Tags

, , , , , ,

Bt3f5lECEAIbSJ3

Title: Gee

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Kibum and others.

Rating: K+ (Semua anak yang bisa baca boleh baca)

Summary: Kegiatan keluarga seperti menonton TV agaknya memang kurang bagus untuk anak kecil, atau barang kali Changmin lah yang kurang bagus untuk otak polos Kibum.

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetluan semata. Semua pemain kecuali Kim Kibum bukan punya saya /plak

.

.

.

Minggu pagi yang cerah walau di isi dengan kemalasan penghuni rumah, Yunho masih bergelung dalam selimutnya Jaejoong hanya duduk diam memperhatikan Kibum yang tengah tertidur sementara Junsu tengah memandikan Changmin. Berbeda dengan Kyuhyun yang sudah mandi sejak tadi, ia mandi sendiri dalam pengawasan menganggap dirinya sudah besar.

Yaa! Ayo! Iya kau hebat!”

Heechul berdesis kesal mendengar mulut Kyuhyun yang berisik mengomentari permainannya sendiri.

“Oh Bibi Cha, sarapannya sudah jadi? Aku benar-benar lapar…”

Heechul samar-samar bisa mencium aroma bubur buatan bibi Cha yang memang pandai memasak.

“Lapaaaal~”

Belum sempat Heechul beranjak Changmin dengan tubuh setengah telanjangnya berlari menuruni tangga untuk menghampiri dapur.

“Ya Tuhan, pakai bajumu dulu Changmin! Kau bisa jatuh karena menginjak handukmu nanti!”

Junsu berlarian dengan pakain milik Changmin. Mengurus Changmin benar-benar melelahkan karena selain tukang makan, anak itu juga berlarian ke sana ke mari dan membuat Junsu pusing mengejarnya.

“Ada apa ini? Kenapa pagi-pagi sudah ribut?”

Yunho keluar dari kamarnya yang memang berada di lantai satu, melihat Kyuhyun sudah sibuk dengan PS dan Changmin yang handuknya melorot tengah mengendus-ngendus aroma masakan bibi Cha membuat keningnya berkerut.

“Maaf Tuan Jung, Changmin begitu mencium aroma bubur langsung turun dan tidak mau memakai bajunya.” kata Junsu, jujur.

“Changmin, kalau kamu tidak pakai baju, lebih baik tidak usah makan!” ancam Yunho membuat Changmin dengan cepat menarik baju yang tengah dipegang Junsu, “Pakai di kamarmu Changmin!” tegur Yunho membuat si penengah merajuk.

“Kyu, cepat sudahi bermain gamenya, ini waktunya sarapan!” kata Heechul memperingati.

“Kibum belum bangun dan Appa belum mandi, jadi percuma saja, makan tidak akan dimulai kalau anggota keluarga belum lengkap!” kata Kyuhyun santai, Yunho yang baru akan menegur putra sulungnya jelas saja tertohok dengan wajah jengkel pria beranak tiga itu kembali masuk ke kamarnya untuk mandi.

.

.

.

“Seohyun Noona mirip dengan Keroro!” ujar Kyuhyun saat melihat artis wanita bermata bulat besar pujaannya.

“Sooyoung Noona milip denganku!” kata Changmin ikut-ikutan mengomentari.

Heechul dan Junsu memutar mata bosan, Changmin bisa dibilang terobsesi dengan artis bermarga Choi itu. Saat ini mereka tengah duduk menonton acara TV di mana ada Girls Generation yang begitu di sukai keluarga Jung.

“Yoona Noona milip Yoona!” kata Kibum sembari tercantik.

“Siapa itu Yoona?” tanya Kyuhyun dan Changmin bersamaan.

Chagi yang benar itu Yoona Onnie, kau ini anak perempuan sayang…” ralat Jaejoong.

“Yoona teman Bummie, namanya juga Im Yoona tapi Yoona Noona lebih cantik!” kata Kibum tak menggubris Jaejoong.

“Tentu saja! Dia pasti tidak secantik Dewi Yoona!” kata Kyuhyun yakin

“Dan tidak bisa belnyanyi Gee!” sambung Changmin

“Bummie bica!” kata Kibum membuat Yunho melotot kaget.

“Coba-coba!”

Yunho mematikan TV saat SNSD sudah menghilang, Kibum dengan penuh percaya diri turun dari sofa dan tersenyum ke arah orang tua, para kakak dan para pengasuh.

“Aha! Listen boy! Ma fes lof cetoli!” Kibum membukanya dengan gerakan yang sama persis dengan yang Tiffany lakukan.

“My angles~ and my geol!” Changmin menyahut dan meniru gaya Jessica dari bangkunya.

“My Sunshine!” Kyuhyun telonjak dari bangkunya dan tertawa begitu keras.

“Kau yang menyahut tapi kenapa kau juga yang tertawa Kyu?” tanya Jaejoong heran.

Aniya~ hahaha aku tidak pernah menyangka kalau Gee jadi sangat menggelikan jika dinyanyikan oleh pria sejati!” katanya membuat Heechul diam-diam mengumpat dalam hati.

Sejak pertama ia menjadi pengasuh si sulung, bocah itu selalu mengaku-ngaku sebagai pria sejati, padahal Heechul yakin betul bahwa Kyuhyun tidak mengerti apa makna dari pria sejati tersebut.

