Tags

, , , ,

BuNeHQHCIAATcT4.jpg large

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmi and others

Genre: Fluff, Romance

Rating: PG13

Disclaimer: Semuanya kecuali cerita ini dan Kibum bukan milik saya #smirk

.

.

.

Kibum dan Donghae telah selesai mengerjakan tugas mereka, Donghae sekarang sedang diseret Hyukjae untuk menemaninya mandi sementara Kibum ditinggalnya di ruang tamu bersama Sungmin.

Kibum duduk dengan kaku, sial sekali harus terjebak di sini bersama seniornya yang menatap seriap inci tubuhnya dengan tajam. Sungmin menyeringai saat menatap ada aura uke dalam diri Kibum. Kibum menyeruput tehnya, memainkan jemarinya dan melihat ke sekitar rumah. Bungsu Kim terlihat salah tingkah, tidak terbiasa berbicara dengan orang asing meski Sungmin tak lagi asing baginya.

“Manis.” gumam Sungmin menginterupsi kamunan Kibum.

Ye?” tanya Kibum yang tak mendengar dengan jelas gumaman Sungmin.

“Bagaimana kau bisa mengenal adikku?” tanya Sungmin, mengalihkan pembicaraan.

“Oh, itu karena Donghae-ssi duduk di sebelahku di kelas kami.” jawab Kibum apa adanya.

“Kau tinggal di mana?” tanya Sungmin, penasaran.

“Aku menyewa sebuah rumah tak jauh dari kampus.” Kibum tersenyum kaku.

Sungmin mengangguk, “Sudah punya pacar?”

Ne?

“Kau tidak mungkin masih single kan?”

Kibum cengo mendengarnya, seharusnya ia langsung pulang saja tadi dan bukannya menunggu Donghae mengantarnya sampai halte bus.

.

.

.

“Gila!” pekik Kyuhyun saat melihat Kibum pulang diantar seorang wanita dengan mobilnya. Kyuhyun berdiri di balik pintu untuk segera menginterogasi Kibum.

My God!” Kyuhyun melotot melihat Kibum yang tengah terkejut melihatnya.

“Siapa itu?” tanya Kyuhyun datar.

“Donghae-ssi, temanku.” Kyuhyun menatap Kibum dari kepala hingga kakinya.

“Cih! Pria diantar wanita, sungguh tidak tahu malu!” ejek Kyuhyun.

YAA! Di luar hujan lagi pula jarak dari rumah Donghae-ssi ke halte bus sangat jauh!” kata Kibum seraya membuka jaketnya yang sedikit basah karena hujan.

“Tidak di ajak mampir?” sindir Kyuhyun.

“Dia wanita baik-baik, bodoh!” Kibum melemparkan jaketnya ke kepala Kyuhyun, “Aku lapar, kau masak apa?” tanya Kibum menghampiri dapur.

“Kau pikir aku maid?” bentak Kyuhyun kesal.

“Aku pikir memang begitu!” jawab Kibum santai.

“Aish! Setan kecil!”

Kyuhyun melempar jaket Kibum ke arah si empunya dan masuk ke kamarnya, Kibum tertawa melihat pintu dibanting Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun sedang sensitif sekarang.

.

.

.

Jika ada hal di dunia ini yang begitu Kibum kagumi itu adalah Kyuhyun, pria itu bisa melakukan apapun yang tak bisa ia lakukan, pria itu juga selalu ada di samping Kibum dan menemani hari-harinya yang sepi, pria itu adalah pria yang entah sejak kapan mengukir namannya di hati Kibum, pria itu, pria yang Kibum cintai.

“Kibummie…”

Seorang gadis berkepang dua menginterupsi khayalannya, Kibum tersenyum seperti biasanya, senyuman pembunuh kalau kata penggemarnya.

Ne, Donghae-ya?”

Kibum menutup buku yang tak pernah dibacanya dan mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang rupanya adalah adik Lee Sungmin, senior yang di temuinya di konser tempo hari.

“Aku mau mengajakmu ke pasar malam, kau mau ikut tidak?”

“Pasar malam ya… kenapa tidak pergi dengan kakakmu?”

Donghae tersenyum hambar, Kibum ini entah polos atau bodoh, mana ada gadis seusianya yang mau pergi ke pasar malam bersama kakaknya.

“Sungmin oppa juga akan pergi tapi bersama pacarnya!”

“Oh kalau begitu kau pergilah bersama pacarmu!” saran Kibum.

