Tags

, , , , , , , , , , , , , , ,

BtyrQqJCIAMH6eL.jpg large

Pagi itu ketika Kyuhyun, Ryeowook dan Henry berangkat bersama menuju sekolah, Kibum terus menatap ketiganya, atau mungkin salah satu di antara mereka.

“Kibum!” Ryeowook berteriak memanggil adiknya, Kibum kini sudah mulai kuliah setelah mengikuti percepatan sekolah.

“Sit in the driver side!” ujar Kyuhyun lalu masuk ke dalam mobil.

Henry mengangguk patuh kemudian masuk ke dalam mobil, sesekali ekor matanya melirik Ryeowook dan Kibum yang tengah mengobrol di samping mobil.

Entah mengapa bocah itu merasa tengah diawasi oleh kakak tirinya, Kibum memang tak banyak bicara seperti yang lainnya tapi dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui kebohongannya tentang kemampuannya berbahasa Korea.

“Ngapain dia ngeliatin Ryeowook hyung dan Kibummie?” gumam Kyuhyun yang rupanya terdengar oleh Henry.

Henry menahan tawa demi mengetahui bahwa orang yang tidur bersamanya malah tak mengetahui kebohongannya.

Bye!” ujar Ryeowook saat Kibum pergi bersawa Siwon dan Yesung ke kampus mereka, “Kaja!” katanya ketika sudah masuk ke dalam mobil. Seorang pria paruh baya dengan sigap melajukan mobil keluar rumah.

Yaa kau tahu dia masuk SMP mana?” tanya Ryeowook pada Kyuhyun.

“Dia masuk sekolah yang sama dengan kita Hyung!” jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari game consolenya.

Sekolah yang ia maksud adalah Shinhwa, sebuah sekolah dengan 6 unit berbeda. Pre-school, TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Sebagian besar putra Kim pernah bersekolah di sana, jadi tak heran jika Youngmin juga memasukan Henry ke sekolah yang sama dengan para saudaranya.

.

.

.

Henry and Hyungs Part 2

Cast: Super Junior OT15, Kim Youngmin, Zhang Liyin, Lee Yeonhee and others.

Genre: Drama, Family, Brothership

Rating: PG-13

Disclaimer: Semua cast bukanlah milik saya tetapi cerita ini murni milik saya, FF ini hasil ‘plot bunny’ saya.

Summary: Henry adalah seorang anak yang lahir terpisah dari ayah dan saudara-saudaranya, apa yang terjadi saat ia datang ke kehidupankeluarganya yang penuh masalah dan menolak kehadirannya?

Warning: Akan ada beberapa karakter yang OOC, mild-language dan multiple partners

©SnowBumKyuDevil proudly presents

.

.

.

Dia adalah anak bungsu dari 15 bersaudara, tetapi dia adalah ‘anak terbuang’ yang tidak di kenal oleh para hyungnya. Dia lahir dan tumbuh tanpa sosok ayah meski ia bukan seorang yatim. Tapi dia, tidak tahu siapa ayahnya sesungguhnya…

Atau barangkali kami lah yang tidak tahu siapa ayahnya, entahlah…”

Kibum menutup bukunya, memperhatikan jam yang terikat di tangan kanannya, pukul 9:15 masih ada 15 menit lagi sebelum jam kuliah dimulai. Pria yang baru saja menginjak umur 18 tahun itu memutuskan untuk pergi ke kelas Siwon yang berada di universitas yang sama dengannya.

Sementara di sudut lain Siwon tengah berbincang dengan beberapa temannya, Siwon yang di kenal ramah punya teman paling banyak, -selain Heechul tentunya- di antara semua putra Kim. Berbanding terbalik dengan Kibum yang selalu menyendiri dan lebih suka kesendirian.

“Kau ada acara malam ini?” tanya seorang pria cantik dengan surai pirang panjangnya, Siwon menolehkan kepalanya demi melihat mata bulat bak kelinci yang tengah menatapnya dengan rasa penasaran itu.

Wae Joongie-ah?”

Siwon menyelipkan helaian panjang itu ke telinga, menyibakan poni yang sedikit menghalangi matanya, cantik, pria di depannya begitu cantik, bahkan bila dibandingkan dengan perempuan sekalipun.

