Tags

, , , , , , ,

IMG-20140607-WA0001

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Minho, Lee Jonghyun, Lee Sungmin, Kim Jungmo and others

Genre: Romace, Comedy

Rating: AU

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya

Summary: Kim Kibum seorang namja introvert yang terpaksa tinggal dengan Cho Kyuhyun yang dingin dan ketus. Kehidupannya yang datar berubah ketika para kingka mengelilinginya.

Pairing: KyuBum, ChangBum, SiBum, JungMin

p. s Pairing lain menyusul seiring berjalannya cerita, mulai part ini akan banyak flashbacknya ^^v yang dibold itu bagian flashback ya soalnya kalau hanya cetak miring di ponsel tidak terdeteksi ^^

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.

.

.

Neul Paran High School geger, keramaian yang tercipta dari bisik-bisik yang terdengar dari seluruh penjuru mata angin itu akhirnya sampai ke telinga Changmin, Siwon dan kawan-kawan, bersamaan dengan siswa lainnya mereka berlarian melihat 3 orang pria yang tengah diseret oleh Kangin –si Ketua Kedisiplinan, dibantu Jonghyun dan sang kepala sekolah, sementara Kyuhyun tengah menggendong seorang yang diyakini sebagai Kibum.

Changmin berdecak kesal melihat sang wali kelas dan guru pembimbing yang menghalangi pandangannya karena berjalan mengapit Kyuhyun, dengan kasar ia menyikut beberapa siswa dan berusaha menghampiri Kyuhyun, Siwon yang tak mau kalah langkah pun berinisiatif mengejarnya sementara teman-temannya malah sibuk mendengar gosip yang beredar di antara para siswa.

BLAM

Pintu ruang guru tertutup dengan sangat kencang, Changmin dan Siwon hanya bisa memandang lesu pintu di depannya tanpa bisa berbuat apa-apa, ada dua guru killer berjaga dan memerintahkan murid-murid untuk kembali ke kelasnya. Satu per satu mereka pergi tapi tidak dengan Changmin dan Siwon, Minho bahkan tiba-tiba muncul dan ikut mendapat omelan dari kedua guru tersebut.

“Ugh!”

Kibum mengerang saat Kyuhyun meletakan tubuhnya di sofa, ada perasaan ngilu luar biasa di sekujur tubuhnya yang terbalut hoodie putih milik Kyuhyun, ada beberapa bercak darah di sana, tak terlalu banyak karena pada dasarnya tubuhnya hanya lecet dan tergores di beberapa bagian tapi pukulan telak di kepalanya ditambah lagi berusaha berontak saat ketiga berandal itu mencoba menjamahnya sepertinya cukup untuk membuat tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.

Dibantu Kyuhyun yang tanpa sengaja mendengar percakapan ketiga gadis penggemar Siwon, Kibum menceritakan apa yang baru saja dialaminya, Jonghyun sendiri mengaku bahwa dirinya diminta Kyuhyun datang tanpa tahu apapun, sementara Rex, Shin dan Luo dengan takut-takut menjawab pertanyaan dari sang kepala sekolah.

BRUK! Park Jinyoung sang kepala sekolah menggebrak mejanya dengan sangat keras, bagi para siswa itu, ini pertama kalinya kepala sekolah yang memanggil dirinya sendiri JYP itu terlihat begitu menyeramkan, Kangin si ketua disiplin bahkan mengenal sang kepsek sebagai seorang yang ramah dan mudah bergaul dengan para siswa.

“Kangin-ssi,” panggil JYP dengan suara beratnya.

N-dae Juyohan!” jawab Kangin takut-takut.

“Panggil para siswi nakal itu termasuk Choi Siwon-ssi ke sini, SEKARANG!” teriaknya lantang, terang saja membuat Kangin lari pontang-panting keluar, ya tidak salah murid kelas 3 yang beberapa kali menyabet medali emas untuk olahraga Judo itu menjadi ketua disiplin, nyatanya ia memang bisa diandalkan.

.

.

.

“Akh!”

Kibum menatap iba Kyuhyun, meskipun ia masih bisa berdiri dan menggendongnya tapi wajahnya kini lebam dan terluka, sedikit banyaknya ia merasa bersalah dan sadar bahwa ini semua juga karena dirinya.

Mianhae.” cicitnya sedih.