Ya Tuhan Donghae sudah mengepalkan tangannya di bawah meja saat ini, seandainya saja pria ini bukan Kibum pasti ia sudah memukul wajahnya.

“Aku belum punya pacar Kibummie, makanya aku mengajakmu.”

Kibum menggigit bibir bawahnya, sepertinya ia baru sadar bahwa sejak tadi Donghae tengah menggantungkan harapan padanya.

“Baiklah.”

.

.

.

Snowy! Mau ke mana kau?”

Kyuhyun memperhatikan penampilan Kibum yang terlihat begitu rapih malam ini, oh iya ini kan malam minggu, malamnya para muda-mudi berkencan karena besoknya mereka nyaris tak punya kegiatan.

“Kyu, aku mau pergi ke pasar malam bersama Donghae, kau mau ikut?” tanya Kibum seraya memakai sepatunya.

“Cih siapa yang mau nontonin orang pacaran, kalo mau pergi, pergi aja sana!”

Kyuhyun melenggang masuk ke kamarnya meninggalkan Kibum yang tengah merajuk sendirian, seandainya Kyuhyun tahu bahwa lebih baik ia mati bosan bersama Kyuhyun ketimbang pergi ke pasar malam dengan Donghae. Tapi bagi Kibum menyakiti hati wanita sama saja menyakiti ibunya jadi ia tak mungkin tega menolak permintaan Donghae.

“Begini sajalah!” kata Kibum, merasa bahwa penampilannya sudah cukup rapih toh hanya pergi ke pasar malam dan bukan ke acara makan malam.

Kibum pada akhirnya sampai di pasar malam yang di maksud, pasarnya sangat ramai meskipun ini adalah hari pertamannya dibuka, Kibum sedikit pusing melihat keramaian, ia tidak tahu di mana Donghae, gadis itu memutuskan untuk bertemu Kibum di pasar malam saja karena Kibum memang tidak bisa membawa motor ataupun mobil sementara Donghae pergi bersama Sungmin.

“Kibum!” Kibum celingukan mencari asal suara, Donghae melambaikan tangannya, “Di sini Kibum-ah!” kata Donghae, setengah berteriak. Kibum berlari kecil menghampiri Donghae.

“Kibum!” Kibum melotot melihat Sungmin dan Siwon.

Anyeonghaseyo Sunbaenim!” katanya seraya membungkukan badan.

“Jangan terlalu formal Kibum-ah, panggil Hyung saja!” kata Siwon dengan cengiran khas Jokernya.

Ye!” Kibum mengangguk, dia masih bisa menangkap tatapan tajam Sungmin padanya.

Oppadeul, aku dan Kibum-ah pergi ke sana ya!” kata Donghae seraya bergelayut ditangan Kibum, Kibum salah tingkah dibuatnya, Donghae sepertinya tak sadar bahwa Kibum tengah menahan kegugupannya karena tatapan Sungmin.

Ne, pergilah!” kata Sungmin seraya menyeret Siwon pergi.

“Hei lebih baik kita pergi bersama-sama!” kata Siwon menyarankan, Sungmin menggelengkan kepalanya dan melenggang meninggalkan Siwon. Kibum sudah diseret Donghae menjauh dan akhirnya Siwon hanya pasrah mengikuti Sungmin.

.

.

.

Donghae dan Kibum berkeliling mengitari pasar malam dan memainkan setiap permainan yang ada, Kibum rupanya cukup pandai bermain, terbukti ia sudah berhasil memenangkan 4 buah boneka yang semuanya langsung diberikannya kepada Donghae. Donghae benar-benar senang dan merasa menjadi wanita paling beruntung malam ini, bagaimana tidak puluhan pasang mata terus saja menatap iri ke arahnya dan Kibum.

Donghae sudah terbiasa dengan debaran jantungnya saat berada di dekat Kibum tapi tetap saja ia tidak bisa tahan saat Kibum memberikannya boneka, rasanya seperti terbang ke angkasa dengan sayap-sayap putih bidadari saat melihat senyum mematikan Kibum.

YES!” Kibum memekik senang, kali ini ia berhasil memenangkan sebuah PSP, Donghae bertepuk tangan bangga.

“Woah hebat!” puji Siwon, rupanya ia dan Sungmin sudah berada di sana sejak Kibum mengantri permainan itu.

Oppa lihat!” Donghae memamerkan boneka-bonekannaya kepada Siwon dan Sungmin, “Ini semua dari Kibum, hebat sekali bukan?” puji Donghae senang.

