Tags

, , , , , , , ,

IMG-20140607-WA0001

Kibum sibuk bolak-balik di dalam kamarnya, Siwon nampaknya benar-benar serius dengan obrolan mereka beberapa hari yang lalu, pria itu setiap hari memberinya bunga, cokelat, lollipop, bahkan boneka. Ya sebuah boneka beruang putih yang sangat besar baru saja dikirimkan Siwon ke kediaman keluarga Cho, beruntung Kyuhyun belum ada di rumah karena sibuk latihan basket bersama tim basket sekolah.

“Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan dengan boneka ini?” katanya seraya menjewer telinga boneka itu, “Ah bagaimana jika ku berikan saja pada Yoona!”

“Apanya yang akan diberikan kepada Yoona?” tanya Kyuhyun yang tanpa disangka-sangka sudah berada di rumah.

“Ah i-itu!” Kibum tergagap bingung menjawab pertanyaan tiba-tiba dari si empunya rumah.

“Apa itu?” Kyuhyun menarik pergelangan tangan Kibum dengan kasar, “Woah… woah… woah… tidak ku sangka seorang Bryan Trevor Kim senang bermain boneka!” Kyuhyun menyeringai dan menatap jijik Kibum.

“Jangan sok tahu ya Cho! Ini adalah boneka yang ku beli untuk sepupuku Yoona!” elak Kibum.

“Masa sih?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Benar!”

“Oh ya sudah, ngomong-ngomong aku sudah setuju dengan penawaranmu.”

“Penawaran apa?” tanya Kibum bingung.

“Menurutmu apa?”

Kyuhyun melengos pergi membuat Kibum semakin bingung. Tapi kebingungannya lantas hilang saat sebuah pesan romantis dari Siwon kembali datang.

“Aish pria satu ini benar-benar menggelikan!” katanya jengkel.

It Might Be You

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Minho, Lee Jonghyun, Lee Sungmin, Kim Jungmo and others

Genre: Romace, Comedy

Rating: AU

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya

Summary: Kim Kibum seorang namja introvert yang terpaksa tinggal dengan Cho Kyuhyun yang dingin dan ketus. Kehidupannya yang datar berubah ketika para kingka mengelilinginya.

Pairing: KyuBum, ChangBum, SiBum, JungMin

p. s Pairing lain menyusul seiring berjalannya cerita

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.

.

.

Teruntuk Kibum kekasih hatiku…

Walau malam tak berbulan kau ada untuk menyinari malamku

Walau bunga-bunga berguguran cintamu selalu bersemi di hatiku

Walau bumi terbelah dua aku akan selalu berada di sampingmu

Kekasih hatimu… Choi Siwon

“Hoeeeekkk!”

Henry dan Hyukjae memuntahkan burger yang tengah mereka makan, bagaimana bisa seorang Choi Siwon mengirimkan pesan sok picisan seperti itu kepada orang yang disukainya, akan diletakkan di mana wajah tampannya nanti.

“Siwon-ah kau bahkan tidak lebih baik dari adikku yang berumur 9 tahun!” kata Donghae seraya melempar smartphone milik Siwon ke arah Zhoumi yang juga penasaran dengan isinya.

“Pfffttthahahahah!”

Zhoumi memukul-mukul mejanya, tidak menyangka bahwa sepupunya punya kepribadian yang super norak seperti ini.

“Aish kalau tidak bisa membantu lebih baik tidak usah menghina!” marah Siwon seraya merebut kembali ponselnya. “Aku sudah mengikuti saran kalian tapi tidak ada yang berhasil, jadi kuputuskan untuk mengiriminya puisi sebagai ungkapan perasaan cintaku, sekaligus meyakinkannya bahwa aku benar-benar tulus mencintainya.”

“Huft… tapi bukan begitu juga sih. Harusnya kau tanya-tanya aku dulu kalau mau buat puisi!” kata Donghae yang memang dikenal sebagai raja gombal di sekolahnya.

“Lagian masa seorang Kingka sepertimu ini kesusahan sekali mendapatkan seorang uke saja!” sambung Eunhyuk melecehkan.

