Tags

,

couple129

Cast: Kim Kibum, Choi Siwon and others.

Rating: NC18+

Summary: Liburan Akhir Tahun Kibum bersama rekan-rekan kantornya yang berakhir petaka.

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetulan semata. Semua pemain bukan punya saya

.

.

.

Pesta tahun baru kali ini Kibum habiskan dengan teman-teman sekantornya di daerah pantai Jeju, para karyawan sibuk belomba usai makan malam bersama. Kegembiraan tumpah ruah di malam yang dingin di pinggir pantai, Kibum yang merupakan karyawan termuda hanya tertawa dari kejauhan menyaksikan guraan para seniornya.

Tim Kyuhyun, Changmin dan Donghae tengah mempresentasikan hasil rundingan tim mereka, Sungmin dan Hyukjae tidak bisa diam dan terus mengomentari ide gila tim kekasih mereka, setelah itu tim Yoochun, Siwon dan Yunho yang maju, sesuai peraturan ketiganya menyanyikan yel-yel terlebih dahulu.

Yoochun dan Siwon yang paling konyol di antara semuanya, Junsu sampai heboh sendiri melihat tarian kekasihnya yang tidak tahu malu, Jaejoong berteriak mengejek Yunho yang setengah-setengah karena malu sementara Siwon sudah mendapat dukungan dari para gadis single, termasuk Kibum.

Kibum bukannya menyukai Siwon yang 6 tahun lebih tua darinya, ia hanya terbawa euforia saja, maka tentu saja ia heran ketika Siwon menghampirinya untuk menyalakan lampion bersama-sama.

“Kau tidak tahu caranya?”

Siwon mengulurkan tangannya dan mengambil lampion milik Kibum, mengambik lilinnya dan menusukkannya, “Lilinnya harus dibakar agar kertasnya mengembang, kertasnya tidak boleh sobek agar lampionnya terbang, mengerti?”

“Eum.”

Kibum mengangguk sambil mengambil lampion berwarna oranye miliknya, ia tertegun menatap wajah tampan Siwon yang diterpa sinar bulan. Senyuman Siwon terlihat sangat tulus, terlebih saat pria itu menyerahkan lampion yang sudah siap terbang itu.

“Kau minta apa?”

“Eh?”

“Tidak tahu?”

Kibum menggelengkan kepalanya, bingung dengan arah pembicaraan seniornya.

“Lampion itu akan membawa harapan dan doamu ke surga, jadi sebelum iya hilang dari pandanganmu cepat sampaikan keinginanmu!”

Kibum mengangguk patuh, matanya menatap langit mencari lampion miliknya kemudian mengucapkan harapan di dalam hatinya.

Hari semakin malam, para karyawan sudah berkali-kali menerbangkan lampion, Kibum sendiri sudah menerbangkan setidaknya tiga lampion karena satu lampionnya robek.

“Kibummie, sebaiknya kau kembali ke kamar bersama yang lain!”

Kibum menolehkan kepalanya, Heechul atasannya sedang bergelayut mesra di pelukan Hankyung si Manager Produksi yang merupakan suaminya.

Ne? Kenapa?”

“Anak kecil lebih baik tidur, ini sudah malam, kami akan minum dan mungkin akan mabuk, kau tidak minum bukan?”

Mendengarkan penjelasan Hankyung, Kibum dengan patuh undur diri, dia baru lulus kuliah, usianya 23 tahun dan belum pernah sekalipun menyentuh minuman keras.

Kibum masih sangat polos, tidak seperti rekan-rekan kerjanya yang lebih dewasa dan sudah banyak pengalaman. Maka begitulah, Kibum pergi kembali ke kamarnya, sayangnya tak ada satu pun temannya yang mau ikut kembali.

Ryeowook sudah asik bernyanyi dengan Yesung, Junsu juga sudah menempel dengan kekasihnya. Sialnya mereka bukan menginap di hotel tetapi di sebuah cotage dan suasana malam yang gelap membuat Kibum tersesat.

Bodoh, Kibum memang tidak mudah mengingat jalan, terlebih jika malam dan gelap seperti ini.

.

.

.

Siwon yang merasa mabuk memutuskan untuk kembali ke kamarnya, mengacuhkan Kyuhyun dan Zhoumi yang sudah asik dengan pacar mereka masing-masing.

Siwon memang benar-benar mabuk hingga ia tidak sadar jalan mana yang di tempuhnya kembali ke cotage.

“Hiks… aku takut umma… hiks…”

Siwon menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang gadis menangis, tanpa curiga ia melangkah mendekati asal suara tersebut, di bawah pohon seorang gadis berambut hitam sebahu tengah menangis sembari memeluk kakinya dan menenggelamkan wajahnya di atas dengkulnya.

Siwon terkekeh mendapati ketakutan yang menyergap gadis itu, Siwon berjongkok di depan gadis itu, tangannya terulur dan mengusap lembut rambut gadis itu.

Sunbaenim?”

Mata gadis itu membola saat mendapati Siwon di depannya, gadis itu adalah Kibum, ya dia tersesat hingga ke pinggir pantai akibat lupa jalan pulang.

Siwon yang mabuk tidak menyadari siapa gadis itu, yang ia tahu hanyalah gadis itu menangis di bawah pohon karena takut gelap.

Sunbaenim, tolong antarkan aku ke kamarku.” pinta Kibum.

Siwon memeluk Kibum dengan sangat erat, “Pssttt jangan takut, tidak ada hantu di sini.”