“Eum! Bagus!” kata Sungmin saat melihat boneka-boneka pink, sepertinya ia lebih tertarik pada boneka-boneka tersebut ketimbang dengan cerita kehebatan Kibum.

“Kalau PSP tidak mungin diberika kepada Donghae-ya kan?” tanya Siwon membuat Donghae dan Sungmin menoleh ke arah Kibum.

“Tentu saja tidak! Ini untuk Kyunnie!” jawab Kibum dengan seyumnya yang merekah.

Donghae entah mengapa tidak suka melihat senyum itu, meski itu masih senyum yang sama dengan mata bulan sabitnya. Siwon tersenyum kecut, sepertinya ia tahu siapa yang Kibum maksud, Sungmin hanya mengangkat sebelah alisnya, tengah berpikir tentang bagaimana sebenarnya hubungan Kibum dan Kyuhyun.

.

.

.

Kibum menyalakan lampu rumahnya, dilihatnya Kyuhyun tengah tertidur di atas sofa dengan tangan terlipat di dada. Kibum tersenyum dan menghampiri Kyuhyun, ada rasa bersalah yang menyusup dalam hatinya saat melihat wajah lelah Kyuhyun, Jemarinya dengan sangat hati-hati menyingkirkan poni yang menutupi mata Kyuhyun, kemudian mengusap pucuk kepala itu dengan sangat lembut. Kibum tersenyum, merasa sangat konyol ia menarik tangannya tetapi tangan Kyuhyun menahannya.

Jantung Kibum berdebar dengan sangat keras seolah ingin lompat keluar dari tempatnya bersarang, Kyuhyun membuka matanya dan menatap Kibum dalam, “Nomu johanika…

“Kyu…”

Kibum tak tahu harus menjawab apa, ia merasa tengah hanyut dalam sebuah mimpi yang ia ciptakan sendiri, tetapi sentuhan tangan Kyuhyun dan aroma tubuhnya begitu nyata ia rasakan.

Nomu saranghanika…

Kyuhyun mengangkat kepalanya demi menghampiri Kibum, Kibum tak tahu harus berbuat apa, mata Kyuhyun yang sendu seolah menghipnotisnya dan dalam sekejap saja ia merasakan ciuman pertamannya telah direbut oleh pria yang juga merebut hatinya.

Nado joha…

Kibum bergetar, rasanya ia tak bisa membedakan rasa haru, bahagia dan bingung dalam ketidak percayaannya. Kyuhyun tersenyum dan membelai pipi Kibum dengan sangat lembut.

Saranghae!” serunya seraya mengecup pipi Kibum.

.

.

.

Sungmin berjalan cepat saat melihat Kyuhyun berjalan di lorong kampus, pria itu tengah sendirian jadi Sungmin punya kesempatan untuk mengajaknya berbicara.

“Kyuhyun-ssi!” panggilnya membuat sang junior menoleh.

Nde?

Kyuhyun memutuskan untuk diam di tempat dan membiarkan sang senior menghampirinya.

“Punya waktu?” tanya Sungmin membuat Kyuhyun mengernyit heran, “Ada yang ingin ku bicarakan!”

Kyuhyun memang sedang ada jam kosong, jadi ketika Sungmin mengajaknya untuk pergi ke kafe di dekat kampus mereka ia memutuskan untuk ikut saja.

“Jadi, apa yang ingin Sunbae bicarakan?” tanya Kyuhyun, mereka sudah duduk bersama selama lima belas menit, bahkan minuman mereka pun telah sampai. Tapi yang dilakukan Sungmin hanya diam dan menatap Kyuhyun.

“Apakah kau pernah mendengar acara radio kampus?” tanya Sungmin akhirnya.

“Teman-temanku mendengarnya, aku hanya mencuri dengar saja!” jawab Kyuhyun, ia merobek bungkusan gula dan menuangkan pada secangkir kopi miliknya.

“Snow White!” seru Sungmin entah pada siapa.

Mwo?” Kyuhyun terkekeh geli mendengar panggilan Sungmin.

“Kau tidak tahu kalau DJ Andrew memainkan lagu Snow White nyaris setiap hari untuk seorang yang dia juluki Snow White?” tanya Sungmin yang tiba-tiba mendengar lagu Secret Admirer milik Mocca, “Tsk! Lagu ini!” umpatnya. Rasanya lagu ini tengah mengejeknya.

“Kau tahu lagu ini? Lumayan juga, lagu siapa?” tanya Kyuhyun.