Siwon menyambit Eunhyuk dengan pulpen miliknya, “Dia itu bukan pria biasa, dia bukan gay jadi sungguh sulit menaklukannya!”

“Dengan kata lain dia adalah satu-satunya yang tidak terpikat oleh pesona seorang Choi Siwon, begitu kan?”

Henry tersenyum sangat manis, mungkin yang paling manis yang pernah Siwon lihat hingga ia ingin menerjunkan bocah itu dari lantai dua rumahnya jika saja tidak ingat dosa dan sepupunya tercinta.

“Sudahlah, cara yang paling ampuh adalah menjadi pahlawannya.” ujar Zhoumi bijak.

“Maksudmu?” tanya Siwon tidak mengerti.

“Kita jebak dia dan kau akan datang menyelamatkannya!” Zhoumi mengerlingkan matanya.

“Apa ngga drama banget tuh?” Eunhyuk mencemoh.

“Tapi kemungkinan berhasilnya memang besar!”

Dukung Henry, Donghae juga mengangguk setuju membuat Siwon dengan mudahnya menerima dan menyetujui saran konyol dari Zhoumi.

“Dan rencananya adalah…”

Zhoumi tersenyum licik diikuti anggukan paham dan patuh keempat temannya.

.

.

.

Sunny tersenyum saat dilihatnya beberapa murid memasuki ruangan khusus yang disediakan kepala sekolah untuk latihan menjelang olimpiade Matematika. Di antara mereka ada Kim Kibum yang terlihat kaget mendapati Cho Kyuhyun duduk di sampingnya, mungkin ia sedang bermimpi atau salah lihat karena setahunya Cho Kyuhyun menolak untuk mengikuti olimpiade. Pria yang rumahnya ditumpangi oleh Kibum itu bahkan nampak tak suka berada di sekitar Sunny yang notabenenya adalah guru Matematika.

“Selamat pagi semuanya!” sapa Sunny dengan senyum cerahnya, secerah nama yang dimiliknya, “Karena aku adalah guru kalian, jadi akulah yang paling tahu kemampuan kalian, aku telah memilih tiga orang untuk selanjutnya bersaing dan menjadi perwakilan tunggal sekolah kita!”

Jantung setiap anak berdegup dengan keras, kecuali Kyuhyun yang tidak begitu memperdulikan perlombaan ala anak sekolah itu. Ia hanya ingin mencari kesenangan di sini, ya melihat teman-temannya bersusah payah melewati tes tentu sangat menyenangkan, selebihnya tak ada yang menarik dari kegiatan ini.

“Dan tiga orang itu adalah…” Sunny menggantungkan perkataannya seraya menatap semua murid didikannya, “Bang Yongguk.”

Semua anak mengalihkan tatapan mereka pada sosok anak beringas yang tanpa di sangka mempunyai prestasi gemilang dalam hal perlajaran, Youngguk hanya tersenyum ke arah Sunny tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Kim Kibum.”

Kibum tersenyum senang, ia bahkan membungkuk hormat kepada Sunny, tak ada yang terkejut, meskipun belum ada yang tahu siapa yang akan menjadi juara di semester pertama tapi kejeniusan seorang Kim Kibum adalah rahasia umum di sekolah.

“Dan… Cho Kyuhyun.”

Semua mata tertuju kepada si jenius Matematika, memang saat penerimaan siswa Kyuhyun mendapatkan nilai tertinggi tapi bukankah di pertemuan sebelumnya Kyuhyun tak pernah datang, lantas mengapa Sunny memberikan kesempatan kepada murid yang bahkan terlihat menyepelekan kegiatan ini.

Mianhamnida Sunny Seonsaengnim, bukankah sebaiknya kau memilih salah satu di antara kami?” seorang pria yang duduk di belakang Youngguk mengajukan protes, “Kami sudah mengikuti tes beberapa kali sementara Kyuhyun-ssi baru datang hari ini!” lanjutnya menjelaskan.

Murid lain mengangguk setuju tak terkecuali Kibum yang sebelumnya memaksa Kyuhyun mengikuti tes ini.