“Kau bukan yeoja jadi jangan cengeng!” balas Kyuhyun membuat Jonghyun yang sedang mengobati lukanya tercengang, mendengar betapa kasarnya perkataan Kyuhyun, Kibum sendiri hanya mengangguk paham, Kyuhyun memang kasar tapi setidaknya ia sudah menolong Kibum.

Juyohan, ini mereka!” suara Kangin terdengar dari ujung pintu.

Tangan kekarnya terlihat tengah menarik seorang gadis, sementara kedua gadis lainnya kini sedang diseret masuk oleh Changmin dan Minho, Siwon sendiri melenggang dengan santainya tanpa mempedulikan kesusahan sang kakak kelas dan dua teman tim basketnya.

“Good morning Juyohan!” sapa Siwon seraya membungkuk hormat, dengan mata terpincing ia masih sempat mencuri pandang demi melihat Kibum yang kini berbaring di sofa milik sang kepala sekolah.

“Untuk apa dua siswa tidak penting itu di sini?” tanya JYP seraya menunjuk Changmin dan Minho.

“Maaf Juyohan yang benar adalah tidak berkepentingan!” ralat Kangin dengan polosnya.

“Ah iya maksudku seperti itu!” ralat JYP.

“Kami membantu Kangin sunbaenim Juyohan!” sahut Changmin dan Minho kompak.

“Dan itu cukup penting!” tambah Changmin diikuti senyum evilnya.

“Ah terserah apa katamu,” JYP berjalan menghampiri ketiga gadis yang tengah tertunduk malu, “Sebutkan nama kalian!”

“Cepat sebutkan namamu!”

Kangin menggeretak gadis yang baru saja berhenti memberontak di pegangannya.

H-Han Hyori imnida.” ujar gadis itu takut-takut.

“Eum, kau!” JYP kini menunjuk gadis yang berhasil diseret oleh Minho.

Im Seolbi imnida.” gumamnya nyaris tak terdengar.

“Dan kau?” tanya JYP pada gadis terakhir.

Gadis itu memasang wajah masamnya, “Juyohan tak bisa membaca nametagku?” tanyanya nyeleneh.

“Kurang ajar!” sentak JYP kesal.

Ruangan itu memanas, gadis yang dibentak itu masih tetap mengangkat dagunya angkuh meskipun dalam hatinya ada rasa takut yang memuncak, “Aku sedang bertanya siapa namamu bukan menyuruhmu memberiku pertanyaan!” JYP kini menjenggut rambutnya sendiri, sepanjang menjadi kepala sekolah baru kali ini ada seorang siswi yang berani menantangnya saat ia marah.

“Hei kau!”

JYP menunjuk Luo yang masih tecengang dengan apa yang terjadi di hadapannya, dengan ragu Luo menunjuk dirinya sendiri demi memastikan bahwa memang dirinyalah yang dipanggil, “Iya kau! Siapa nama gadis kurang ajar ini? Dan apa saja yang sudah ia lakukan?” tanya JYP dengan suara lantangnya yang menakutkan.

Ahn Minji, dia yang menyuruh kami mengerjai Kibum-ssi, dia yang memberi kami uang dan setahuku dia juga yang memukul kepala Kibum-ssi dengan stik baseball,” Luo menatap Minji takut-takut, “A-aku hanya menjawab pertanyaan dari Juyohan.” Luo kembali menunduk, sementara Minji mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

“Siwon-ssi mereka adalah pengemarmu yang tidak menerima kenyataan bahwa kau gay dan kau menyukai anak itu, aku tidak akan menghukummu, aku hanya akan menghukum orang-orang yang terlibat langsung,” JYP menatap mata elang milik Siwon, tajam, “Tapi Siwon-ssi ini peringatan awal untukmu dan yang lainnya, bahwa aku,” tatapan tajam JYP kini menyapu seluruh ruangan dan berakhir pada mata bulat Kyuhyun, “Tak menyetujui perilaku menyimpang!”

.

.

.

“Oh my God Jungmo bagaimana kau bisa tahu semua ini?”

Sungmin menatap kagum melihat beberapa barang yang dibawa oleh Jungmo, sementara Jungmo hanya menjawab dengan senyuman lebarnya, “Ya ampun Jungmo ini benar-benar… hah,” Sungmin mengangkat kedua tangannya seolah bingung harus berkata apa.

“Ming, kau tidak mau mencobanya sekarang?” tanya Jungmo penasaran.

“Sekarang?” tanya Sungmin sangsi.

“Tentu saja, kenapa tidak?” kata Jungmo retorik.

