Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

IMG-20140607-WA0001

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Minho, Lee Jonghyun, Lee Sungmin, Kim Jungmo and others

Genre: Romace, Comedy

Rating: AU

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya

Summary: Kim Kibum seorang namja introvert yang terpaksa tinggal dengan Cho Kyuhyun yang dingin dan ketus. Kehidupannya yang datar berubah ketika para kingka mengelilinginya.

Pairing: KyuBum, ChangBum, SiBum

p. s Pairing lain menyusul seiring berjalannya cerita

©SnowBum KyuDevil proudly presents

.
.
.

Kyuhyun berdiri di depan sebuah rumah, tidak begitu lama hingga pagar itu terbuka dan menampakan penghuninya, seorang pria berambut abu-abu dengan anting-anting di telinganya keluar bersama seorang gadis cantik berambut panjang. Kyuhyun mengenal keduanya sebagai Kim Jungmo dan Lee Sungmin atau mungkin Sunny Lee karena orang itu tengah menyamar.

“Wuah pagi-pagi begini sudah ada tamu.”

Jungmo menyindir, ini pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun setelah bertaun-tahun.

“Sudahlah jangan menggodaku, aku hanya mau berbicara sebentar,” Kyuhyun meletakan helm yang sejak tadi di peluknya.

“Kalian cocok.”

Mwo?”

Jungmo melotot heran sementara Sungmin sudah merona karenanya.

“Jangan berbuat lebih dari ini, aku akan memenangkan olimpiadenya setelah itu keluarlah dari Neul Paran High School toh aku dan Changmin sudah memaafkanmu,” Kyuhyun menatap Sungmin cukup lama, “Jangan sia-siakan waktumu untuk kegiatan yang tidak berguna seperti ini.”

“Aku akan menyelesaikannya.” jawab Sungmin.

Jungmo memperhatikan keduanya, Kyuhyun hanya tersenyum kemudian pergi dengan motornya, sementara Sungmin sudah masuk kembali untuk kemudian masuk ke dalam mobil.

“Hari ini ku antar sampai sekolah ya!” Jungmo menawarkan diri.

Ani, aku akan naik bus seperti biasanya.” Sungmin menolak.

“Ayolah Ming, sekali saja, lagi pula aku penasaran ingin melihat sekolah itu.”

Sungmin tersenyum mendengar alasan Jungmo yang terlalu mengada-ada tapi baiklah karena terus dipaksa Sungmin pun membiarkan Jungmo mengantarkannya.

.

.

.

“Sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya seorang pria bertubuh tegap.

“Memperkosanya.” jawab si jangkung santai.

“Ah gila, mau mati kamu!” si tubuh tegap nyaris saja menonjok si jangkung kalau saja si pirang tak menengahi mereka.

“Tenang-tenang ini hanya sandiwara belaka!” seru si tembam.

“Kalau tidak mau ditolong ya sudah.” Kata seorang lagi yang sejak tadi sibuk memperhatikan Kibum yang tengah pingsan dalam keadaan terikat.

“Donghae-ya kenapa kau menatap bocah itu sebegitu mesumnya!” protes si pirang sembari menggetok kepala pria yang ternyata Donghae itu dengan sepatu bekas yang entah berasal dari mana.

“Aish Hyuk sakit sekali kepalaku, jangan seperti itu nanti aku bisa jadi bodoh!” keluh Donghae seraya mengusap kepalanya.

“Sudah-sudah jangan bertengkar!” Henry yang sejak tadi sibuk mengemut lolipopnya ikut bersuara, “Lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya memperkosa Kibum, soalnya dia itukan namja!” katanya polos, Donghae dan kawan-kawan sudah bersweat drop ria mendengar ocehannya.

Ternyata rencana Zhoumi benar-benar di laksanakan, lihat saja sekarang mereka sudah membawa Kibum ke pertokoan bekas di pinggir kota, yang pasti tempat ini begitu sepi dan kotor jadi tak ada orang yang sudi ke tempat ini.

“Itu gampang, kan ada pasangan yadong di antara kita!” seru Zhoumi seraya menunjuk Donghae dan Eunhyuk.

“Terus aku harus dapat bekas kalian gitu?” kata Siwon kesal.

“Bawel amat sih!”

Zhoumi menampar bibir Siwon yang terlipat, “Aku dan Donghae akan memperkosanya, nanti saat Kibum berteriak kau masuklah dan berkelahilah dengan kami!”

