Tags

, , , ,

BuNeHQHCIAATcT4.jpg large

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin and others

Genre: Fluff, Romance

Rating: PG13

Disclaimer: Semuanya kecuali cerita ini dan Kibum bukan milik saya #smirk

.

.

.

Apa yang lebih menyakitkan di dunia ini ketimbang rasa kehilangan, jika ada bisakah Kyuhyun menukarnya. Di dunia ini apa yang lebih indah dari rasa cinta, jika ada, bisakah Kyuhyun menolaknya. Jika bukan Kibum yang berada di hidupnya, mungkinkah Kyuhyun merasakan rasa sakit dan bahagia.

“Hei kau dari mana saja hah? Aku kelaparan, dasar pacar yang tidak baik!”

Kibum berkacak pinggang, hari sudah larut dan turun hujan di luar, bukannya mengkhawatirkan Kyuhyun, pria manis itu malah memarahinya.

Kyuhyun tersenyum menghampiri Kibum, mengecup kening pria itu dan mengusap pucuk kepalanya, “Maaf ya, aku habis bertemu teman lama, oh iya besok ikut aku ya, aku akan mengajakmu ke suatu tempat!”

Kibum mengerjapkan matanya lucu, “Apakah kau sedang mengajakku kencan?” tanya Kibum polos.

Ne, igo, aku membeli jajangmyun, jangan di makan dulu ya sebelum aku selesai mandi!”

Kibum tersenyum sumringah, Kyuhyun benar-benar menyayanginya, meskipun pulang terlambat tapi ia pulang dengan menenteng makanan kesukaannya dan masih hangat. Kibum mencicipi mi dengan pasta kedelai hitam itu, rasanya benar-benar enak jadi dia lupa kalau Kyuhyun memintanya untuk makan bersama. Jadi siapa yang dia sebut pacar yang tidak baik tadi.

.

.

.

“Ayolah Ming, aku benar-benar bosan membahas ini terus!”

Sebuah piringan hitam sedang berputar memutar musik klasik era 60-an berdiri anggun di sudut ruangan, musik itu sudah berputar selama setengah jam tanpa digubris pemiliknya.

“Kamu mau cari pacar yang seperti apa sih Won? Kamu pikir aku ngga tau kalau belakangan ini kamu memutarkan lagu untuk pria lain?”

Sungmin melempar remot tvnya, sepertinya jengah juga tidak menemukan acara yang menarik atau memang hatinyalah yang tidak tertarik pada acara tv.

“Oh jadi kamu sadar juga ya, harusnya kamu tahu kalau kamu selama ini berusaha menjadi orang lain!”

Siwon sekarang duduk di depan piano dan memainkan tutsnya, apartement sederhana itu kini penuh dengan suara, alunan musik dari piringan hitam, suara tv, denting piano juga perdebatan pemilik apartement itu sendiri.

“Apa maksudmu dengan berusaha menjadi orang lain Won? Aku menjadi diriku sendiri, aku bukan pria lemah Won, yang terpenting adalah aku bukan UKE!”

“Cih! Kecilkan suaramu itu uke, suaramu lebih berisik dari girlband di tv!” Siwon menunjuk tv dimana sebuah grup wanita tengah tampil untuk bernyanyi.

NEO!” Sungmin mengepalkan tangannya dan menatap Siwon tajam.

“Mungkin… kita memang tidak ditakdirkan bersama Ming, kita sama-sama ingin menjadi dominan, lebih baik kita berpisah dan mencari orang yang mau menjadi uke!” ujar Siwon enteng, pria itu dengan santainya pergi meninggalkan Sungmin, tidak peduli apakah kekasih itu akan terluka atau tidak.

“DASAR EGOIS! AKU TIDAK MAU KAU MENGGANTIKU BODOH!” pekik Sungmin, pria penyuka pink itu mengambil remot dan melemparkannya ke arah Siwon, Siwon menghindar dan menatap sinis Sungmin.

“Kita lihat saja Ming, aku bisa mendapatkan uke yang ku inginkan,” Siwon berbalik, “Ah satu lagi, karena sejak awal kau adalah uke dan tiba-tiba menginginan posisi seme, maka kau lah yang egois!”

BLAM

Sungmin menjatuhkan dirinya di lantai bersamaan dengan suara bantingan pintu, sebegitu egoisnya kah ia di mata Siwon sampai pria yang sudah cukup lama bersamanya itu tega menggantikan posisinya.