Sunny tersenyum setelah mengangguk paham, “Bukankah sudah ku jelaskan, bahwa sebagai guru Matematika untuk semua kelas 1, akulah yang paling tahu kemampuan kalian.” Sunny menghampiri meja milik Kyuhyun seraya tersenyum manis, “Setidaknya, anak ini punya pengalaman memenangkan olimpiade Matematika saat SMP!”

.

.

.

“Hush!”

Changmin memukul tangan Sooyoung dengan kasarnya, tidak peduli bahwa yang dipukulnya adalah perempuan, wajar saja kalau Sooyoung saat ini tengah mengincar telur gulung dari kotak bekal Changmin.

“Changmin-ah hanya satu gulungan saja masa tidak boleh? Aku kan hanya mau mencicipinya…” rengek Sooyoung sembari memberikan senyuman termanisnya.

“Tidak boleh! Telur gulung ini ku buat sendiri untuk Kibum-ah, asal kau tahu ya… demi membuat ini aku harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah!”

Changmin meletakan kotak bekalnya sembari memamerkannya di hadapan Sooyoung, kalau dipikir-pikir Changmin sungguh kejam karena menggoda tukang makan dengan makanan, tidak kah Changmin merasa bahwa dirinya dan Sooyoung tidak jauh berbeda.

“Tuh Kibumnya datang.” kata Sunggyeol yang sejak tadi memperhatikan perdebatan antara dua monster makanan, Sooyoung memberikan tatapan sinis ke arah Sunggyeol sementara Changmin tersenyum lebar dan siap memberikan telur gulungnya.

“Kibum-ah ini telur gulung buatanku sendiri, ambilah!” Changmin menyodorkan kotak bekalnya, Kibum agak ragu tapi melihat ekspresi dari teman jangkungnya itu maka ia dengan senang hati mengambilnya.

“Terima kasih Changmin-ssi.”

“Ah Kibummie masa masih memanggilku dengan cara yang begitu formal sih? Kita kan bukan orang asing lagi.”

Changmin dengan santainya menyeret tubuh kecil Ryeowook untuk menyingkir dari tempatnya lalu dengan cepatnya duduk di samping Kibum.

“Eum ne Changmin-ah.”

“Kenapa tidak di makan?”

“Nanti saja Changmin-ah, aku masih kenyang.”

“Oh baiklah.”

Percakapan mereka terpaksa berhenti saat bel pelajaran ketiga dimulai, satu-persatu murid kembali ke tempat duduk mereka tak terkecuali Changmin tentu saja dengan senyum yang merekah indah.

Pelajaran kali ini tampak begitu membosankan, Kibum rasa ia mulai merindukan Amerika, apalagi di sana tak ada yang meperlakukannya seperti wanita, untunglah Kyuhyun yang tinggal bersamanya tak pernah memperlakukannya seperti wanita. Tapi kenapa ya semua itu terasa tak adil bagi Kibum, aneh memang tapi bukankah akan lebih baik jika Kyuhyun memperlakukannya dengan lebih lembut.

Bicara soal Kyuhyun, Kibum tiba-tiba saja ingat bahwa pria itu tak sempat sarapan karena bangun kesiangan tadi pagi, Kibum saja kaget karena tak biasanya Kyuhyun bangun terlambat. Kibum menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun tapi tampaknya Kyuhyun tengah serius memperhatikan guru, sementara Changmin sedang mencorat-coret kertasnya, entah apa yang dicoretnya. Tapi Kibum tak kehabisan akal, begitu melihat Changmin ia langsung ingat kebiasannya melempar kertas contekan untuk Yoona saat tinggal di Amerika dulu. Kibum terbilang cukup jitu dalam melakukan pelemparan.

Jadi begitulah, Kibum menuliskan pesan kepada Kyuhyun dan melemparkannya tepat di meja Kyuhyun, Changmin sempat melihat sebuah kertas yang jatuh di meja kawannya, tapi untunglah ia tak sadar bahwa kertas itu dilempar oleh Kibum.

Kyuhyun-ssi, nanti temui aku di atap sekolah ya, kita makan telur gulung buatan Changmin-ssi

p.s tolong jangan beritahu Changmin ya!