“Eum~”

Jaejoong –pria cantik itu, mengerucutkan bibir semerah cerinya seraya berkata, “Temani aku menonton musikal!” katanya manja, Siwon tersenyum memamerkan lesung pipitnya yang menawan.

“Cih!”

Kibum memasukan kedua tangannya ke saku celana, lalu berbalik arah menuju kelasnya, ini bukan kali pertama ia gagal menemui Siwon karena melihat sang kakak yang tampan tengah bercengkrama dengan pria setengah wanita itu, Bahkan ini sudah menjadi kegiatan sehari-harinya.

“Masih belum jera juga oh?”

Seorang pria jangkung berwajah manis dengan tatapan yang tajam menyeringai ke arah Kibum, “Kim Jaejoong memang sangat cantik, dia adalah magnet yang bisa menarik begitu banyak kutub!” pujinya, dramatisir.

“Tuan Shim, berpidatolah di tempat lain!” ujar Kibum, dingin. Changmin, kembali menyeringai kemudian berjalan menuju kursinya tapi tetap tak berhenti mematai si adik kesayangan Siwon tersebut.

.

.

.

“HAHAHA!”

Heechul tertawa keras tanpa mempedulikan telinga orang di sekitarnya, Leeteuk menekuk mukanya demi menahan marah kepada saudara yang 9 menit lebih muda darinya itu.

“Aku tidak bisa membayangkan jika rambutmu yang selalu panjang menjadi… err… botak…” ujar Hankyung, takut-takut.

“Tsk! Rambutku akan tumbuh dengan cepat bodoh!”

Tangan si sulung terulur dan memukul kepala Hankyung dengan gulungan kertas modulnya.

“Mau kau ke manakan gadis-gadismu yang seksi itu Jungsoo? Mau kau berikan padaku huh?”

Heechul mengerlingkan matanya genit, membuat Hankyung yang duduk di sampingnya bergidik.

“Gadis yang mana? Aku sudah tidak bermain dengan wanita lagi!” bantah Leeteuk, memasang wajah lugunya.

“Sejak kapan?” tanya Hankyung heran.

“3 hari ini.” jawab Leeteuk, singkat.

Mwo? HAHAHAHA~”

Heechul dan Hankyung tertawa bersama hingga pengunjung café menoleh memperhatikan mereka.

“Aish memalukan bukannya mendukungku malah mentertawaiku, dengar ya setelah aku menyelesaikan wamilku, kupastikan aku akan melengkapi koleksiku menjadi 100!” Leeteuk menyombongkan dirinya.

“Dan sebelum kau menyelesaikan wamilmu, adikku akan memecahkan rekor yang kau inginkan!” ejek Hankyung.

Sementara di Universitas Shinhwa, Zhoumi memutuskan bolos dari mata kuliahnya, si jangkung yang mirip sekali dengan Siwon itu memang agak nakal jadi tidak heran jika dia membolos mata kuliah.

Yoboseyo?” terdengar suara Shindong di sebrang, kebetulan keduanya berada di universitas yang sama.

“Hyung, kau mau ku traktir makan babi? Temani aku berbelanja, jangan lupa bawa gadis-gadis seksi!” katanya dengan nada memerintah, kaki-kaki panjangnya berjalan dengan cepatnya, sesekali matanya berkedip genit melihat tubuh para gadis cantik yang tak tertutup sempurna.

“Baiklah, kita ke tempat biasa!” sahut Shindong setuju, sepertinya ini bukan kegiatan yang baru sekali mereka lakukan.

Zhoumi bergegas menuju lapangan parkir sambil terus menebar feromon kepada setiap gadis yang ditemuinya, para gadis itu tentu saja senang karena Zhoumi terkenal sebagai Don Juan di Universitas Shinhwa.

.

.

.

“Hya!”

Lengkingan itu terdengar seiring dengan napas yang memburu. Tangan itu tampak sedang memelintir tangan lain untuk kemudian membantingnya, “HA!”

“Bruk!” seorang lagi tersungkur di tepian taman kota yang sepi.

sing~

Hembusan angin menerbangkan ribuan dedaunan di musim gugur, seorang namja manis dengan atribut serba pink berjalan dengan lompatan-lompatan kecil ditemani senandung merdu dari bibir mungilnya.

“Oh?”

Pria itu menatap sarung tangannya yang berwarna putih, ada noda tak menyenangkan di sana, “Kau hanya akan merepotkanku saja!” katanya kemudian membuang sarung tangan tersebut ke sungai yang di lewatinya.