“Itu lagi.”

Changmin menatap jengkel kakaknya. Bahkan Changmin pun sudah bosan mendengarnya.

“Plia cejati itu apa ci?” Yunho mencubit pipi Kibum gemas.

“Bummie kalau besar jadi Idol ya!” kata Yunho disambut tatapan tajam Jaejoong.

“Aku tidak sudi dia menjadi seperti Taeyeon dan yang lainnya, yang dilihat pria hidung belang sepertimu!” tolak Jaejoong, tidak bisa membayangkan jika Kibumnya harus dipandangin dengan mata lapar para pria genit.

“Plia hidung belang apa?” tanya Kibum tak mengerti.

“Dasal Appa mata kelanjang!” Changmin melipat tangan di dada seraya menggelengkan kepala.

Appa matanya telanjang? Aku tidak mengelti!” Kibum berujar polos dengan kepala yang digeleng-gelengkan membuat orang-orang di sekitarnya memerah malu.

“Changmin, tidak ada jatah eskrim untukmu seminggu ini!” desis Jaejoong membuat Changmin menatap horror ibunya.

“Rasakan!” ejek Kyuhyun pelan, sepertinya sebal karena Changmin meragukan kesejatiannya sebagai pria.

.

.

.

Junsu mengancingkan piyama Changmin satu per satu, Changmin sekarang tidur terpisah dari Kyuhyun dan di temani Junsu. Awalnya dia tidak mau, tapi karena Kyuhyun mengejeknya dengan membandingkannya dengan Kibum maka Changmin menurut asal Junsu meninggalkannya saat ia sudah terlelap.

“Apa kakakmu selalu begitu?” tanya Junsu, ia sudah selesai memakaikan piyama Changmin.

“Memuji dili sendili? Begitulah… itu sudah tulunan dali Appa dan Jessica!” kata Changmin santai, bocah itu melompat ke kasur berbentuk pesawat miliknya.

“Siapa itu Jessica?” tanya Junsu penasaran.

“Adik ayahku, dia tinggal di Califolnia dengan kelualganya, mereka sangat kaya!” kata Changmin, sedikit pamer.

“Keluargamu hebat-hebat sekali ya?” Junsu melongo kagum, Changmin cengar-cengir bangga.

“Begitulah… aku juga akan jadi hebat nanti aku akan jadi alsitek!” Changmin menepuk dadanya, Junsu memutar mata, mengatai Changmin cadel dalam hati.

.

.

.

“Mau apa kau?” Kyuhyun merasa risih saat Heechul menyelimutinya.

“Apa? Mau bilang kalau pria sejati tidak manja? Begitu?” tanya Heechul setengah mengejek.

“Nah tuh tahu! Balik sana ke kamarmu!” kata Kyuhyun seenaknya, Heechul mengepalkan tangan geram, kalau bukan anak majikannya pasti sudah dirobek-robek mulut pedas bocah itu.

“Tidak sebelum kau tidur, kalau aku pergi sekarang kau pasti akan main PSP!”

SKAKMAT!

Heechul benar-benar menohok Kyuhyun, gagal sudah rencananya bersenang-senang menjelang tidur. Dengan wajah ditekuk ia berbalik dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Heechul menyeringai, ‘Evil kecil mau menyaingi evil dewasa?’ batinnya.

.

.

.

“Dan Snow White hidup bahagia bersama Pangeran selamanya!”

Jaejoong menutup buku dongengnya tetapi yang didongengi masih juga terjaga bahkan masih sibuk bermain kubik.

“Bummie, ini sudah malam nak, ayo tidur!” bujuk Jaejoong yang sebenarnya sudah sangat lelah, maklumlah ketiga anaknya sangat aktif.

Umma, apa mata halus dipakaikan baju atau memang telanjang?” tanya Kibum membuat Jaejoong mengutuk kepolosan bocah berumur 3 tahun itu.

“Sayang, yang dimaksud oppamu adalah mata keranjang nak bukan mata telanjang!” kata Jaejoong menjelaskan kesalahpahaman bocah yang salah dengar itu.

“Tapi kelanjang tidak mempunyai mata Umma!” rajuk Kibum.

“Itu hanya istilah yang berarti genit!” Jaejoong mencoba menjelaskan.

“Genit itu apa?” Kibum bertanya polos.

“Genit itu centil!” jawab Jaejoong lembut.

“Centil itu apa?” tanya Kibum lagi.

“Centil itu errr… huh OMG! Bagaimana menjelaskannya?” gumam Jaejoong pelan. Sepertinya dia sudah pusing menjawab pertanyaan Kibum yang tak ada habisnya.

“Centil itu Ji? Jadi Appa itu Ji?”

Kibum mengerjapkan matanya polos. Jaejoong cengo sendiri melihat kesalahpahaman Kibum yang lagi-lagi salah dengar.

“Bu-”

“Ji… Ji… Ji… Ji… bebi bebi bebi… Ji.. Ji… Ji… bebebeb begitu kan Umma?” tanya Kibum seraya menguap, Jaejoong hanya menatap nelangsa lalu membiarkan Kibum tertidur dalam kesalah pahamannya.

“Huft,” Jaejoong menghela napas. Kibum akan mengerti jika sudah besar nanti, pikirnya.

“Tapi dari mana Changmin belajar kata-kata itu?”

The End

Advertisements