Tubuh Kibum bergetar hebat menyadari ada bau aneh dari tubuh Siwon, pria itu mabuk dan memeluknya, baru kali ini Kibum dipeluk pria selain ayahnya.

Sun-sunbaenim, tolong lepaskan aku.”

Kibum berusaha melepaskan pelukan Siwon tapi pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Psst tenanglah, aku bukan hantu.”

Kibum memberontak dan berteriak di telinga Siwon membuat pria bertubuh kekar itu melepaskannya karena pekikan suaranya.

“Kau mabuk Sunbaenim, aku bukannya sedang takut pada hantu atau apapun, aku ini sedang tersesat!”

Kibum berdiri dan menghardik Siwon dengan raut jengkel, kalau saja Siwon sedang tidak mabuk sudah dipastikan ia akan menampar pria yang bersikap kurang ajar padanya itu.

Siwon ikut berdiri walau tubuhnya limbung, ia berjalan menghampiri Kibum yang mendadak mundur ketakutan, Siwon tertawa dan menangkap tubuh kecil Kibum.

“Lepaskan aku!”

Kibum kembali berteriak hingga membuat Siwon kesal dan membanting tubuhnya di atas pasir putih.

“Lepas- mpphh.”

Siwon membungkam bibir Kibum dengan bibir tipisnya, mengulumnya dengan lembut dan menahan kedua tangan gadis malang itu dengan tangan kekarnya.

Kibum berusaha melepaskan dirinya tetapi Siwon lebih kuat darinya, tangan kanan Siwon dengan kasar merobek kemeja kuning Kibum hingga dua gunung kembar itu menyembul di hadapannya.

Kibum berteriak meminta tolong tapi Siwon kembali membungkamnya dengan sebuah ciuman, tanpa sadar Kibum mulai terbuai dalam cumbuan Siwon dan membiarkan pria itu menelanjangi tubuhnya.

“Tolong hentikan Sunbaenim, tolong aku…”

Siwon tidak mempedulikan tangisan Kibum, setelah menelanjangi tubuhnya sendiri, pria itu kembali menciumi Kibum dari bibirnya, telinganya hingga lehernya. Tubuh Kibum menggelinjang di atas pasir, membiarkan tangan kiri Siwon memilin payudaranya sementara organ vital keduanya terus bersentuhan.

Ciuman Siwon turun ke dada Kibum, tangan kanannya meremas payudara kanan Kibum yang kenyal sedangkan mulutnya melumat payudara kiri Kibum.

“Eungh~”

Siwon menyeringai, Kibum pada akhirnya mengeluarkan desahan yang sejak tadi di tahannya, Siwon duduk di atas perut gadis itu dan menuntun tangan gadis itu memegang juniornya, mengajari Kibum cara memuaskan pria, Kibum tak bisa melakukan apapun selain patuh, tubuhnya tak bisa bergerak saat Siwon menindihnya.

Duar!
Duar!
Duar!

Suara kembang api saling bersahutan, sinarnya berkilauan dengan cantiknya di langit gelap, sudah pukul 12 sekarang, itu artinya pergantian tahun sudah dilewatinya dengan Siwon.

Air mata Kibum mengalir membasahi kedua pipi chubbynya, Siwon menghentikan aktivitasnya, pria itu mendekatkan wajahnya dan menjilati air mata Kibum.

Uljimayo.” ujarnya saat ibu jari tangan kanannya mengusap air mata Kibum.

“Akhhhh…”

Kibum melenguh saat jari-jari tangan Siwon berkeliaran dengan bebas di vaginanya, bermain-main dengan area yang telah basah karena rangsangan Siwon.

“Desahkan namaku.” bisik Siwon yang lalu menjilati klitoris Kibum hingga wanita itu mengelinjang tak karuan.

Siwon masih tak mendengar namanya jadi ia putuskan untuk memasukan ketiga jarinya ke dalam vagina basah itu, mengoboknya hingga tubuh Kibum meliuk nikmat.

“Sebut namaku bodoh, namaku Choi Siwon!”

“Akhhhhh!”

Siwon memasukan juniornya ke dalam lubang sempit itu dan bergerak maju-mundur tanpa ampun, Kibum mengerang kesakitan karena serangan Siwon, gadis itu terpaksa menyebutkan nama si brengsek yang mabuk itu karena pipinya di pukul dengan sangat keras.

“Bergeraklah ahhhh agarhhh semuanya mudah hhhh.”

Kibum tidak menurut, tubuhnya sudah sangat lelah meladeni Siwon, lagipula Kibum sudah ereksi sejak Siwon memainkan jarinya tadi maka dalam keadaan diam dan terus mendesah Kibum membiarkan Siwon menggenjot tubuhnya.

Tangan Siwon dengan bebas mengerjai payudara Kibum, ia juga bisa menciumi gadis itu sesuka hati karena gadis itu sudah tidak berdaya lagi melawannya.

“Ouch~~”

Siwon mencapai klimaksnya dan terjatuh di atas tubuh Kibum, Kibum menangis sejadi-jadinya saat cairan sperma itu memenuhi vaginanya dan berebut mencapai rahimnya.

Siwon kembali mencium bibir Kibum hingga Kibum pingsan, Siwon yang mabuk berpikir bahwa Kibum lelah, jadi ia ikut tidur dan memeluk Kibum di sampingnya.

Siwon tidak benar-benar tidak sadar petaka apa yang diciptakannya, sungguh lalainya ia hingga merenggut kesucian gadis naif seperti Kibum.

END

Saengil chukamanida Kibum-ah, maaf karena kadomu adalah ‘pemerkosaan’ ini LMAO

Advertisements