“Nanananana~ nanananana~ yoorichangedo… nae noon wiedo… Eeseul maethyunne… noonmool maethyunne… jageun naetmooreul… mandeune…”

Dan matahari mulai terbenam, pria itu bediri di depan pagar rumahnya sembari menatap langit jingga, senja kali ini sangat indah dan akan jadi sempurna jika ada dia.

“Yesung!”

Entah angin apa yang membawa Youngmin pulang lebih cepat hari ini, pria paruh baya itu berjalan dalam ekspresinya yang arogan.

“Hn.” Yesung menjawab dengan tampang stoiknya yang begitu Youngmin benci.

“Merah. Kemarin ungu, besok akan kau ubah menjadi apa lagi?” tanya Youngmin, entah soal apa.

“Kau suka warna apa?” Yesung bertanya balik, sepertinya ia tahu apa yang dimaksud Youngmin barusan.

Ekspresi Youngmin mengeras, “Kau salah satu yang tertua tapi tak pernah menjadi contoh yang baik bagi adikmu.”

“Menurutmu Leeteuk adalah yang terbaik di antara kami?” Yesung berlalu begitu saja, seperti tak berniat mendengar jawaban sang ayah.

.

.

.

“Di mana Youngwoon?”

Seperti biasanya Youngmin sebagai kepala keluarga menunggu anggota keluarganya berkumpul terlebih dahulu sebelum memulai acara makan mereka, karena hanya pada saat makan lah mereka dapat berkumpul secara utuh.

“Aku tak melihatnya!” jawab Heechul.

“Aku juga tidak!” sambung Leeteuk.

Keduanya memang yang paling dekat dengan Kangin, Yesung. Kangin juga masuk kampus yang sama dengan Leeteuk, Heechul dan Hankyung, sementara Yesung berada di kampus lain.

Youngmin menyapu pandangannya ke seluruh anggota keluarga, Yeonhee hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.

I’m hungry…” gumam Henry pelan tapi bicara sepelan apapun dalam keadaan sesunyi sekarang akan tetap terdengar.

“Baiklah, ayo kita mulai makan!” ujar Youngmin bijak.

Tapi rupanya kebijakannya malah mengundang kontroversi di antara para putranya lantaran mereka menganggap Youngmin terlalu mudah mengabulkan permintaan ‘anak baru’ itu.

‘Saat aku yang mengatakannya, appa malah membentakku dengan kasar!’ batin Shindong tidak terima.

Ia hanya bisa mengeluh dalam hati, ayahnya tak pernah menyukainya karena ia gendut, setidaknya itulah yang selalu dipikirkannya selama bertahun-tahun.

Makan malam usai tapi Kangin masih belum juga menunjukan tanda-tanda kehadirannya.

Kyuhyun dan Henry sudah berada di kamar mereka, melakukan aktivitas masing-masing, Kyuhyun yang sibuk belajar dan Henry yang sibuk membaca komik sembari mendengarkan musik di iPodnya.

Sejam berlalu, Henry masih dengan kegiatannya sementara Kyuhyun kini sudah merapihkan bukunya dan mulai bermain PSP hitam kesayangannya.

Tak ada percakapan, tak ada yang mau memulai perbincangan, tak ada suara kecuali suara game milik Kyuhyun. Seolah mereka lupa bahwa ada orang lain yang hidup dalam ruang yang sama dengan mereka.

.

.

.

“Aku akan menghukumnya saat ia pulang nanti!”

Jarum panjang sudah menunjuk angka 9 saat ini tapi Kangin tak juga pulang dan tak ada satupun yang tahu ia ke mana.

Liyin meletakan sisirnya di atas meja rias kemudian berjalan menghampiri sang suami, “Kau egois!” katanya dengan mata nanar.

Youngmin menatap tajam Liyin, berusaha mengelak dari kecaman tak beralasan yang diajukan sang istri.

“Dia anak laki-laki dan dia sudah dewasa, biarkan ia melalui masa remajanya tanpa harus kau kekang!”

“Apa begini caramu mendidik Hyunhwa?

“Memangnya bagaimana caramu mendidik Lite, Xice, Hangeng dan adik-adiknya?”

“Aku mendidik mereka dengan baik-”

“Menjadi pembangkang yang baik maksudmu?” potong Liyin.

