Tags

, , , , , ,

Bt3f5lECEAIbSJ3

Title: Cooking? Cooking!

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Kibum, Kim Heechul, Kim Junsu and others.

Rating: T

Summary: Hanya cerita sederhana tentang memasak yang dilakukan para Nanny dan para Jung kecil.

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetluan semata. Semua pemain kecuali Kim Kibum bukan punya saya /plak

.

.

.

Hari itu bibi Cha sedang pulang kampung untuk menengok keluarganya seperti biasa, Jaejoong sedang pergi bersama Yunho ke rumah sakitunruk menjenguk teman mereka dan anak-anak di tinggal bersama para pengasuh mereka.

“Heechul-ah, Junsu-ah, sebaiknya kalian memasak sebelum waktunya makan siang karena aku dan Yunho tidak tahu akan sampai jam berapa di rumah!” kata Jaejoong pagi tadi sebelum pergi ke rumah sakit bersama suaminya.

Sekarang keadaan rumah tidak bisa dibilang rapih, Changmin dan Kibum menuangkan semua mainan dari kotak penyimpanan, Kyuhyun sibuk sendiri dengan PS dan permainan mobil balap virtualnya. Heechul memilih mengawasi Kibum karena menurutnya Kyuhyun sudah cukup besar, Junsu sibuk memunguti mainan yang di lempar-lempar Changmin sesuka hati.

“Dol… dol… dol… dol…” celoteh Kibum sambil memainkan pistol air yang kosong, “Yah kok ngga ada ailnya cih?” katanya sambil menatap sedih pistolnya.

Heechul buru-buru mengalihkan perhatiannya kepada Kyuhyun, menghindari rengekan Kibum soal mainannya. Kibum cemberut dan beralih kepada Junsu yang sibuk memunguti mainan yang dilempar Changmin.

“Cu~ pistolnya kocong, Bummie mau main!” rengek Kibum kepada Junsu.

Kibum ini memang sering memanggil orang di sekitarnya tanpa panggilan hormat, misalnya memanggil bibi Cha dengan Cha saja atau memanggil Junsu tanpa menambahkan kata ‘onnie.’ Bukannya Jaejoong dan Yunho tidak mengajarkan tapi Kibum mengabaikannya.

“Apanya yang kosong Nona Jung?” tanya Junsu bingung.

“Ngga ada ailnya, babo Su!” sahut Changmin diikuti anggukan Kibum.

“Junsu!” panggil Heechul.

Junsu menoleh dan mendapati Heechul tengah menatapnya dengan penuh ancaman. Seluruh lantai bisa basah kalau Kibum main pistol airnya di dalam rumah.

“Mainnya di taman belakang saja ya Nona cantik?” bujuk Junsu, tidak mungkin menolak permintaan si bungsu, bisa-bisa dia merengek nanti.

“Eum… tapi Oppa ikut nda Cu?” tanya Kibum melas, Changmin mengambil pistol airnya dan menghampiri Kibum.

“Tuh Changmin Oppa ikut!” kata Junsu semangat, bersyukur Changmin tidak menyusahkan.

“Kyu~”

Kyuhyun terlonjak ke belakang saat Kibum tiba-tiba berada tepat di depannya dan berkedip polos.

“Aigoo Bummie! Oppa jadi kalah tuh!” protes Kyuhyun, telunjuknya menujuk layar tv di mana tertulis kata you lose di sana.

“Kyu~ ayo main~” rengek Kibum tidak peduli.

Lidah Kyuhyun berdecak, tangannya membanting stick kemudian menerima pistol air yang di berikan Changmin. Ketiga anak Jung kini tengah bermain pistol air, baju mereka sudah basah karena saling menembak, bahkan Heechul dan Junsu yang hanya mengawasi pun ikut menjadi korban.

Go! Go! Power Ranger!” pekik Kyuhyun sambil terus menembaki Changmin dan Kibum.

“Aku lenjel melah Hyung!” kata Changmin girang.

“Aku ranger hijau!” sahut Kyuhyun.

“Bummie lenjel hitam!”

Kibum ikut-ikutan, Changmin mengernyitkan alis, bingung dan Kyuhyun menghela napas heran.

“Bukannya melah muda?” tanya Changmin pada Kibum.

“Bukan!” tolak Kibum.

