! Bangun kalian berdua! Jangan kalah dengan anak kecil sepertinya!” marah Rex melihat Shin dan Luo yang tengah tergeletak di kiri dan kanan gudang, setalah membentur tembok akibat di lempar Kyuhyun tadi.

“Sudahlah,” Kyuhyun mengibaskan tangannya, “Mereka itu sangat payah, mana ada berandalan yang bertubuh lemah seperti mereka, ayo kemari, aku mau bertanding denganmu saja!” tantang Kyuhyun meremehkan.

“Sial!” Shin menyeka darah di sudut bibirnya dengan kasar.

“Tunggu!”

Luo berteriak dari sebrangnya, matanya menatap Rex yang bangun dan berjalan mendekati Kyuhyun.

“Neo!”

Rex menunjuk wajah Kyuhyun, pria itu jelas jauh lebih tinggi darinya, bahkan lebih tinggi dari Changmin tapi bukan berarti ia takut, ia hanya sedang berpikir apakah kedua temannya masih bisa bangun dan membantu Rex mengeroyoknya, entahlah.

“Hya!”

Rex melayangkan tinju ke wajah mulus Kyuhyun, meninggalkan luka memar di sudut bibir bocah yang berada di dua tingkat di bawahnya.

D*mn!”

Kyuhyun kembali tersulut emosi, dengan kakinya ia menendang perut Rex kemudian memelintir tangannya dan membanting tubuhnya tepat di hadapan Kibum.

“HENTIKAN!” sebuah suara menginterupsinya ketika ia akan menginjak perut Rex.

Ju-Juyohan?” panik Shin, membuat Kyuhyun kembali menyeringai.

TBC

Note: Juyohan adalah Kepala Sekolah

Advertisements