“Jang Riin!” Youngmin mengepalkan tangannya demi menahan emosi yang siap meledak kapan saja.

“Yang jelas Xianhuaku tidak pernah keluyuran terlebih tanpa izin seperti yang dilakukan Qianren!”

“Tapi kau membiarkannya bermain biola!”

Youngmin mengalihkan topik pembicaraan, pria paruh baya itu menatap istrinya dengan tajam kemudian keluar dari kamarnya.

Hananim, apa yang akan dilakukannya?” gumam Liyin.

Sementara itu Youngmin mengendap-endap ke kamar putra bungsunya, mencari biola putih kesayangan Henry dan lalu membuangnya ke gudang.

.

.

.

Kring~

Kring~

Kring~

“Yoboseyo?”

Yeonhee menggenggam erat gagang telepon, dengan mata berkaca-kaca dan napas yang memburu, tubuh mungilnya terjatuh di lantai dengan lemas.

“Yeonhee?”

Youngmin menghentikan langkahnya menuju kamarnya dan Liyin, pria itu lantas berjalan menghampiri wanita yang 8 tahun lebih muda darinya, “Wae gurae?” tanyanya, ia masih berdiri tegap dengan pandangan yang tak pernah lepas dari Yeonhee.

Yeonhee tak bisa menjawab, wanita itu hanya diam dengan bahu bergetar dengan lelehan air mata di kedua pipinya. “Apa itu telepon dari putramu yang bengal?” tanya Youngmin cukup menambah luka di hati sang istri, “Apa? Apalagi yang dilakukannya? Berkelahi? Mabuk? Hah?”

Yeonhee menghapus air matanya dengan kasar, ia berdiri dan menatap sedih kepada suami, tak ada perbincangan lagi di antara keduanya, hingga ia menangis di dalam pelukan Youngmin.

“WHERE’S MY VIOLIN?” pekik Henry panik, ia baru saja bangun dan mendapati biola putih kesayangannya sudah menghilang.

“Tsk shut your mouth!” ketus Kyuhyun, Henry tak mempedulikannya, ia lebih memilih mencari biola yang sejak minggu lalu tak pernah lagi dimainkannya.

“What happened?”

Kibum membuka pintu kamar KyuRy dan melihat kedua adiknya yang tengah beradu pandang, sengit.

“Nothing!” jawab Henry, dengan langkah terburu ia keluar dari kamarnya, meninggalkan Kibum dan Kyuhyun tanpa pamit.

“Tidak sopan!” keluh Kyuhyun.

“Jangan membuat keributan, keadaan rumah sedang kacau sekarang!” kata Kibum memberi peringatan.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

“Jika sudah siap berangkatlah, kau bisa sarapan di kafetaria sekolahmu!” seru Kibum yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan si mantan bungsu.

Kyuhyun mengernyit heran. “Kangin?”

.

.

.

“Mona? Kareena? Juliet? Alexa? Huh? Aniya! Mereka bukan tipeku!”

Donghae mencoret foto-foto yang tergeletak di atas mejanya, menolak penawaran yang diajukan kakak kembarnya.

“Mereka juga bukan tipeku!” kata Eunhyuk yang kemudian membuang foto-foto tersebut, “Dan lagi mereka semua mantan Leeteuk hyung!” tambahnya membuat Donghae tersedak jus yang tengah diminumnya.

Eunhyuk mengusap-usap punggung Donghae, prihatin, “Gwaenchana?” tanyanya khawatir.

“Kemarin kau bawa foto-foto gadis Cina yang pernah dipacari Zhoumi, sekarang kau bawa foto-foto mantan hyungku, kau pikir aku mau mencicipi barang bekas saudaraku apa?” marah Donghae.

“Habis mereka itu tipeku!” Eunhyuk beralasan.

“Katamu mereka bukan tipemu!” tuntut Donghae.

“Kita kan selalu sehati!” elak Eunhyuk.

“Kalau begitu kalian berdua saja yang pacaran, dari pada mencari gadis dan membuat keramaian, sungguh mengganggu jam tidur siangku!”

EunHae menoleh dan melihat seorang gadis blonde tengah tertidur di belakang mereka, demi apapun ini kantin dan ada seorang gadis cantik tak tahu malu yang tengah tertidur dengan seenak jidatnya.

“Hyuk!” panggil Donghae gugup.

Ne?” jawab Eunhyuk tak kalah gugup.