“Tenang saja, kami tidak akan benar-benar memperkosanya.”

Sambar Donghae dengan senyum khas playboynya. Siwon menghela napas, walaupun begitu Kibumnya akan disentuh-sentuh oleh orang lain, sungguh membayangkannya saja Siwon sudah tak rela.

“Ya sudah sambil menunggu dia sadar lebih baik sekarang kita siapkan penyamaran untuk Zhoumi dan Donghae!”

Eunhyuk menyeret Donghae menjauh dari Kibum, diikuti oleh Henry yang menyeret Siwon karena Siwon rupanya masih mau di sini untuk melihat Kibum. Zhoumi hanya tersenyum geli melihat pacarnya memaki-maki Siwon.

,

,

,

“TADA!”

Changmin membuka kotak makan siangnya, hari ini ia membawa kimbap sangat banyak dan aromanya benar-benar menggoda siapapun yang menghirupnya.

“Woah ini untukku ya?”

Sooyoung langsung bangun dari duduknya saat melihat makanan yang dipamerkan Changmin.

“Iya.”

Sunggyeol memperhatikan keduanya, ia sampai berjalan menghampiri keduanya demi melihat wajah sumringah Sooyoung.

“Dalam mimpimu!” sambung Changmin yang langsung mengundang tawa Sunggyeol dan anak-anak lain yang duduk di dekat Sooyoung.

“YAA! KAU MENGEJEKKU LAGI SHIM!” marah Sooyoung yang hanya dihadiahi gelakan tawa Changmin.

“Min!”

Sooyoung baru saja akan menonjok Changmin ketika Minho sepupunya menyeret Changmin keluar, Changmin masih memegang kotak bekalnya yang terbuka lantaran tutupnya tertinggal di meja Sooyoung .

“Ho jangan begini nanti kimbap untuk Kibum-ah jatuh!” protes Changmin kesal.

“Diamlah, kau harus melihatnya!” sahut Minho yang masih saja berlari.

“Melihat apa? Jangan licik ya, aku membuat makanan ini dengan sepenuh hati tahu!”

“Cerewet! Tuh lihat!”

Minho menunjuk ke arah pagar, Changmin nyaris saja menjatuhkan kotak bekalnya seandainya Jonghyun tak datang dan menyadarkannya.

“Lihat tuh kecengan masa lalumu lagi jalan sama kakek-kakek!” ejek Jonghyun mengundang tawa Minho.

“Iya tuh lihat rambutnya putih semua!” sambung Minho.

“Cih apaan sih kalian, aku sekarang udah ngga suka sama kelinci gendut itu lagi, aku lebih suka kucing imut!” kata Changmin mencibir.

“Kibum maksudmu? Dia itu bukan kucing tapi putri dari dongeng!” puji Minho seraya tersenyum senang.

“Eh lihat tuh mereka jadi pusat perhatian, keren juga tuh kakek bisa bikin cewek-cewek sini klepek-klepek!”

Jonghyun mengalihkan pembicaraan tentang Kibum dan kembali membahas Jungmo dan Sungmin.

“Mau ke sana?” tanya Changmin.

“Ah gila kamu! Di sekolah ini ngga ada yang tahu kita kenal sama Lee sonsaengnim, jangan cari mati deh!” tolak Minho.

“Sudahlah, Jungmo-ssi sudah pergi.” kata Jonghyun, lalu berbalik menuju kelasnya.

“Ngomong-ngomong Kibummie ke mana ya?” tanya Minho yang kemudian mengekor di belakang Jonghyun.

“Iya nih Kyuhyun juga belum kelihatan!” sahut Changmin yang berjalan di belakangnya.

“Ciee nyariin Kyuhyun nih, tumben!” goda Jonghyun dan Minho bersamaan.

“Ciee kompak banget nih kalian!” Changmin gantian menggoda, Minho hanya bergidik ngeri lalu kabur ke kelasnya sementara Jonghyun sudah setengah mati menahan gugup.

“Sial kau Min!” Changmin hanya tersenyum licik.

.

.

.

“Eungh…”

Suara lenguhan Kibum terdengar saat Zhoumi dan Donghae masuk, kesempatan bagus bagi mereka berdua untuk memulai rencana mereka.

“Siap?” bisik Zhoumi.