Kyuhyun tersenyum simpul ketika membacanya, bagaimana mungkin Kibum menawarkan pemberian orang lain kepadanya, sungguh tidak sopan, tapi ia dengan tak tahu malunya malah menuruti ajakan Kibum.

“Kemarilah!”

Kibum melambaikan tangannya, ia sudah melejit ke atap sekolah terlebih dahulu demi menghindari Changmin, Minho dan Siwon.

‘PUK’

“Seperti kata Changmin, kita bukanlah orang asing, jadi jangan bersikap formal padaku Kibum-ah!” pinta Kyuhyun yang dijawab sebuah anggukan dari Kibum, “Mana telur gulungnya?”

“Ini!” Kibum menyodorkan kotak bekal milik Changmin, “Tapi hanya ada satu sumpit.” ujarnya polos.

Gwaenchana…” Kyuhyun menarik Kibum untuk duduk di pojokan, “Karena ini milikmu, jadi kaulah yang akan mencicipinya terlebih dahulu.”

DEG… DEG… DEG…

Kibum rasanya ingin menjilat ludahnya sendiri atas pemikirannya di kelas tadi, bukankah saat ini Kyuhyun tengah memperlakukannya seperti seorang wanita, coba lihat tanggannya yang terulur demi menyuapinya sebuah telur gulung. Benar-benar manis bukan?

“Kibum!”

“Ah ne?”

“Enak tidak?”

“Oh ne!”

“Selamat makan!”

Kyuhyun memakan telur gulungnya sendiri dengan santai, sepertinya ia tak merasa kasihan pada sahabatnya yang telah membuat telur itu di pagi buta untuk pujaan hatinya. Kyuhyun dan Kibum makan dengan lahap, meskipun Kyuhyun sebenarnya makan lebih banyak dibandingkan Kibum tetapi Kibum nampaknya senang membagi jatah makan siangnya kepada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah jadi sekarang kau sudah mau berteman denganku ya?” tanya Kibum tiba-tiba di tengah gurauan mereka, Kyuhyun nyaris saja tersedak mendengarnya.

“Eung… ya.”

Kibum tersenyum dan memeluk Kyuhyun dengan sangat erat, Kyuhyun awalnya ingin protes tapi mendengar sorakan riang Kibum rasanya ia tak tega untuk memakinya.

“Kyuhyun-ah ayo tersenyum! Kau harus senang karena temanmu bertambah!” pinta Kibum yang langsung dituruti oleh Kyuhyun, “Huwaaaa Kyuhyun kalau sedang tersenyum manis sekali!”

“Yaa kau pikir aku UKE!”

“Kalau begitu kau jadi ukenya Siwon atau Changmin saja ya supaya aku tidak diganggu mereka lagi hahaha…”

“Aish dasar bocah!”

Tawa Kibum masih saja terdengar dan Kyuhyun masih terus mengumpat tapi di dalam hati keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan, kebahagaiaan yang belum juga mereka sadari.

.

.

.

Sepulang sekolah Kyu Line pergi ke untuk bermain di Game Centre, kali ini Jonghyun berbaik hati mentraktir teman-temannya, “Ini sebagai tanda bahwa Kibum sudah resmi menjadi bagian dari Kyu Line!” kata Jonghyun saat menyeret Kibum untuk ikut dengannya.

Sore itu menjadi hari yang menyenangkan untuk mereka termasuk juga bagi Kibum yang tak begitu pandai bermain games, “Lihat aku dapat kupon banyak!” Changmin memamerkan kuponnya ke hadapan teman-temannya dengan sangat senang, “Tunggu ya aku mau menukarnya dulu!”

“Apa? Ditukar?” tanya Jonghyun heran, sayangnya Changmin sudah terlanjur pergi dan tak sempat menjawabnya.

“Apa aku salah dengar?” Minho ikut-ikutan bertanya heran.

“Memangnya kenapa?” tanya Kibum yang lebih heran, wajar saja kan kalau menukarkan kupon dengan hadiah dari permainan yang terlah di mainkan, toh permainan itu juga di sewa dengan harga yang lumayan mahal.