Ranger Pink?” tanya Kyuhyun.

Pink dan melah muda kan cama Oppa!”

Kibum membanting pistolnya dan berlari ke arah Heechul.

“Bummie lapal Hee~” katanya dengan mata berkaca-kaca.

“AKU JUGA SU!” Changmin memekik semangat.

“Kalian bisa masak kan?” tanya Kyuhyun, sangsi. Heechul dan Junsu tersenyum canggung dan mengangguk.

.

.

.

Heechul dan Junsu menemukan telur, ikan tuna, selada, tomat, bawang, cabai, lemon, susu, tepung dan kecap. Hanya itu dan mereka tidak tahu harus memasak apa. Heechul dan Junsu hanya dilatih mengasuh anak saat di yayasan penyalur, mereka sama sekali caranya memasak.

“Kau tau kan Su, kalau di sini tidak akan ada makanan instan?” tanya Heechul.

Junsu mengangguk pasrah. Mereka sama sekali tidak bisa masak, yah paling banter itu ramen dan telur mata sapi yang bagian kuningnya saja pecah.

“Jadi kalian mau masak apa?”

Kyuhyun berdiri dengan tangan terlipat di dada. Menatap kedua pengasuh dengan sangat tajam.

“Mungkin tuna…” jawab Junsu menggantung.

“Tuna? Kami suka tuna, jangan lama-lama ya, kami lapar!”

Heechul mengepalkan tangannya mendengar ucapan tak sopan Kyuhyun.

“Cih! Bocah menyebalkan!” gerutunya.

Meskipun memang Kyuhyun majikannya tapi kan umurnya jauh lebih muda dari Heechul, setidaknya anak itu harus meminta tolong dengan sopan bukannya menyuruh.

.

.

.

Kyuhyun duduk angkuh menatap makanan yang tersaji di meja makan, Changmin mengusap perut karetnya yang kelaparan sementara Kibum menutup hidungnya karena bau bawang bombay mentah yang sangat dibencinya.

“Ayo silahkan di coba!” kata Junsu mempersilahkan.

Kyuhyun menatap horror Junsu dan Heechul, “Ayo Min! Kau yang paling lapar kan?” tanyanya mempersilahkan.

“Eum!”

Changmin mengangguk pasti, ia mengambil potongan besar ikan ke dalam piringnya.

Glup!

Changmin menelan ikan dengan susah payah, Kibum kebingungan melihat ekspresi kakaknya.

“Kau butuh minum?” tanya Kyuhyun santai.

“Eum!”

Changmin mengangguk pasti untuk kemudian meminum habis air di gelasnya, Changmin terbatuk karena memaksa makanannya masuk dengan air minum saja.

“Baiklah, ku rasa kalian gagal memasak!”

Kyuhyun menatap kedua pengasuhnya, yang ditatap malah cengar-cengir dengan wajah tidak berdosa.

“Tulun!”

Kibum menggapai tangan Kyuhyun untuk minta diturunkan karena kursi meja makan yang memang sangat tinggi, Kyuhyun membantu Kibum turun dan membiarkan bocah itu berlari ke dapur.

“Maaf Tuan Muda Jung, a-aku baru kali ini memasak ikan.” Junsu berkata jujur, wajahnya sudah merah karena malu.

“Kalian membuang bahan makanan dengan pelcuma!” marah Changmin.

“Setidaknya kami sudah berusaha!” sahut Heechul, baru kali ini ia dimarahi anak kecil seperti Changmin.

“Tapi tetap tidak bisa di makan, jadi percuma!” Kyuhyun membela Changmin.

“Tuan Muda belum mencobanya, lebih baik coba dulu!” Heechul memotong ikan untuk Kyuhyun.

“Tidak perlu! Changmin punya selera yang bagus, jika Changmin bilang tidak enak maka aku dan Kibum juga tidak!” tolak Kyuhyun mentah-mentah.

Oppa~”

Empat orang yang tengah berdebat soal makanan itu menoleh ke arah bocah perempuan berumur 3 tahun yang membawa biskuit, susu kotak dan sekantung plastik buah dengan tangan kecilnya.

‘Apa lagi yang akan dilakukannya?’ batin Junsu dan Heechul kompak.

.

“Yun apa tidak apa-apa kita tinggalkan anak-anak dengan para pengasuh?”