“Mereka band luar, kau tidak akan kenal! Jangan mengalihkan pembicaraan!” katanya kesal.

“Hahaha Sunbae, aku tidak mendengar lagu yang kau katakan tadi!” jawab Kyuhyun geli, aneh sekali seniornya ini, mengajaknya ke kafe hanya untuk bertanya hal yang tidak penting.

“Tapi kau Snow White kan?” tanya Sungmin semakin jengkel.

Mwo? Buahahaha!” Kyuhyun memegangi perutnya menahan sakit akibat tawanya yang begitu keras.

Yaa sikeureo!” marah Sungmin, Kyuhyun menutup mulutnya untuk menahan tawa.

“Apa yang membuat Sunbae berpikir bahwa aku ini adalah Snow White yang di maksud DJ amatiran itu?” tanya Kyuhyun heran.

“Tsk! Dia masih pacarku, jadi jangan mengatainya seenak jidatmu!” Sungmin menyesap kopinya kesal.

“Aku bukan Snow White, maaf kau salah orang! Boleh aku pergi sekarang?” tanya Kyuhyun hati-hati.

“Tapi kulitmu putih!” kata Sungmin menahan Kyuhyun.

“Dan pucat! Aku lebih mirip vampir ketimbang Snow White sebenarnya, lagi pula ada orang lain yang lebih pantas disebut Snow White dibandingkan aku!” katanya seraya membayangkan wajah Kim Jaejoong –kakak perempuan Kibum yang sangat cantik.

Nuga?” tanya Sungmin penasaran.

“Seseorang, kau tidak akan kenal!” jawab Kyuhyun meniru Sungmin.

Sungmin melempar sendok ke kepala Kyuhyun tapi bocah itu dengan santainya pergi meninggalkan Sungmin.

“Kalau bukan Kyuhyun barangkali dia Kibum? Kibum?”

Sungmin membayangkan wajah Kibum, ya bocah itu memang punya kulit yang putih, bibir yang merah seperti buah ceri dan rambut yang indah.

“Yang benar saja! Masa yang seperti itu jadi uke?” kata Sungmin sangsi, oh sepertinya Sungmin benar-benar menganggap Kibum menyukai Donghae adik perempuannya, “Memang manis sih… atau jangan-jangan dia seorang bisex?”

.

.

.

Siwon sudah berada didalam studio radionya dan bersiap menggantikan posisi temannya di sana. Otaknya terus berputar untuk mencari lagu apa yang mau ia putar hari ini seraya membaca kertas permintaan lagu yang dituliskan teman-temannya.

“Siwon-ah!” panggil Sooyoung seraya meletakn headphonenya, “Selamat bertugas!” kata gadis itu seraya menepuk pundak Siwon.

Ne! Gomawo!”

Siwon tersenyum, gadis itu kemudian pergi bersama kekasihnya sementara Siwon sudah duduk dan bersiap dengan tugasnya.

Annyeonghaseyo yoerobun! DJ Andrew yang tampan telah datang untuk menghibur kalian!” katanya dengan suara genitnya, seperti biasa.

Tangan Siwon sibuk memilih lagu di laptopnya hingga sebuah pesan masuk ponselnya, beruntung ia telah mematikan nada deringnya. Donghae rupanya, meminta sebuah lagu diputarkan untuk Kibum, Siwon tersenyum dan mengangguk setuju.

“Lagu pertama untuk seorang yang selalu bersinar dengan indahnya, It’s Me!” katanya, kemudian suara Sunny mengalun indah di telinga semua pendengar termasuk juga Kibum.

Kibum tersenyum mendengarnya, lagu ini memiliki lirik yang bagus. Donghae juga tersenyum, ia senang karena Kibum menyukai lagu yang dipilihkan, lagu yang sebenarnya adalah bentuk dari perasaannya yang belum tersampaikan. Tapi bagi Kibum lagu ini adalah perasaannya kepada Kyuhyun, mungkin ia akan memberikan lagu ini untuk Kyuhyun nanti.

“Kibum-ah, bukankah lagu ini sangat bagus?” tanya Donghae.

“Tentu saja!”

Kibum tersenyum dan mengangguk pasti. Di ruangan lain sang DJ tengah membayangkan senyuman Kibum, meskipun ia tidak pernah tahu bahwa Kibum memang tersenyum setiap kali mendengar lagu-lagu yang diputarkan sang DJ.

“Bagaimana kalau sehabis ini kuputarkan lagu Hug? Hahaha…”

TBC

Advertisements