Donghae mengacungkan jempolnya diikuti anggukan kecil. Keduanya berjalan secara perlahan menghampiri tubuh Kibum yang terikat. Seperti de javu Kibum sudah hampir menangis saat sadar ada dua orang pria yang mengincarnya.

“Hai manis!” sapa Zhoumi seraya membelai pipi putih nan mulus milik Kibum.

Nuguseyo?” tanya Kibum khawatir.

Zhoumi menutupi wajahnya dengan masker sementara Donghae memakai wig panjang dan merelakan pipinya dilukis demi menciptakan bekas luka jahit di pipi kanannya.

“Jangan takut, kami hanya mau bermain bersamamu!” jawab Zhoumi.

Donghae membuka ikatan di kaki Kibum sementara Zhoumi membuka ikatan di tangannya. Kibum memanfaatkannya untuk berdiri tapi Zhoumi membantingnya dan kemudian merobek bajunya.

“Wow mulus sekali kulitnya!” puji Donghae jujur.

“Lepaskan! Aku ini laki-laki, sama seperti kalian!”

Ini benar-benar de javu sialnya Kibum tak mengenal tempat ini sebagai gudang sekolahnya, ia bahkan tak ingat telah sampai sekolahnya atau belum.

“Pssttt tenanglah!”

Zhoumi meletakan telunjuknya di bibir Kibum, kemudian membelai rambut hitam Kibum dan bersiap menciumnya.

ANDWEEE!”

BRUK!

Belum sempat Zhoumi mencium sang mangsa tubuhnya malah terpelanting, Donghae menelan ludahnya, berpikir apakah akan tetap berada di sini untuk dipukuli Siwon atau kabur.

“Pergi kalian!” Siwon mengangkat balok kayu seraya mengangkatnya tinggi-tinggi sebagai ancaman, Zhoumi memberi kode pada Donghae lalu keduanya pergi berlairan keluar dari gudang.

“Kibum-ah gwaenchanayo?”

Siwon menghampiri Kibum dengan segera, dalam hati ia mengutuk sepupunya karena telah merobek seragam Kibum.

“Siwon Hyung!”

Kibum memeluk Siwon segera setelah Siwon duduk di sampingnya, Siwon sendiri merasa kaget dengan tindakan Kibum, tahu begini sejak kemarin saja ia menggunakan cara seperti ini, pikirnya.

“Kibummie, gwaenchanayo?” tanya Siwon khawatir, bagaimana tidak Kibum menangis sesenggukan di dalam pelukannya.

“Aku takut, ini seperti kejadian beberapa waktu yang lalu hiks…” keluh Kibum.

“Hush tenanglah Bummie, kau akan baik-baik saja, aku akan melindungimu,” Kibum melepaskan pelukannya dan menatap Siwon, “Wae Kibummie?”

“Ini di mana? Kenapa kau bisa menolongku?” tanya Kibum heran.

“Eum, tadi aku melihatmu diculik saat berangkat ke sekolah jadi aku mengikutimu,” jawab Siwon gugup, “Iya begitu!”

“Siapa mereka? Apa mereka orang suruhan penggemarmu?” kali ini Kibum bertanya dalam ketakutannya, Siwon menggeleng dengan cepat.

Ani, ku rasa mereka hanya tertarik padamu karena kau cantik!” jawab Siwon yang terang saja membuat Kibum merona malu, Siwon diam-diam melihatnya dan merasa senang dengan keberhasilan rencananya.

Gomawo Siwon Hyung.” gumam Kibum pelan, sepertinya ia masih sibuk mengatur perasaannya yang kacau.

“Ayo pulang Kibum!” Siwon memakaikan jaketnya ke tubuh Kibum.

“Tapi…”

“Hush!” Siwon membekap mulut Kibum, “Kau tidak mungkin sekolah dengan seragam yang robek!”

Kibum lagi-lagi merona dibuatnya, sial sekali, baru kali ini ia merasa begitu malu diperhatikan pria lain, padahal saat berenang pun para pria terbiasa bertelanjang dada dan Kibum tidak merasa risih jika diperhatikan.

Siwon menggendong tubuh Kibum seperti pengantin, Kibum mulanya protes tapi Siwon tak menggubrisnya dan terus berjalan hingga mereka sampai di mobil.

“Siwon Hyung, apa kau akan mengantarku ke kediaman Cho?” tanya Kibum ragu.