.

.

.

“Oh ya Tuhan kau mau bawa aku ke mana Evil?”

Kyuhyun tersenyum, pria itu memainkan gas motornya membuat Kibum memeluknya erat saking takutnya.

“Jangan bawel Snowy! Nanti juga kau tahu.”

Kibum mengerecutkan bibirnya sebal. Beberapa saat kemudian keduanya sudah sampai di pegunungan Taebaek, tepatnya Gunung Seorak yang terkenal keindahannya, sayangnya ini bukan musim gugur jadi Kyuhyun dan Kibum tidak bisa melihat melihat dedaunan warna-warni yang berjatuhan di atas bebatuan di mana air mengalir.

Kyuhyun tersenyum bangga setelah memarkirkan motornya, Kibum juga tersenyum dan memamerkan deretan gigi putih bersihnya, senyuman Kibum yang seperti ini sebenarnya lebih mirip bocah di mata Kyuhyun, ia tidak percaya kalau senyuman Kibum bisa membunuh.

“Kyu, kita mau ke mana?” tanya Kibum antusias, dia seperti anak kecil yang di ajak ibunya pergi ke pusat pariwisata.

“Kita ke Yukdam dan Biryeong saja!”

Kyuhyun menggenggam tangan Kibum, ini bukan hari libur jadi suasananya tidak begitu ramai Yukdam dan Biryeong adalah objek wisata air terjun, Kyuhyun tahu sikap kekanakan Kibum yang suka bermain air jadi membawanya ke objek wisata air terjun adalah ide yang bagus.

“Woah! Aku baru pertama kali ke sini Kyu!” kata Kibum girang, Kyuhyun tertawa menanggapi sikapnya yang norak, seperti biasanya.

“Jangan norak ya, ada wisatawan asing tuh!” kata Kyuhyun mengingatkan, Kyuhyun manyun disindir oleh pacarnya sendiri, tapi sebentar saja dia sudah girang lagi dan berlali untuk bermain air.

Sepertinya Kibum tidak peduli lagi dengan pendapat orang lain mengenai umur dan kelakuannya yang tidak sinkron, Kibum memang mirip anak yang kurang bahagia di masa kecil tapi itu karena orang tuanya sibuk dan jarang mengajaknya jalan-jalan.

“Kamu mau renang?” tanya Kyuhyun, Kibum mengangguk dengan wajah melas, “Memangnya bawa baju ganti?” Kibum menggelengkan kepalanya, semakin memelas.

Kyuhyun tertawa lepas membuat Kibum ingin sekali menjahit mulutnya tapi untungnya setelah itu Kyuhyun menunjukan baju ganti yang disimpan di ranselnya.

“Ya Tuhan Kyu, kau benar-benar mengerti aku, kau yang terbaik!” Kibum memeluk Kyuhyun erat, kalau bukan di tempat umum mungkin ia juga akan menciumnya.

.

.

.

Selesai bermain air keduanya berjalan terus menyusuri objek wisata gunung Seorak. Kibum bersenandung senang dan berjalan dengan lompatan-lompatan kecil,

“Aku senang membuatmu tersenyum.” gumam Kyuhyun.

“Apa kau berbicara denganku?” tanya Kibum yang memang berada di depan, Kyuhyun meggelengkan kepalanya.

Ani! Kau lelah tidak? Kita istirahat sebentar di Sinheungsa!” Kyuhyun mengamit tangan Kibum dan berjalan bersama menuju Siheungsa.

Cuaca hari itu awalnya sangat baik, begitu cerah dan bersahabat tapi hanya beberapa detik sebelum keduanya sampai di Sinheungsa hujan turun begitu derasnya, maka mereka berlarian menghampiri balai kosong dan berteduh.

“Huft… syukurlah kita sudah sampai di Sinheungsa!” kata Kyuhyun sembari merapatkan jaketnya.

“Tetap saja ini jauh dari parkiran dan hujan itu biasanya turun dengan sangat lama…” Kibum mengerucutan bibirnya dengan tangan yang terlipat di dada.

“Oh iya Tuan Putri benar, bukankah kita bisa terlambat pulang?” Kyuhyun menatap Kibum lekat-lekat, yang ditatap memundurkan tubuhnya menghindar.