Sungmin menatap ragu baju-baju yang dibawa Jungmo, “Aku tak yakin,” katanya diselingi helaan napas, “Tapi baiklah akan kucoba.”

JINJA?”

Yaa kenapa kau antusias sekali?”

Sungmin berlalu dengan beberapa baju sedangkan Jungmo malah asik tertawa membayangkan penampilan Sungmin nantinya, sekitar lima menit kemudian Sungmin keluar dengan rok span pendek dan kemeja ketat yang berwarna senada. Jungmo menelan ludahnya demi menyaksikan betapa indahnya lekuk tubuh milik sahabatnya tersebut.

“Aish!”

Sungmin sibuk memperbaiki sumpalan di kedua dadanya, membuat khayalan Jungmo hancur seketika.

Wae?”

“Huh?”

“Kenapa mukamu asam seperti itu, aku sudah memakai pakaian yang kau berikan bukan?”

Ne, tapi masih ada yang kurang,” Jungmo menunjuk beberapa wig di atas meja kemudian tersenyum mesum.

“Ah iya-iya aku tahu,” Sungmin dengan setengah hati mengambil salah satu wig berwarna hitam, dengan sedikit poni, bergaya keriting gantung yang panjangnya hanya sedikit melewati bahunya, “Othe?” tanyanya meminta pendapat.

“Bagus, sentuhan terakhir adalah make upnya!” kata Jungmo seraya memberikan kotak make up yang entah sejak kapan berada di tangannya.

“Demi Tuhan, yeoja benar-benar menyusahkan diri mereka sendiri dengan alat-alat ini!” gerutu Sungmin sembari mengambil kotak make up tersebut.

Sebenarnya ia risih tapi Jungmo mengatakan bahwa ia sangat membutuhkan make up, setidaknya untuk menutupi rahangnya yang tegas. Tak sampai di situ, Jungmo juga memberikannya sepatu berhak dan menyuruhnya belajar berjalan.

“Demi semua labu di dunia, aku benci menjadi wanita!” teriaknya frustasi.

.

.

.

Gomawo!” ujar Kibum sesaat setelah Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang, “Aku tidak tahu apa jadinya aku jika kau tidak datang menolongku tadi…” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Kyuhyun duduk di pinggiran ranjangnya, memperhatikan wajah pucat Kibum yang nampak lesu, “Kenapa kalah dari seorang yeoja huh?”

“Mereka memukulku saat aku tidak melihat mereka, aku-”

“Kau yakin bahwa kau bukan gay?”

TES

Setetes air mata Kibum lolos begitu saja dari matanya, “Aku hiks… kau tidak tahu betapa takutnya aku saat mereka berusaha hiks… menjamah tubuhku hiks… aku benar-benar takut!” serunya diselingi isak tangis.

Uljima!”

Kyuhyun menghapus air mata Kibum dengan jemarinya, ada perasaan bersalah dalam hatinya saat melihat raut ketakutan Kibum, “Kau dengarkan apa yang dikatakan Juyohan? Mereka semua termasuk para gadis itu akan di keluarkan dari sekolah, kau tidak akan bertemu dengan mereka lagi!” katanya berusaha menenangkan.

Tapi Kibum masih saja terisak dan bergumam tentang ketakutannya. Berkata bahwa mungkin saja mereka akan mengejarnya di luar sekolah. Tapi Kyuhyun mengelaknya, dengan sabar ia mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Waktu sudah menunjukan pukul 7 ketika akhirnya Kibum tertidur karena rasa lelahnya setelah menangis seharian, Kyuhyun masih membiarkannya bersandar di dada bidangnya karena Kibum bisa saja terusik saat masih setengah terlelap. Dengan pandangan terluka bola mata kecoklatan itu nyalang menatap pria dalam dekapannya, masih ada bekas air mata di kedua pipi tembamnya, hidungnya pun masih merah sementara isak-isakan kecil masih terdengar akibat tangis histerisnya yang baru saja reda.

Mianhae…”

.

.

.

Flashback

Kyunnie ayo!” kaki-kaki kecil itu berlarian dengan sangat cepat, senyumnya terlihat sangat cemerlang menandakan suasana hatinya yang riang, anak lain disudut taman tampak memilin-milin kaosnya, ada perasaan takut yang menguasai hatinya.

Kyunnie ayo!” suara Kibum kecil kembali terdengar, tawa renyahnya membahana saat tangan kecilnya menarik Kyuhyun berlarian di pinggir kolam.

