Tags

, , , , , ,

Bt3f5lECEAIbSJ3

Title: Math

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Kibum and others.

Rating: K+ (Semua anak yang bisa baca boleh baca)

Summary: Semua berawal dari kesok pintaran para Nanny mengajari putra Jung Matematika yang siapa sangka malah membuat mereka malu sendiri.

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetluan semata. Semua pemain kecuali Kim Kibum bukan punya saya /plak

.

.

.

“Satu di tambah satu sama dengan?”

“Dua.”

“Dua di tambah dua sama dengan?”

“Empat.”

“Empat di tambah, eh ini terlalu sulit-”

“Tsk… Nanny aku ini sudah bisa berhitung sejak TK, kau tidak perlu mengajariku!” Kyuhyun mematikan PSP miliknya dan pergi meninggalkan kamarnya. Heechul hanya mendesah kecewa, padahal dia senang bisa mengajari Kyuhyun, entah mengapa anak-anak keluarga Jung sulit sekali di dekati. Junsu dan bibi Cha juga mengatakan hal yang sama kepadanya.

“Sepuluh di tambah sepuluh sama dengan dua puluh!” Heechul ternganga, begitupun Junsu, mana bisa Changmin berhitung hingga angka puluhan padahal ia masih TK dan hanya tau mewarnai bebek dan apel saja.

“Cembiyan di tambah catu cama dengan cepuyuh!” kali ini si kecil Kibum yang berceloteh sambil terus bermain action figure milik Kyuhyun.

“Ba-bagaimana bisa?” tanya Junsu heran

“Siapa yang mengajarkan mereka?” tanya Heechul sama herannya.

“Tuan Jung, nona manis!”

Bibi Cha datang membawa beberapa cemilan dan jus buah segar. Hari ini Yunho dan Jaejoong pergi mengunjungi teman mereka yang baru saja bersalin, karena anak-anak menolak ikut jadi hanya mereka berdua sajalah yang pergi.

“Appa bilang IQ-ku adalah 130, makanya mempelajari Matematika bukanlah hal yang sulit bagiku, aku bahkan sudah bisa perkalian dan pembagian. Jadi Heechul Noona tidak perlu repot-repot mengajariku!” kata Kyuhyun dengan sombongnya, untung semua orang di rumah ini sudah mengerti sikapnya, kalau tidak mungkin dia sudah dijitak oleh pengasuhnya.

“Mana mungkin?” Junsu terdengar meremehkan.

“Benar kok! Bahkan Changmin punya IQ 150 dan Kibum 138!” kata Kyuhyun membanggakan adik-adiknya.

“Kalau begitu kau yang paling bodoh sementara kau yang tertua!” kata Heechul sembari terkikik geli.

“Setidaknya aku lebih pintar dari Noona dan Junsu Noona!” katanya yang langsung menohok hati para pengasuh.

“Ngomong-ngomong berapa IQ ayahmu?” tanya Heechul mengalihkan pembicaraan.

“140, kalau Noona berapa?” tanya Kyuhyun penasaran. Changmin berhenti mewarnai tugasnya dan Kibum berhenti bermain action figure, keduanya malah sibuk memperhatikan wajah Heechul.

“Seingatku sih 100.” kata Heechul asal, bagaimanapun ia tak mau terlihat bodoh dihadapan anak-anak kecil.

“Oh… lumayan juga… kalau Noona?” Kyuhyun bertanya pada Junsu, yang ditanya hanya tersenyum-senyum malu.

“Belapa?” desak Changmin.

“Mungkin 75.” jawab Junsu tak kalah asal, Junsu masih ingat bagaimana ia dapat nilai merah di setiap pelajaran Matematika dan nilai terbaiknya adalah 75 jadi ia mengatakan 75 dengan seenaknya.

“Bodoh!” kata Changmin sambil tertawa.

“Appa bilang kalau IQ 75 itu otaknya lambat, pantas saja Noona lambat!” kata Kyuhyun disusul tawa mengejek, Kibum yang entah mengerti atau tidak ikut-ikutan tertawa karena melihat Changmin dan Kyuhyun. Heechul dan bibi Cha pun tertawa, sementara Junsu hanya bisa tertunduk dengan wajah memerah malu. Sepertinya ia salah memberi jawaban.

.

.

.

“Changmin, kalau sudah besar mau jadi apa?” Junsu terlihat sibuk membereskan kamar Changmin yang berantakan sementara Changmin sedang sibuk bermain puzzle.

“Alsitek!” jawabnya.

“Hahaha arsitek kali, kamu tuh cadelnya ngga ilang-ilang!”

“Hahaha bialin aja dali pada Noona babonya ngga ilang-ilang!” Junsu memanyunkan bibirnya, Changmin sejak tadi terus saja menggodanya karena nilai intelejensinya yang rendah.

“Aku tidak sebodoh itu, aku hanya tidak bisa Matematika!” katanya membela diri.

“Sama saja!” kata Changmin tak mau kalah. Junsu meremas seragamnya, dalam hati bersumpah tidak akan memasukan bekal Changmin ke dalam tasnya biar bocah itu kelaparan di sekolah.

.

.

.

Heechul saat ini tengah mengawasi Kyuhyun yang tengah bermain game, Heechul tidak tahu nama permainannya yang jelas sejak tadi layar komputer terus saja memberikan pertanyaan tentang Matematika, yang meskipun tidak menggunakan rumus yang sulit tetap saja menyulitkan jika dikerjakan dalam waktu yang sebentar.

“Kau benar-benar pintar ya!” puji Heechul yang baru percaya pada kata-kata Kyuhyun.

“Eum.”

Kyuhyun masih fokus pada layar komputernya, tidak sedikitpun menoleh meski Heechul terus menanyainya soal Matematika. Demi apapun yang ada di dunia ini, seandainya Kyuhyun bukan anak majikannya pasti sudah ia jadikan perkedel daging sedari tadi.

.

.

.

“Cha!”

Kibum menggoyangkan tubuh Bibi Cha yang sudah terlelap di ranjang Strawberry Short Cake milik Kibum.

“Oh… maaf Nona Jung, Bibi tertidur!” ujar bibi Cha merasa bersalah.

“Catu… dua…”

Kibum menunjuk bibi Cha dan dirinya sendiri. Bibi Cha tersenyum canggung, si bungsu ini sejak tadi terus saja menghitung benda-benda di sampingnya dan membuat bibi Cha mengantuk.

Nona Jung, ayo tidur siang dulu!” kata wanita paruh baya itu.

Chileo… chileo!”

Kibum menggelengkan kepalanya dan berlari ke arah boneka Barbienya, “Catu, dua, tiga, empat, limaaa!”

Bibi Cha menghela napasnya, sepertinya hari ini Jung kecil sedang terobsesi pada Matematika.

The End

Advertisements