“Dia?” tanya Donghae lagi.

Ye? sahut Eunhyuk.

“Dia…” Donghae berjalan mundur.

“Ya tentu saja dia…” Eunhyuk mengikuti langkah Donghae.

“Mona?” koor keduanya horor, sembari berlari tunggang langgang, sementara gadis yang dibicarakan malah tengah asik berjalan-jalan di negeri mimpi. Sepertinya gadis malang itu tak sadar telah dibully secara tak langsung oleh sepasang ikan.

Donghae dan Eunhyuk mengakhiri pelarian mereka saat melihat Sungmin, pria yang ahli bela diri itu dengan asik memakan eskrim di tengah taman. Wajahnya yang begitu imut ketika menelan buliran-buliran es membuat siapapun merasa gemas, tidak terkecuali kedua adiknya, Donghae dan Eunhyuk.

HYUNG~” pekik keduanya kemudian memeluk Sungmin dengan kasar, membuat pria bergigi kelinci itu terjatuh di rerumputan.

YAA! Aish dasar bocah!”

Sungmin mendorong kedua adiknya kesal. Donghae dan Eunhyuk dengan polosnya malah tersenyum sembari mengusap-usap kaos Sungmin yang kotor karena noda eskrim, Sungmin bukannya senang malah menjadi semakin kesal, pasalnya kaos pinknya sekarang malah semakin kotor karena noda eskrim yang melebar di kaos bergambar bunnynya.

“Hehehe…”

EunHae tertawa garing dengan senyum memaksa dan wajah memelas, Sungmin sudah bersiap untuk menghajar keduanya tetapi mereka lebih cepat berlari dan membiarkan Sungmin sendiri dengan kemalangannya.

.

.

.

“Baiklah kau harus ceritakan semuanya sekarang!” desak Kyuhyun, membuat Ryeowook menekuk wajahnya kesal.

“Sejak pagi kau terus saja bertanya tentang hal itu!”

“Karena kau dan yang lainnya tidak mau memberi tahuku, ayolah Hyung~ aku tahu kau mengerti apa yang terjadi semalan!”

“Eum!” Ryeowook menunjuk Henry dengan dagunya.

“Dia bodoh dan tidak mengerti bahasa kita jadi ayolah Hyung kau ceritakan sebelum supir menjemput kita!” rengek Kyuhyun.

“Baiklah-baiklah, semalam Kangin hyung mabuk dan berkelahi mengeroyok ahjussi!” kata Ryeowook, menceritakan kembali apa yang didengarnya dari percakapan Heechul dan Kibum pagi tadi.

Mwo?”

Henry nyaris saja menjatuhkan botol yogurt miliknya, sementara Kyuhyun mematung di tempatnya.

“Dia seperti biasanya bersama Yunho, Yoochun, Jiyoung dan Seunghyun tapi ahjussi itu hanya sendiri, mereka di kantor polisi sekarang!” lanjutnya.

Jinja?” mata Kyuhyun membulat sempurna, Ryeowook mengangguk sementara Henry tersenyum miris.

“Silly!” gumamnya tak terdengar.

TBC

Akan ada beberapa karakter OC untuk pacar mereka, tidak ada SuperGeneration karena saya ngga rela SNSD dibash. Next chap yang bakalan dipake adalah OC yang saya juga belum tau akan jadi apa /plak

Tapi kalian tenang aja, saya ngga pernah menyukai Marry Sue (OCF yang mengambil alih jalan cerita sehingga melupakan si tokoh utama, tokoh yang digambarkan terlalu sempurna dan/atau terlalu menderita) jadi karakter OC di sini (kembali) hanya akan menjadi figuran semata.

Kalau semuanya dibuat BL itu ngga mungkin, akan aneh jika member SJ dipaksa craickpair kecuali sama member DBSK. Incest? Mustahil semuanya incest 😐

Makanya disini akan ada MULTIPLE-PARTNERS (straight dan BL) ya sebagai bumbu-bumbu FF ini kkk~

Ada saran kah untuk siapa yang mau diincest? Siapa yang BL? Siapa yang Straight? Yang pasti udah ketauan ya kalau Leeteuk dan Zhoumi itu playboy kelas kakap XD

BTW Kira kok ngerasa FF ini lebih cocok dipublish di sini hehehe ngga harus BL jadinya XD

Advertisements