Kyu takut Bummie!” Kyuhyun kecil menepis tangan Kibum marah, umurnya baru 5 tahun ia tak mengerti sedikitpun tentang renang, yang ia tahu hanya bermain bola dan mobil-mobilan saja.

Bummie juga takut kok!” sahut Kibum polos, tak ada ekspresi takut atau sedih setelah Kyuhyun membentaknya, “Tapi kan kita pakai pelampung, aku jamin kita tidak akan tenggelam!” katanya meyakinkan.

Eum!” Kyuhyun mengangguk yakin, pada akhirnya mereka sibuk belajar berenang dengan bantuan ayah mereka, meskipun lebih sering bermain-main dengan air yang dingin. Anak-anak itu tertawa dengan puas, menikmati masa kecil mereka dan kebersamaan yang singkat.

.

.

.

Di tempat yang berbeda, Changmin, Minho, Jonghyun dan tentu saja Siwon masih terus memikirkan keadaan Kibum, sejak siang tadi Kyuhyun meminta izin dan membawanya pulang, Kibum terlihat histeris saat Changmin mendekatinya dan menyentuhnya. Kibum terus memeluk Kyuhyun dan menolak yang orang lain mendekatinya, terutama kepada Rex, Shin dan Luo, Kibum sama sekali tak berani menatap ketiganya bahkan saat ketiganya terpaksa berlutut meminta maaf padanya.

Tuk…

Tuk…

Tuk…

Minho masih berada di lapangan basket sekolahnya, bermain sendiri meski sekolah sudah sangat sepi, masih ada seorang satpam yang akan berjaga hingga pagi, jadi setidaknya ia masih bisa keluar tanpa khawatir dengan pintu gerbang yang terkunci.

“Kibum.” gumamnya saat tangannya berhenti mendribble, membiarkan benda bulat itu menggelinding ke sembarang arah.

Crash!

ZRRRZZZ!

BRAK!

Changmin membanting stik play station miliknya, entah sudah berapa kali ia kalah hari ini, jiwanya memang tengah bermain tapi hatinya tidak, ia bahkan merasa bahwa ruhnya sedang tidak berada di sini, “Kibum…”

Siwon-ssi mereka adalah pengemarmu yang tidak menerima kenyataan bahwa kau gay dan kau menyukai anak itu!”

Gemercik air terdengar di sudut sebuah kamar mewah, tepat di dalam sebuah kamar mandi milik putra sulung Choi.

Tapi Siwon-ssi ini peringatan awal untukmu,” Siwon masih ingat dengan jelas bagaimana sang kepala sekolah menatapnya tadi, bagaimanapun Siwon salah satu siswa berprestasi yang cukup dekat dengan JYP.

Bahwa aku tak menyetujui perilaku menyimpang!” kata-kata itu terus terngiang-ngiang di telingannya, kata-kata itu sama persis dengan apa yang diucapkan ayahnya dulu, saat ia mengakui tentang ketertarikannya kepada sesama jenis.

“Kibum…”

Dentuman musik yang memekakan telinga terdengar di seluruh ruangan, Jonghyun yang sudah mengganti seragamnya itu tampak dikelilingi beberapa wanita cantik di sudut bar. Tangannya sibuk menatap foto-foto KyuLine dan Kibum saat berkunjung ke Pulau Jeju, Kibum Nampak berbeda, matanya begitu bening dan polos, sementara seyumnya begitu lugu.

“Siapa dia? Dia terlihat sangat tampan dan manis!” kata seorang gadis di samping Jonghyun.

“Kibum!” jawab Jonghyun singkat.

“Oh!” beberapa gadis lain ikut melihat, Jonghyun beberapa kali mengajak KyuLine tapi mereka tak pernah melihat Kibum.

“Dia straight!” seru Jonghyun membuat para gadis tersenyum, bersiap mengincarnya, “Tapi ada banyak seme yang mengincarnya!” lanjutnya, membuat senyum para gadis itu menghilang.

Jinja?” tanya salah satu dari mereka.

Ne~” Jonghyun tersenyum evil, pada akhirnya ia sadar apa yang membuat teman-temannya begitu menginginkan Kibum.

.

.

.

“Eungh~”

“Kibum, already wake up?” Kyuhyun menyentuh kening Kibum dengan lembut, semalam tadi ia demam dan Kyuhyun yang menjaganya.