Jaejoong terlihat gelisah, mereka bohong soal jenguk menjenguk, karena sebenarnya Yunho tengah mengajak Jaejoong liburan, bukan ke pulau romantis atau apapun sebenarnya tapi hanya ke sebuah hotel mewah di kawasan elit Gangnam.

“Sudahlah Jae… mereka sudah cukup besar dan lagi pengasuh mereka ada dua!”

Yunho membelai poni yang menutupi kening istrinya yang mulus tanpa noda. Jaejoong mengerucutkan bibirnya lucu, persis seperti Kibum saat ia merajuk, “Mereka terutama Kibum masih bayi Yun!” katanya membuat Yunho teregelak.

“Baiklah, Kibum bayi, Changmin balita tapi Kyuhyun adalah anak-anak Boo~” Yunho mengacak rambut Jaejoong gemas.

“Tetap saja… aku merasa bersalah…”

Jaejoong menunduk dengan wajah menyesalnya.

“Sekaligus menikmatinya kan?”

Yunho mengedipkan mata kanannya mengundang senyum Jaejoong, Jaejoong memukul tangan Yunho kesal.

“Lain kali jangan seperti ini Yun!”

Jaejoong menenggelamkan wajahnya di dada telanjang Yunho.

“Kalau kita melakukannya di rumah, Kibum bisa menganggu kita dengan tangisannya Boo!”

Jaejoong tersenyum mendengar penjelasan Yunho, tapi tangannya sudah siap untuk memukul kepala suaminya.

Bugh!

AIGOOYA!” pekik Yunho, ia baru ingat kalau Jaejoong sangat sensitif soal anak perempuannya.

.

.

.

Kibum setelah dibantu oleh kakak-kakaknya menuangkan susu ke dalam tiga mangkuk besar, yang warna ungu dengan bentuk mirip telur adalah milik Kyuhyun, yang warna merah dengan bentuk bintang adalah milik Changmin dan yang berwarna biru dengan bentuk gajah adalah miliknya sendiri.

Heechul dan Junsu sedang menatap nelangsa makanan buatan mereka, sayang sekali jika dibuang padahal mereka memasaknya dengan susah payah. Tapi mereka juga tidak yakin sanggup memakan makanan yang dari bentuknya saja tidak meyakinkan seperti itu.

“Ini sudah Oppa potong-potong buahnya!”

Kyuhyun menunjukan potongan buah apel dan pirnya.

Oppa juga sudah kupas jeluknya!” kata Changmin menyerahkan potongan-potongan buahnya.

“Eum… eum…”

Kibum mengangguk lucu, tangan kecilnya memasukan biskuit bayi ke dalam susu strowberrynya, susu cokelat Changmin juga susu vanila Kyuhyun.

“Kau mau jeluknya?”

Changmin memasukan jeruk ke dalam mangkuk Kibum terlebih dahulu, Kibum paling suka jeruk tapi tidak suka apel. Lebih baik mengalah memberikan semua jeruknya kepada Kibum toh anak itu juga tidak akan mengambil jatah apel milik kakaknya.

Seolah paham Kyuhyun memasukan pir ke dalam mangkuk Kibum dan memasukan apel ke mangkuknya dan Changmin.

“Sepertinya makanan bayi itu lebih enak ya Onnie?” tanya Junsu dengan wajah melas.

“Aish memalukan!”

Heechul mencabik-cabik ikan tuna buatannya, tahu begini lebih baik ia berinisiatif membuat makanan seperti yang dibuat anak-anak Jung. Baunya saja lebih enak, sepertinya juga lebih begizi.

“Tidak heran kalau mereka itu jenius!” Junsu mengigit sendoknya keras-keras.

Di sudut lain anak-anak keluarga Jung menikmati santapan siang mereka dengan senyum gembira.

“Kita halus membelinya nama!”

“Kira-kira apa ya namanya?”

“Olenji milk…”

Kyuhyun dan Changmin saling bertatapan, keduanya mencubit pipi Kibum gemas, Kibum memang kadang menyebalkan tapi juga menggemaskan dalam waktu yang bersamaan, dan sepertinya ia punya bakat memasak dari ibunya.

The End

A/N

Olenji = Orenji = Orange dalam Bahasa Korea

Advertisements