“Kau mau apa Evil?” tanya Kibum takut-takut.

Kyuhyun tersenyum evil dan menodorong tubuh Kibum hingga terkulai di atas balai-balai, Kibum memejamkan matanya rapat-rapat, meski begitu ia bisa merasakan lumatan lembut dibibirnya. Kibum tidak melawan, ia membiarkan Kyuhyun menciumnya karena setidaknya ciuman itu menghangatkan suasana dingin akibat turunnya hujan.

“Menurutmu, apakah penyakit seperti kanker bisa menular dari ciuman?”

MWO?”

DUAK!

Kepala Kibum dan Kyuhyun berbenturan sangat keras akibat kebodohan Kibum yang bangun tiba-tiba.

“Aish dasar uke yang kasar!” Kyuhyun mengusap dahi malangnya yang baru saja terbentur kepala Kibum.

“Kepalaku juga sakit babo Evil! Lagi pula kenapa kau bertanya yang aneh-aneh begitu?” Kibum mengusap dahinya yang memerah.

“Coba kulihat!”

Kyuhyun memegang dagu Kibum, menyingkirkan poni yang menutupi dahi Kibum dan meniupi bagian yang memerah. Kibum menggiigit bibirnya dan menatap Kyuhyun, Kyuhyun balas menatapnya dan mereka kembali menghilangkan jarak di antara keduanya.

JDUARRR!

“Akh!”

“Petir sialan!” rutuk Kyuhyun.

Untuk kedua kalinya suasana romantisnya jadi rusak, Kibum sedang manyundengan mata yang berkaca-kaca karena bibirnya tak sengaja tergigit Kyuhyun yang kaget mendengar suara petir.

“Ah Tuhan sepertinya memang tidak mengijinkan kita melakukannya di tempat terbuka!” Kyuhyun mendesah kecewa membuat Kibum mengeryitkan alisnya.

“Memangnya kita mau melakukan apa?” tanya Kibum kelewat polos. Kyuhyun menggelengkan kepalanya malas.

.

.

.

“Lee Donghae!”

Donghae baru saja akan masuk kamarnya ketika kakaknya, Sungmin memanggilnya. Donghae heran, kenapa kakaknya memanggilnya dengan nama lengkapnya dan dalam nada yang begitu dingin.

Ne Oppa, wae guraeyo?” tanya Donghae takut-takut.

“Ada yang inginku tanyakan padamu!”

Sungmin berjalan masuk ke kamar Donghae diikuti oleh adiknya.

“Apa yang ingin Oppa tanyakan?” tanya Donghae setelah menutup pintunya.

Ne, sejauh apa hubunganmu dengan Kim Kibum?” mata Donghae membesar mendapatkan pertanyaan yang begitu pribadi baginya.

“Err… kenapa Oppa bertanya begitu?”

Donghae memainkan kuku-kukunya yang panjang, menutupi kegugupannya.

“Apa dia punya pacar?” tanya Sungmin lagi.

Ani… eh… mollaseo.” Sungmin menggelengkan kepalanya, Donghae tersenyum canggung.

“Asal kau tahu saja, gara-gara dia, Siwon meninggalkanku!”

Sungmin meninggalkan kamar adiknya dengan sebal, ia malas menjelaskan perkara putusnya ia dengan Siwon, hanya saja ia berharap Donghae berhenti menyukai Kim Kibum yang dianggapnya sebagai perusak hubungan orang lain.

Donghae sendiri tidak tahu harus apa, dia bingung harus percaya pada kakaknya yang tak memberikannya bukti atau pada Kibum temannya yang sepertinya baik hati.

.

.

.

Di perjalanan pulang hujan turun kembali, karena hanya menunggangi motor Kyuhyun pun mengajak Kibum untuk menginap di sebuah hotel kecil berbintang tiga, bagaimana pun hanya ini satu-satunya penginapan yang mereka temukan dan ini sudah larut malam untuk berkendaraan, angin malam terlebih setelah hujan juga tidak baik bagi kesehatan.

“Maaf Tuan, tapi hanya tersisa satu kamar dengan sebuah ranjang saja, apakah Anda tetap mau melakukan reservasi?” tanya seorang gadis yang menjadi resepsionis.

“Tentu saja, tolong buatkan reservasi atas nama Cho Kyuhyun ya!” kata Kyuhyun yakin.