“Dia biasanya membuang kuponnya, baru kali ini kami melihatnya menukarkan kupon.” Kyuhyun menjelaskan, Kibum hanya mengangguk. Keempatnya terus saja diam hingga Changmin datang dengan sebuah boneka kucing yang cukup besar.

cat

Mwo? Untuk apa boneka itu?” Minho yang pertama kali menyuarakan kebingungan mereka atas benda yang tengah dipegang Changmin.

Kwiyeowo…” Kibum segera bangkit dan mengelus bulu palsu milik boneka tersebut.

“Nah! Ini untuk Kibummie… aku mendapatkannya dengan susah payah, jadi kau harus menjaganya dengan baik ne!” Kibum mengangguk senang, ia tak peduli Changmin memanggilnya apa yang jelas ia senang mendapatkan boneka tersebut.

“Halah mau kau susah payah kayak apa juga yang bayarin kamu main Jonghyun!”

Minho mencibir, Changmin tak mempedulikannya, Minho hanya iri padanya karena bisa memberikan hadiah untuk Kibum. Tapi sepertinya ada orang lain lagi yang iri, orang itu adalah Kyuhyun yang tiba-tiba saja teringat akan janjinya saat memaksa Kibum masuk kelompoknya.

Jadi begitulah, saat pulang Kyuhyun mengajak Kibum ke pet shop, Kibum awalnya bingung kenapa Kyuhyun malah membawanya ke pet shop, padahal hari semakin larut dan pet shop nyaris saja di tutup.

“Apa kataku, tutupnya 15 menit lagi saja pasti masih ada yang mau membeli hewan peliharaan!” kata pemilik pet shop kepada anaknya yang tampak sangat mengantuk, Kyuhyun dan Kibum tersenyum kemudian melihat-lihat isi toko tersebut.

“Bukan begitu Bu, bukan hanya aku hewan-hewan itu pun sudah lelah dan ingin segera tidur!” keluh si anak pemilik toko.

“Ah tunggu sebentar Ahjussi, kami hanya akan mencari seekor kelinci!” kata Kyuhyun.

“Ku kira kucing…” Kibum menggumam kecewa.

“Kau kan sudah dapat dari Changmin!” kata Kyuhyun jengkel.

“Tapi kan itu hanya boneka!”

“Kucing sungguhan akan mengangguku saat makan dan aku tidak mau itu terjadi, lebih baik pelihara kelinci saja yang hanya suka makan wortel!”

“Dasar anti sayur!”

“Jadi beli atau tidak?” tegur anak pemilik toko.

“Igo, kelinci mini lop… kelinci ini tergolong ras barau yang berasal dari Jerman, hasil perkawinan Holland Lop dengan Nederland Dwarf.” Bibi pemilik toko itu menyodorkan seekor kelinci berbulu kecekolatan yang langsung menarik perhatian Kibum,

mini_lop

“Woah manisnya! Aku mau ini Kyu!” katanya semangat.

“Ck dasar labil, tadi nolak sekarang dicium-cium kelincinya.” Kyuhyun menggerutu.

“Anak muda kau cemburu pada kelinci?” teguran si bibi pemilik toko itu membuat Kyuhyun salah tingkah, untunglah Kibum sedang asik bermain dengan si mini lop.

“Ah Kibum-ah kau mau itu?” tanya Kyuhyun berusaha menghindari sindiran bibi pemilik toko.

Ne!”

Kibum memamerkan senyum mematikannya, tak mau kehilangan kesempatan memiliki kelinci berbulu kecekolatan itu.

.

.

.

Kibum dan Kyuhyun sudah sampai di rumah, mereka meletakkan kandang mini lop di dekat dapur dan meminta para pelayan membantu Kibum merawat kelinci itu. Kibum dengan sigap memberikan wortel kepada kelinci berbobot ringan itu, bahkan menungguinya selama kelinci itu makan.

“Mau di beri nama?” tanya Kyuhyun yang baru saja kembali dari dapur setelah meneguk air mineral.

Ne!”

Nugu?”

“KYUBUM!” pekikan Kibum terdengar hingga ke telinga para pelayan membuat mereka menahan tawa mati-matian.

“Nama macam apa itu?” Kyuhyun menatap jengkel Kibum.

“Kyu untuk Kyuhyun dan Bum untuk Kibum.” Kibum mengerjapkan matanya polos.