“Tentu saja!” Siwon tersenyum yakin.

.

.

.

Kyuhyun tak bisa fokus pada pelajaran yang tengah diajarkan oleh guru Kwon, pikirannya terus melayang ke arah Kibum. Changmin sejak tadi menanyainya di mana Kibum, Minho juga tak kalah gusarnya tapi mana Kyuhyun tahu kalau Kibum akan membolos.

“Anak pintar dan rajin seperti Kibum tidak mungkin membolos!”

Jonghyun datang membawa beberapa makanan dan minuman, dibantu oleh Sohyun.

“Tapi sampai jam istirahat begini dia tidak juga datang dan kata Kyuhyun kan dia sudah siap mau ke sekolah tadi!”

Changmin semakin gusar dan terus saja memandangi jam tangannya.

“Aku dan Minho sudah mencarinya tapi tidak ada!”

Suara Sooyoung terdengar, Minho duduk dibangkunya dengan wajah khawatir, ia dan Sooyoung baru saja pergi ke UKS, barangkali Kibum ada di sana karena sakit.

“Coba ditelepon lagi, mungkin saja dia akan mengangkatnya!” kata Sohyun.

“Sudah, tetap tidak bisa.” jawab Kyuhyun datar.

“Boleh duduk di sini?”

Minzy datang dengan semangkuk ramen dan milk shake, ia duduk di antara Sooyoung dan Kyuhyun, “Mau memberi info saja kalau tadi aku melihat Zhoumi dan kawan-kawan.”

Changmin menatap sinis Minzy, merasa bahwa sangat tidak penting membicarakan senior-seniornya yang menyebalkan itu.

“Apakah ada hubungannya dengan menghilangnya Kibum?” tanya Jonghyun, Minzy tersenyum, tahu bahwa hanya Jonghyun saja yang bisa bersikap jernih di saat genting seperti ini.

“Tidak ada Siwon di antara mereka, kata teman sekelasnya Siwon membolos!”

Minzy meminum milk shakenya dengan tenang sementara yang lainnya sudah melotot kesal.

“Sialan! Jangan-jangan dia diculik kuda itu!” Minho akhirnya bersuara.

“Jangan asal tuduh, tidak baik!”

Sooyoung menjitak sepupunya yang tampan.

“Mungkin bukan menculik tapi memaksanya pergi bersama!”

Changmin mengepalkan tangannya di atas meja.

“Pergi kencan? Wuah serunya seandainya pacarku seromantis itu!” kata Sohyun yang langsung mendapat deathglare gratis dari Changmin dan Minho.

“Kyu, coba kau hubungi rumahmu sekali lagi, mungkin saja Kibum sudah pulang.”

Kyuhyun bersyukur bahwa setidaknya ia masih punya seorang teman yang waras seperti Jonghyun.

“Baiklah.”

Kyuhyun mengeluarkan ponsel pintarnya dan kemudian berdiri meninggalkan meja makan.

“Kita tunggu di sini saja!” kata Jonghyun sembari menahan tubuh Changmin dan Minho. Tidak butuh waktu yang lama hingga Kyuhyun kembali dengan wajah yang di tekuk.

“Sohyun-ah tolong katakan bahwa aku izin karena tidak enak badan, terimakasih!” Kyuhyun meletakan sebuah cokelat batangan pada gadis yang duduk di hadapannya.

“Ah terimakasih kembali!” Sohyun tersenyum sumringah karena mendapatkan cokelat gratis.

“Mau ke mana dia?” tanya Jonghyun.

“Kyu apakah sesuatu terjadi pada Kibumku?” tanya Changmin yang langsung berlari mengejar Kyuhyun, Minho juga ikut berlari mengejarnya menyisakan Jonghyun yang duduk bersama Sooyoung, Minzy dan Sohyun.

“Kenapa bukan gadis seperti Jessica dan Tiffany yang duduk denganku.” gumamnya seraya menatap Sooyoung, Minzy dan Sohyun bergantian.

“APA MAKSUDMU JONGHYUN?” pekik ketiganya memekakkan telinga.

“Aish dasar gadis-gadis tukang makan, terlalu banyak makan sampai suaranya pun besar!” Jonghyun menggelengkan kepalanya, sementara gadis-gadis itu tak mempedulikannya dan kembali sibuk dengan makanan mereka.

.