“Kyu~” gumam Kibum, “Kau masih di sini?” tanyanya dengan suara yang terdengar lemah.

“Kau demam semalam tapi sepertinya sudah turun, aku sudah meminta pelayan membuatkan bubur untukmu!”

“Aspirin, kepalaku sakit sekali!” pintanya seraya memijat keningnya yang terasa berdenyut.

“Itu karena kau belum makan dan menangis terlalu lama, tunggu sebentar, aku akan mengambilnya berserta sarapanmu!”

Kyuhyun dengan cepat berlari keluar meninggalkan Kibum yang bingung dengan sikapnya yang berubah menjadi baik dan perhatian. Tapi ia berusaha menekan perasaan itu, mungkin Kyuhyun sudah mulai menerimanya menjadi teman, setidaknya ini sudah bulan ketiga sejak ia tinggal di kediaman keluarga Cho.

“Akh!”

Gwaencahana?”

Aniya, hanya sedikit pusing!”

Kyuhyun mengambil semangkuk bubur yang baru saja dibawanya, “Kalau begitu makanlah agar kau bisa minum obat.”

Ne, eum gomawo…”

Cheonma!”

Kyuhyun mulai menyuapi Kibum, untunglah sekarang hari sabtu, jadi mereka bisa beristirahat tanpa perlu melewatkan lagi pelajaran di sekolah.

“Kyu, kurasa kau menjadi lebih baik setelah kejadian kemarin…”

Kibum menggigit bibir bawahnya, merasa tak enak dengan apa yang diucapkannya.

“Mungkin aku memang harus memperbaiki sikapku.”

Kibum tersenyum, seolah berkata, inilah yang kuinginkan darimu. Hari itu sepertinya menjadi awal baru bagi keduanya untuk memulai hubungan sebagai teman.

Dan hari pun berganti, senin pagi yang berawan, Neul Paran masih ramai dengan gosip tentang pemerkosaan Kibum yang gagal, Kibum sudah melupakan traumanya, ia berusaha untuk tak menjauhi KyuLine, bahkan ia membalas sapaan Siwon saat mereka bertemu di koridor sekolah.

“Sepertinya ada yang berbeda hari ini,” Jonghyun menatap Kibum dan Kyuhyun bergantian, “Kau jadi lebih baik Kyu!” pujinya yang terdengar lebih mirip sebuah sindiran.

“Kyu, harusnya aku yang duduk di situ!” Changmin menarik Kyuhyun untuk menyingkir dari tempatnya.

“Bukankah Ryeowook yang harusnya duduk di sana?” balas Kyuhyun dengan senyuman mengejek.

“Kalau begitu biar aku saja yang di sini!”

Minho duduk begitu saja, mengambil kesempataan saat Changmin dan Kyuhyun bertengkar.

YAA!”

Kibum melongo melihat Changmin, Kyuhyun dan Jonghyun berteriak serempak.

“Bisakah aku meminta Ryeowook kembali duduk di sini?” pinta Kibum dengan ekspresi memelas.

Minho langsung cemberut mendengarnya, begitupun Changmin, Kyuhyun hanya tersenyum evil melihat Changmin dan Minho sementara Jonghyun tersenyum lega.

“WOAH!” beberapa anak berteriak heboh saat Sungjong memasuki kelas bergosip ria.

Wae gudae?” tanya Jonghyun risih.

“Ah!”

Sungjong berlari kecil menghampiri KyuLine, “Ada guru baru yang sangat cantik dan seksi, tidak kalah cantik dan seksi dari Kim Hyuna!” katanya dengan mata berkilat.

“Maaf kau salah orang untuk bercerita, kami semua gay!” ujar Minho enteng.

“Aku bukan gay!” ralat Kibum.

“Oh begitu ya sudah sebentar lagi dia akan masuk kelas kita, siapa tahu kalian kembali normal, siapa tahu?”

Sungjong melenggang kembali ke tempatnya, kali ini bercerita dengan Sunggyeol dan Woohyun yang duduk di dekatnya.

KyuLine ikut kembali ke tempat mereka, Changmin meminta Ryeowook kembali ke tempatnya semula, tak lama setelahnya bel berbunyi dan seorang wanita muda yang mereka yakini sebagai guru baru yang cantik dan seksi itu pun datang.

Annyeonghaseyo, Sunny Lee imnida!” guru itu tersenyum, senyuman yang bisa menghipnotis seluruh murid di kelas.

TBC

Advertisements