“Baiklah, pembayarannya akan dilkakukan dengan cash atau dengan credit card?”

Cash!”

Kibum yang kali ini menjawab, dia sudah siap mengeluarkan dompetnya tapi Kyuhyun menahannya.

“Kamarnya kan atas namaku, biar aku yang membayar!” kata Kyuhyun tidak enak, bagaimana pun mereka terjebak hujan karena salahnya juga.

“Kalau begitu Nona, tolong ubah jadi nama Kim Kibum ya!” resepsionis itu mengangguk patuh dan merubah nama di sistemnya.

Yaa! Seenaknya saja kau ini!” protes Kyuhyun.

“Kau yang seenaknya! Hargai kerja keras hyungmu, jangan dihamburkan!”

Kibum menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Memang benar sih, Kibum kan aak keluarga Kim yang kaya raya, jangan kan hotel bintang tiga ke hotel bintang tujuh saja dia sudah pernah.

Kamar bernomor 55 itu menjadi tempat menginap dua sejoli yang tengah di mabuk cinta, ya setidaknya jika tidak mau dibilang sebagai dua sejoli yang habis kehujanan. Kenyataannya memang mereka habis kehujanan, Kyuhyun dan Kibum kompak membuka jaket mereka yang basah baju merek terlindungi hujan tapi tidak dengan celana mereka.

“Sial, aku tidak bawa celana ganti lagi!” kata Kyuhyun menyesali kebodohannya.

“Kenapa cuma bawa satu set ganti, harusnya kau bawa dua!”

“Mana aku tahu kita akan menginap? Setidaknya aku menyediakan ganti untuk renang tidak sepertimu yang tidak bawa ganti sama sekali, dasar bodoh!”

Kibum menghentakan kakinya di lantai, dengan kesalnya ia membuka celana jeansnya, sialnya boxer yang dikenakannya juga basah.

“Ah sial!”

Kibum bingung sendiri, bagaimana ia harus bersikap, melepaskan saja boxernya dan bertelanang dihadapan Kyuhyun atau tidur dengan celana yang basah dan jadi masuk angin.

“Ayo Snowy~ buka saja semuanya agar kita bisa saling menghangatkan~”

Kibum merinding, Kyuhyun tiba-tiba memeluknya dari belakang dan mengangkat kaosnya.

“Ma-mau apa kau?” tanya Kibum gugup.

“Melepas kaosmu!” kata Kyuhyun santai, ia benar-benar melepas kaos Kibum dan terkekeh senang, “Ayo buka bawahanmu juga supaya besok kering dan bisa di pakai!” Kyuhyun mengerlingkan matanya genit.

YAA KENAPA TELANJANG BULAT CHO KYUHYUN!”

.

.

.

Kyuhyun menatap Kibum yang sudah tertidur tenang dalam pelukannya, meski sama-sama telanjang tapi keduanya tak melakukan apapun kecuali saling berpelukan di bawah selimut di tengah dinginnya malam.

“Seandainya ciuman memang bisa menularkan kanker, maka aku akan menularkannya padamu…”

Kyuhyun mencium bibir Kibum dengan sangat lembut, tanpa lumatan yang bisa menganggu tidur Kibum, ia menjauhkan wajahnya saat cairan bening meluncur di pipinya.

“Kalau boleh egois, aku ingin kau hidup hanya untukku dan mati saat aku mati, dengan begitu kita akan bersama selamanya… tetapi… siapa yang tahu kita akan sama-sama berada di surga dan neraka atau terpisah di dua tempat itu?”

Kyuhyun tersenyum getir, tangannya mengelus rambut hitam Kibum yang halus.

.

.

.

Kami sangat teliti dalam melakukan pemeriksaan Tuan Cho, kami menemukan sel kanker di dalam tubuhmu.”

“Anda mengidap kanker paru-paru Tuan Cho.”

Kanker paru-paru tidak selalu menyerang perokok, sebenarnya perokok pasif mendapat resiko yang lebih besar.”

Penderita kanker paru-paru harus mejalani pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.”

Paling lama… sekitar lima tahun.”

TBC

FINALY dilanjut *tariknapas

Sejak awal saya memang mau membuat Kyuhyun menderita di FF ini tapi kok kayaknya saya akan menyakiti yang lain juga ya? Hiks… #nangidipelukanwonwon

Advertisements