.

.

“Tuan Choi sudah pergi 15 menit yang lalu, sementara Tuan Kim sedang beristirahat di kamarnya,” Kyuhyun mengangguk paham mendengar penjelasan kepala pelayan rumahnya.

“Jika ada Changmin, Minho dan Jonghyun datang, katakan pada mereka bahwa aku dan Kibum tak mau menerima tamu untuk hari ini!”

Kepala pelayan hanya mengangguk patuh. Kyuhyun berjalan dengan tangan yang terkepal, tidak habis pikir bahwa ia benar-benar pergi bersama Choi Siwon.

BLAM

Kyuhyun menutup pintu kamar Kibum dengan sangat kencang hinga Kibum terbangun, Kibum melihat ke arah jam demi mengetahui sudah berapa lamakah ia tertidur, ini masih siang, Kibum mengernyit heran.

“Apa yang kau lakukan dengannya?” suara rendah itu terdengar dan memecahkan keheningan,

Nugu?” tanya Kibum polos.

“Ck… tentu saja Choi Siwon!” jawab Kyuhyun dengan suara yang meninggi.

“Bukan apa-apa, kenapa kau bertanya seperti itu sih?” tanya Kibum sewot.

“Bukan apa-apa katamu? Membolos dari sekolah itu bukan apa-apa?”

“Kami tidak membolos!”

Kibum turun dari kasurnya, kesal juga karena Kyuhyun sejak tadi berdiri di ambang pintu kamarnya.

“Lantas apa? Tidak sadarkah kau bahwa berada di dekatnya itu berbahaya, kau mau kejadian yang telah lalu itu terulang lagi?”

“Bahaya apanya? Justru jika tidak ada dia, aku tidak tahu akan jadi apa!”

Kyuhyun diam, dia memang tidak tahu apa yang baru saja di alami oleh Kibum dan Siwon, yang ia tahu kebersamaan mereka telah membuatnya merasa kesal dan emosi.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun kemudian.

“Dia yang menolongku dan kau, kau malah meninggalkanku dan sekarang menuduhku!”

Suara Kibum bergetar, air matanya yang sejak tadi terbendung kini meluncur bebas di kedua pipinya. Entah mengapa hatinya begitu sakit.

“Ki-”

Kyuhyun merasa bersalah sekarang, bagaimana bisa ia membuat Kibum begitu ketakutan sementara ia baru saja mengalami peristiwa yang mengerikan.

Kibum terjatuh di lantai, entah mengapa kepalanya terasa sakit lagi.

“Kibum-ah, gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun panik.

“Gwaenchana… hhh…” Kibum berusaha untuk berdiri tapi rasanya ada puluhan ton batu yang menimpanya hingga ia tak sanggup untuk berdiri.

“Bummie!”

Kyuhyun terkejut bukan main saat Kibum pingsan di dalam pelukannya, dengan segera ia memindahkan tubuh Kibum ke ranjang dan menelepon dokter keluarganya, “Bum…” lirihnya.

.

.

.

“Kibum kau cari apa?” tanya Minzy.

Hari ini Kibum sudah masuk sekolah lagi, ia merasa baik-baik saja dan tak mau membolos lagi, Kyuhyun juga berjanji untuk tak membiarkan Kibum naik kendaraan umum lagi, terdengar manja memang tapi toh semua demi kebaikan Kibum sendiri.

“Ryeowook. Di mana dia Minzy-ssi?” tanya Kibum yang tak menemukan keberadaan Ryeowook padahal sebentar lagi bel masuk.

“Kibummie, kamu malah nyariin dia dan nyuekin aku dari tadi!” rengek Changmin.

“Sudah jangan dicari dia, dia ngga akan datang lagi!” kata Minzy.

“Benarkah? Kalau begitu aku boleh duduk di sini ya?” kata Minho senang.

“Heh jangan seenaknya! Lebih baik aku saja yang duduk di samping Kibummie!” sambar Changmin, Minho cuek saja dan berlari mengambil tasnya, Changmin yang tak mau kalah pun ikut-ikutan mengambil tasnya.

“Minzy-ssi kenapa bicara seperti itu?” tanya Kibum heran.

“Kemarin hari terakhirnya di sekolah, dia bilang akan pindah lagi ke Jeonju!” jawab Minzy membuat Changmin dan Minho yang mendengarnya senang.