Kyuhyun membungkuk dan memperhatikan wajah mulus Kibum, “Jadi kau menolak Siwon dan Changmin untuk jadi ukeku ya?” tanyanya dengan senyum menggoda.

ANDWEEEE!”

Kibum yang sadar dengan posisi Kyuhyun segera melarikan diri ke kamarnya dan meninggalkan mini lopnya yang belum ia masukan ke kandang. Mengerikan sekali melihat wajah mesum Kyuhyun tadi.

Tok… Tok… Tok…

Nugu?”

“Pelayan Shin, Tuan Muda!”

Kibum berjalan dengan malas demi membukakan pintu untuk si pelayan, “Wae?”

“Maaf Tuan Muda tapi sepertinya kau meninggalkan boneka kucing ini.” Jawab si pelayan seraya menyodorkan sebuah boneka kucing, Kibum baru ingat tentang boneka hadiah dari Changmin, maka setelah berterimakasih ia dengan segera membawa masuk boneka itu dan meletakkannya di samping boneka beruang putih yang di berikan Siwon kemarin.

See? I really like a girl now!” gerutunya, “Baiklah aku tidak akan memberikanmu kepada Yoona karena toh aku sudah mau membawa boneka dari Changmin!” Kibum mulai berbicara kepada si boneka beruang.

white-teddy-bear-30in__34662_zoom

“Namamu adalah Sibum si beruang dan kau adalah Changbum si kucing!” katanya seraya menunjuk-nunjuk bonekanya, “Semoga besok Minho tidak memberikanku boneka kodok yang harus ku namai Minbum.”

Kibum melangkahkan kakinya ke ranjang, bermain di game centre meskipun tak sama sekali menang tetap saja membuatnya lelah. Setidaknya hari ini ia tak sakit kepala lagi dan ia bisa tidur dengan tenang sembari tersenyum karena mimpi yang indah.

Keesokannya Kibum terbangun dengan tubuh yang lebih segar, sepertinya ini hari yang baik untuknya, Kibum segera bersiap dan memberi makan Kyubum. “Masih pagi sudah mengurus kelinci.” tegur Kyuhyun.

“Hei! Kau sudah sarapan? Mau sarapan bersama tidak? Kau belum sarapan kan?” tanya Kibum setelah memasukan kelincinya ke dalam kandang.

“Kau ini kalau mau bertanya satu-satu saja, jangan beruntun seperti itu! Ck ku kira kau pendiam!” Kyuhyun menggerutu dan meninggalkan Kibum ke ruang makan, Kibum hanya tersenyum dan mengekornya.

“Maaf deh, sebenarnya kalau sudah kenal dan merasa nyaman aku bisa banyak bicara juga.” Kibum membela diri.

“Aku sudah selesai, bye…”

“Eh aku baru saja duduk, kenapa cepat sekali?”

“Aku ada urusan.”

“Huh dasar, katanya teman tapi ninggalin.” keluh Kibum.

Kibum terpaksa pergi ke sekolah sendiri, seperti biasanya dengan menggunakan bis karena jarak sekolahnya memang tak begitu jauh.

Hari ini begitu cerah, langit terlihat berawan dan Kibum senang melihat bentuk-bentuknya yang lucu, ia ingat cerita tentang negeri di awan yang sering di ceritakan bibinya saat ia dan Yoona masih kecil dulu, “Aku merindukanmu Yoong…” lirihnya seraya memejamkan mata, tak sadar bahwa seorang pria jangkung tengah mengintainya sedari tadi.

Tahu bahwa mangsanya sedang lengah pria itu pun menyeringai dan membekap mulut dan hidung korbannya dengan sebuah sapu tangan biru yang sudah diberi obat bius. Kibum meronta sesaat sebelum akhirnya jatuh ke dalam pelukan si pria jangkung, pria itu kemudian membawa tubuh tak sadarkan Kibum ke dalam mobil biru metalicnya.

“Misi pertama berhasil.” kata seorang pria di balik kemudi, pria lain yang duduk di sampingnya pun mengangguk seraya mengacungkan jempolnya.

TBC

Advertisements