“Kenapa yang duduk denganku selalu pindah-pindah sih.”

Kibum menggumam kecewa, seingatnya dulu teman sebangkunya adalah Yeowoon yang kemudian pindah sekolah dan digantikan oleh Ryeowook yang juga adalah siswa pindahan tapi kini Ryeowook pun pindah dari sekolahnya.

“Mungkin mereka tahu kalau duduk di sampingmu itu berbahaya, lihat tuh!”

Minzy menunjuk Changmin dan Minho yang sedang berkelahi memperebutkan kursi di samping Kibum. Kibum menghela napas berat.

“KEMBALI KE TEMPAT KALIAN MASING-MASING ATAU AKU AKAN PINDAH JUGA MENGIKUTI YEOWOON DAN RYEOWOOK!”

Wush~

Kelas mendadak hening mendengar amukan si pendiam Kibum.

“…”

Changmin menjatuhkan tas di mana tak hanya ada buku tetapi juga kotak bekal makan siang yang akan di berikannya kepada Kibum. Minho mengerjapan mata kodoknya, tak percaya bahwa orang semanis Kibum berani juga membentaknya.

“Ada apa ini? Kalian tidak dengar suar bel?”

Suara guru Seo menyita perhatian semua orang yang kemudian berlarian ke tempat mereka masing-masing.

“Hari ini kita ulangan!” kata sang guru diikuti keluhan murid-murid kelas satu.

.

.

.

Siwon tersenyum bahagia sekali, ia berhasil masuk ke dalam gerombolan Kyu-Line yang tengah makan siang bersama, Changmin mentraktir bukan hanya mereka tetapi juga teman sekelasnya.

“Ini semua sebagai perayaan karena Kibum selamat! Tapi kau sunbaenim, beli saja sendiri makan siangmu!” kata Changmin yang tak suka dengan kehadiran Siwon, meskipun katanya dia yang sudah menyelamatkan nyawa Kibum.

Siwon tak ambil pusing dengan perkataan Changmin, ia sudah cukup senang bisa makan bersama Kibum, Kibum juga sudah tidak canggung berbicara dengannya.

“Kibum, kau tidak boleh curang!” kata Minho membuat teman-temannya menghentikan acara makan mereka.

“Curang?” tanya Kibum heran.

“Kau berikan kesempatan pada Siwon Hyung untuk membuatmu jatuh cinta padanya maka kau harus memberikan kesempatan yang sama padaku dan Changmin!”

“Uhuk!”

Jonghyun dan Kyuhyun tersedak dalam waktu yang bersamaan.

“Minho benar Kibum-ah, kau harus berikan kesempatan pada kami juga!”

Kibum hanya diam, memberikan kesempatan pada seorang saja sudah sangat menyusahkan apalagi kepada tiga orang. Tapi benar juga apa yang dikatakan Minho bahwa dirinya tak boleh curang, bukankah ketiga orang itu sama-sama menyukainya dan terlihat begitu getol mendapatkan perhatiannya.

“Aku…”

Kibum menggantungkan kata-katanya, masih ragu akan mejawab apa, ia jadi menyesal membiarkan Siwon duduk di sampingnya tadi.

“Kalau begitu, berikan kesempatan juga padaku dan Kyuhyun.” Jonghyun memutar ponselnya di atas meja.

“Kau!”

Minho menatap Jonghyun kesal. Tak menyangka bahwa Jonghyun yang selama ini diam saja, diam-diam juga menyukai Kibum.

“Aku setuju.”

Kyuhyun menatap Kibum tajam. Kibum semakin terpojok saja, rasanya keputusan orang tuanya untuk membawanya ke Korea bukanlah keputusan yang tepat.

“Dengar, aku… bukan mainan… jika kalian memang benar menyukaiku, Tuan Choi, Tuan Shim, Tuan Lee dan Tuan Cho, maka yang harus kalian lakukan adalah menunjukannya!”

Kibum berlari meninggalkan tempat duduknya, entah setan dari mana yang membisikan kata-kata seberani itu. Jantungnya kini berdegup kencang sementara napasnya belum juga beraturan, ia tak melihat seorang tengah tersenyum padanya.

“Kau luar biasa Kibum-ssi, sungguh luar biasa.” gumam seorang yang sejak tadi setia menjadi penonton kisah cinta murid-murid sekolah menengah itu.

TBC

Advertisements